Eprianto
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KONSEP FITRAH DAN ETIKA PESERTA DIDIK DALAM AL-QUR'AN DAN HADITS: RELEVANSINYA DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI ERA DIGITAL: PENDAHULUAN, METODOLOGI, HASIL, DISKUSI, KESIMPULAN Helmi, Helmi Handoko; Eprianto; Juli Kustanto; Alimron; Suharmon
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34923

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa pengaruh besar terhadap perilaku, pola pikir, dan karakter peserta didik di era modern. Akses informasi yang cepat dan tanpa batas memberikan dampak positif terhadap peningkatan wawasan serta keterampilan literasi digital. Namun, di sisi lain, fenomena ini juga memunculkan berbagai tantangan serius, seperti degradasi moral, rendahnya etika dalam berinteraksi, kecanduan media sosial, dan penyalahgunaan teknologi untuk hal-hal yang tidak produktif. Kondisi tersebut menegaskan perlunya penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keislaman agar peserta didik memiliki filter moral dalam menghadapi arus globalisasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep fitrah dan etika peserta didik sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an dan Hadits serta relevansinya dalam membentuk karakter Islami yang kuat di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis tafsir tematik dan kajian hadis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitrah menggambarkan potensi dasar manusia untuk cenderung pada kebaikan, keimanan, dan kebenaran, sedangkan etika menjadi panduan perilaku untuk menghormati guru, beradab, jujur, dan bertanggung jawab, termasuk dalam aktivitas digital. Relevansi konsep tersebut di era digital menuntut adanya integrasi nilai amanah, adab, dan tanggung jawab digital dalam proses pendidikan. Dengan demikian, penguatan pendidikan karakter yang berlandaskan fitrah dan etika Islami diharapkan mampu melahirkan generasi beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan bijak dalam penggunaan teknologi.
INTEGRASI TEORI KOGNITIVISTIK DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK: MEMBANGUN KETERAMPILAN ABAD 21: PENDAHULUAN, METODOLOGI, HASIL dan DISKUSI, KESIMPULAN Meli, Meli Puspita; Eprianto; Darmanto; Kasinyo Harto; Irja Putra Pratama
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34948

Abstract

Integrasi teori kognitivistik dalam pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL) menjadi strategi efektif dalam membangun keterampilan abad ke-21 yang meliputi kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip-prinsip kognitivistik, seperti konstruksi pengetahuan, skemata, dan metakognisi, dalam konteks pembelajaran berbasis proyek di lingkungan pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai literatur terkait teori kognitivistik dan model PjBL. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi kedua pendekatan tersebut mampu mendorong peserta didik untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan melalui pengalaman nyata, refleksi, dan kolaborasi. Selain itu, penerapan strategi pembelajaran berbasis proyek dengan landasan teori kognitivistik memperkuat peran guru sebagai fasilitator yang membimbing proses berpikir siswa secara mandiri dan bermakna. Dengan demikian, kombinasi antara teori kognitivistik dan pembelajaran berbasis proyek menjadi fondasi penting dalam menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan global abad ke-21 melalui penguatan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS).
Penilaian Akhlak Siswa oleh Guru Pendidikan Agama Islam: Analisis Objektivitas dan Subjektivitas Eprianto; Ari Koswara; Duski, Duski
PAI RAFAH Vol 7 No 4 (2025): Jurnal PAI Raden Fatah
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/pair.v7i4.31760

Abstract

Moral education is a core component of the Islamic Religious Education (PAI) curriculum, functioning to shape students’ character in accordance with Islamic values. However, the assessment process of moral behavior often faces a dilemma between objectivity (evaluation based on standardized criteria) and subjectivity (evaluation influenced by teachers’ personal perceptions). This study aims to analyze the epistemology of moral assessment conducted by Islamic Religious Education (PAI) teachers, focusing on the balance between objectivity and subjectivity as well as its implications for character formation. Using a qualitative method with a field study approach, data were collected through in-depth interviews with four Islamic Religious Education (PAI) teachers, participant observation, and classroom documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model. The findings indicate that objective assessment is based on curriculum indicators such as honesty and discipline in worship, while subjectivity arises from teachers’ personal perceptions and experiences of students. Approximately 80% of the field data reveal a dominance of subjective assessment, particularly toward students with disciplinary issues. This condition creates potential bias and reduces fairness in evaluation. Therefore, teacher training and the development of standardized assessment rubrics are needed to make the moral evaluation process more measurable, fair, and effective in shaping students’ character in the digital era.