Febri Maryani
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Penggunaan GPT dalam Pembelajaran Klinik Optik I di ARO Gapopin Septia Habiba, Putri Ghanim; Febri Maryani; Akbar Jaya; Bunyamin Rizki Abdillah
Journal of Vocational and Technical Education (JVTE) Vol. 7 No. 2 (2025): September
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jvte.v7n2.p24-31

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), khususnya model bahasa besar seperti Generative Pre-trained Transformer (GPT), telah membawa transformasi besar dalam pendekatan pembelajaran di bidang pendidikan vokasi, termasuk optometri. GPT memberikan kemampuan untuk menghasilkan respons berbasis konteks, menjelaskan konsep sulit, serta memberikan contoh penerapan praktis secara cepat dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intensitas dan efektivitas penggunaan GPT dalam pembelajaran mata kuliah Klinik Optik I di Akademi Refraksi Optisi dan Optometry (ARO) Gapopin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 30 responden mahasiswa dari dua kelas yang memiliki rentang usia 19 hingga 52 tahun. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert lima tingkat yang menilai intensitas, persepsi, dan dampak penggunaan GPT terhadap efektivitas belajar. Data dianalisis melalui perhitungan rata-rata, persentase, dan korelasi antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan GPT memiliki dampak positif yang signifikan terhadap efektivitas pembelajaran, dengan skor rata-rata 3,17 dari 4 yang termasuk kategori efektif. GPT terbukti membantu mahasiswa memahami topik kompleks seperti karakteristik fisik dan optik bahan lensa serta efek prisma, sekaligus meningkatkan kemandirian belajar dan rasa percaya diri dalam latihan klinis. Secara keseluruhan, GPT berperan sebagai asisten digital adaptif yang tidak hanya mempermudah akses informasi, tetapi juga mendorong pembelajaran reflektif dan personal. Efektivitas GPT akan semakin optimal apabila diintegrasikan secara berkelanjutan dalam desain instruksional dan didukung peningkatan literasi digital mahasiswa.       The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) technologies, particularly large language models such as Generative Pre-trained Transformer (GPT), has brought significant transformation to instructional approaches in vocational education, including the field of optometry. GPT provides capabilities for generating contextual responses, explaining complex concepts, and offering practical examples interactively and efficiently. This study aims to analyze the intensity and effectiveness of GPT utilization in the Clinical Optics 1 course at the Akademi Refraksi Optisi dan Optometry (ARO) Gapopin. A quantitative descriptive approach was employed involving 30 student respondents from two classes aged between 19 and 52 years. The research instrument used a five-point Likert-scale questionnaire assessing usage intensity, perceptions, and the impact of GPT on learning effectiveness. Data were analyzed using mean scores, percentage distributions, and correlation analyses. The findings indicate that GPT has a significant positive effect on learning effectiveness, achieving an average score of 3.17 out of 4, categorized as “effective.” GPT was found to assist students in understanding complex topics such as the physical and optical characteristics of lens materials and prismatic effects, while also enhancing independent learning and confidence in clinical exercises. Overall, GPT serves not merely as an informational tool but as an adaptive digital learning assistant that supports reflective and personalized learning. Its effectiveness can be further optimized through sustained integration into instructional design and improved student digital literacy.        
KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN MATA PADA JAMAAH MUSHOLLA NURUL HUDA TANGERANG SELATAN Febri Maryani; Stephanus Silaban; Elza Aulia Az Zahra; Ai Siti Lestari; Anita Nur Anisa; Nisa Zakiati Umami; Putri Ghanim Septia Habiba
Journal Peduli Kesehatan Mata Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Peduli Kesehatan Mata
Publisher : Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54363/2hzfhw48

