Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANAJEMEN PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DI INDONESIA: A QUALITATIVE APPROACH BASED ON HINTERLAND CONTEXT Pohan, Albert Efendi; Pamungkas, Tubagus; Susanto, Alpino; Susanti, Reny Tri; Purwatiningsih, Suci; Soraya, Farah; Barus, Nonita; Hammas, Mubik Ihtajuddin; Setiawan, Agus; Susanto, Wisnu Febri
JURNAL DIMENSI Vol 14, No 3 (2025): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2025)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/dms.v14i3.8308

Abstract

Di Indonesia, manajemen peningkatan kompetensi guru telah menjadi isu kontemporer setiap kali terjadi reformasi kurikulum nasional karena pelaksanaan program pelatihan belum diselenggarakan secara konsisten, terutama di wilayah hinterland. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru harus dilakukan secara adil dan berkelanjutan melalui manajemen pelatihan yang efektif dan efisien. Studi ini mengkaji isu-isu terkini dalam manajemen pelatihan guru di wilayah hinterland. Penelitian ini penting dilakukan untuk mendapatkan informasi akurat yang dapat digunakan sebagai masukan positif bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan baru. Untuk mencapai tujuan penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis data triangulasi secara komprehensif dengan menerapkan Teknik penguumpulan data melalui survei online, wawancara mendalam kepada 3.140 guru, dan observasi lapangan melalui kegiatan supervisi akademik di sekolah yang berlokasi di wilayah hinterland Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Manajemen peningkatakn kompetensi guru dilakukan melalui pelatihan dengan menerapkan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi. (2) Fungsi manajemen pelatihan guru tersebut belum berjalan secara efektif dan efisien. (3) Permasalahan utama dalam pelaksanaan pelatihan guru terdapat pada fungsi pelaksanaan yang belum merata, tuntas, adil, berkelanjutan, dan terintegrasi dengan kebutuhan guru dan peserta didik di wilayah hinterland. (4) Kompetensi guru masih rendah karena jarang mengikuti pelatihan disebabkan akses yang sulit dan kondisi lingkungan kerja yang belum mendukung. Temuan ini memberikan kontribusi yang sangat penting bagi pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan, untuk menyusun kebijakan peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan guru yang efektif, adil, berkelanjutan, dan terintegrasi dengan kondisi guru di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah hinterland. Studi ini membuka jalan bagi arah penelitian selanjutnya untuk mengembangkan model manajemen pelatihan guru berdasarkan konteks wilayah hinterland atau wilayah tertinggal lainnya di Indonesia.
Management of Christian Spiritual Programs to Improve Students’ Religious Character Barus, Nonita; Susanto, Alpino; Lestari, Linayati
JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN SAINS Vol 7 No 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jips.v7i1.2808

Abstract

This study aims to analyze the management of Christian spiritual programs to improve students’ religious character at SMKS Multistudi High School, Batam. The research used a mixed methods approach with a sequential explanatory design. Quantitative data were obtained through questionnaires completed by 41 students, while qualitative data were collected through interviews with the principal, the vice principal for student affairs, the Christian Religious Education teacher, and the Rohkris advisor, as well as activity documentation. Quantitative analysis used descriptive statistics, while qualitative data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The research results showed that students’ religious character was in the good to very good category, indicated by increased discipline, responsibility, politeness, and social concern. The findings indicate that the improvement in religious character was influenced by program management, including structured planning, clear task distribution, habit-based implementation, and continuous evaluation. Programs integrated with Christian Religious Education strengthened the internalization of values in school life. Thus, the quality of spiritual program management became the main factor in the success of shaping students’ religious character, not simply the existence of religious activities