Penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Fenomena tersebut tampak dari minimnya keterlibatan siswa, kurangnya antusiasme selama proses belajar, serta masih dominannya penggunaan metode ceramah. Situasi ini menunjukkan perlunya penerapan media pembelajaran berbasis teknologi yang dapat meningkatkan partisipasi dan kemampuan berpikir peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental tipe Nonequivalent Control Group Design. Sampel berjumlah 60 peserta didik yang terbagi dalam dua kelompok, yakni kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang terdiri dari 22 butir pernyataan dan telah dinyatakan valid serta reliabel. Analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan Independent Sample t-Test. Hasil analisis menunjukkan bahwa data memenuhi kriteria normal dan homogen sehingga layak dianalisis menggunakan statistik parametrik. Uji t menghasilkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang mengindikasikan adanya perbedaan kemampuan berpikir kritis yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Rata-rata nilai posttest peserta didik pada kelas eksperimen (89,20) tampak lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (55,10). Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan Kahoot terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui aktivitas belajar yang lebih interaktif, kompetitif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi digital. Kata Kunci: Kahoot, Game Edukasi, Berpikir Kritis, Pembelajaran PAI.