Abstract

Penyuluhan kesehatan mata merupakan salah satu upaya promotif dan preventif yang bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan mata dan mencegah terjadinya gangguan penglihatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada penguatan literasi kesehatan mata melalui penyuluhan interaktif yang dilaksanakan di Musholla Nurul Huda, Parung Serab, Tangerang Selatan. Kegiatan diikuti oleh 22 peserta yang terdiri atas jamaah Majelis Ta’lim dan masyarakat sekitar dengan rentang usia dewasa hingga lanjut usia. Materi yang diberikan meliputi pentingnya menjaga kesehatan mata, pengenalan berbagai penyakit mata yang sering ditemukan di masyarakat, tanda dan gejala gangguan mata yang perlu diwaspadai, kebiasaan yang mendukung kesehatan mata, serta risiko penggunaan obat tetes mata tanpa anjuran tenaga kesehatan. Penyampaian materi dilakukan menggunakan media visual yang menarik dan mudah dipahami, disertai metode partisipatif berupa diskusi serta sesi tanya jawab interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki memiliki antusiasme yang tinggi selama penyuluhan berlangsung. Peningkatan pemahaman peserta terlihat dari kemampuan mereka menjawab pertanyaan dan kuis yang diberikan setelah sesi edukasi. Selain itu, peserta aktif menyampaikan pengalaman dan permasalahan terkait kesehatan mata yang mereka alami. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan mata berbasis interaksi langsung dan media visual efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan mata, kesadaran terhadap deteksi dini gangguan penglihatan, serta perilaku hidup sehat untuk menjaga kesehatan mata di masyarakat. Eye health education is a promotive and preventive effort aimed at improving public knowledge and awareness regarding eye care and the prevention of visual impairment. This community service activity focused on strengthening eye health literacy through an interactive educational program conducted at Nurul Huda Mosque, Parung Serab, South Tangerang. The activity was attended by 22 participants, consisting of members of the Majelis Ta’lim and local community residents, ranging from adults to older adults.The educational materials covered the importance of maintaining eye health, common eye diseases frequently found in the community, signs and symptoms of eye disorders that require attention, healthy habits that support eye health, and the risks associated with the use of eye drops without professional medical advice. The educational sessions were delivered using engaging visual media that were easy to understand, combined with participatory methods such as discussions and interactive question-and-answer sessions. The results showed that participants demonstrated a high level of enthusiasm throughout the program. Improved understanding was reflected in their ability to correctly answer questions and quizzes administered after the educational session. In addition, participants actively shared their experiences and concerns related to eye health. These findings indicate that eye health education based on direct interaction and visual media is effective in improving eye health literacy, increasing awareness of the importance of early detection of eye disorders, and promoting healthy behaviors to maintain eye health within the community.
KEPEDULIAN ARO GAPOPIN TERHADAP KESEHATAN MATA DI SMA 56 PGRI CIPUTAT TANGERANG SELATAN TAHUN 2026 Bunyamin Rizki Abdillah; Opep Cahya Nugraha; Febri Maryani; Putri Olivia
Journal Peduli Kesehatan Mata Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Peduli Kesehatan Mata
Publisher : Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54363/4xrvmp65

Abstract

Latar belakang kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMA PGRI 56 CIPUTAT TANGERANG SELATAN sebagai perwujudan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa kesehatan mata siswa. Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa dan dosen ARO Gapopin. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan anamnesa mata dan tajam penglihatan. Hasil pemeriksaan kemudian dianalisa untuk mengidentifikasi tajam penglihatan kurang dari 6/6 dan emetropia 6/6. Pemeriksaan dilakukan terhadap 140 orang, dengan 72 orang memiliki tajam penglihatan kurang dari 6/6 dan 68 orang memiliki tajam penglihatan normal 6/6. Dari hasil pemeriksaan, mayoritas tajam penglihatan kurang dari 6/6 sebanyak 72 orang (51,43%). Dari hasil pemeriksaan, mayoritas tajam penglihatan kurang dari 6/6 berjenis kelamin perempuan sebanyak 38 orang (52,78%) dan laki-laki sebanyak 34 orang (47,22%). Namun, beberapa individu menunjukkan tajam penglihatan yang semakin memburuk, yang mengindikasikan perlunya intervensi lebih lanjut. Kesimpulannya, pemeriksaan mata pada masyarakat perlu dilakukan secara rutin dan berkala setiap tahun, terutama pada remaja, untuk lebih memperhatikan pola intensitas penggunaan gadget dan lebih banyak beraktivitas di luar ruangan. Dengan demikian, kelainan pada mata dapat segera terdeteksi dan mendapatkan penanganan yang tepat waktu. Edukasi kesehatan tidak hanya ditujukan pada anak, tetapi juga orang tua atau wali murid, mengingat waktu yang dihabiskan di keluarga lebih banyak dibandingkan di sekolah. The background to the community service activity at SMA PGRI 56 CIPUTAT, SOUTH TANGERANG, is the implementation of the Tridharma of Higher Education. This study aimed to examine the students’ eye health. The activity was carried out by students and lecturers from ARO Gapopin. The research method involved conducting an eye history and visual acuity tests. The results of the examinations were then analysed to identify cases of visual acuity below 6/6 and emmetropia (6/6). The examinations were carried out on 140 individuals, with 72 having visual acuity below 6/6 and 68 having normal visual acuity of 6/6. The results showed that the majority of those with visual acuity below 6/6 were 72 individuals (51.43%). Furthermore, the majority of those with visual acuity below 6/6 were female, totalling 38 individuals (52.78%), whilst 34 were male (47.22%). However, some individuals showed a worsening of visual acuity, indicating the need for further intervention. In conclusion, eye examinations in the community need to be carried out routinely and periodically every year, particularly among adolescents, to pay closer attention to patterns of gadget usage and encourage more outdoor activities. In this way, eye abnormalities can be detected promptly and receive timely treatment.