Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analysis of The Success Level of Pregnancy Women's Classes As A Program To Prevent Maternal and Infant Mortality In Sambirejo Village Langkat Regency Salsabila, Aisyah; Gafar Parinduri, Abdul; Medina Liza Lubis, Humairah
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 5 No. 4 (2025): November 2025 ( Indonesia - Thailand)
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijhp.v5i4.471

Abstract

Maternal and infant mortality remain significant public health challenges worldwide, with preventable causes accounting for approximately 75% of maternal deaths. This study analyzed the success level of the Pregnant Women's Class program as a maternal and infant mortality prevention strategy in Sambirejo Village, Langkat District. This quantitative research employed a cross-sectional analytical survey design with 27 pregnant women at 20-32 weeks gestation. Data were collected using a structured questionnaire containing 20 items assessing maternal knowledge regarding pregnancy, childbirth, and infant care. The Paired Samples t-Test was used to compare pre-test and post-test knowledge scores at a 95% confidence level with alpha 0.05. The results revealed substantial knowledge improvement following program participation, with mean pre-test scores of 73.52 increasing to 92.78 on post-test, representing a 26.2% relative improvement. The Paired Samples t-Test analysis yielded a correlation coefficient of 0.607 with p-value less than 0.001, indicating highly significant knowledge gains. These findings demonstrate that the pregnant women's class program successfully enhanced maternal knowledge about pregnancy, childbirth, newborn care, and postpartum health practices. The pregnant women's class should be integrated as a priority intervention into standard antenatal care packages and expanded across rural Indonesian communities to support maternal and infant mortality prevention efforts.
STRATEGI PENGUATAN KAPASITAS, KUALITAS DAN KINERJA PETUGAS TUBERKULOSIS UNTUK OPTIMALISASI LAYANAN PENGENDALIAN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS KEBUN LADA BINJAI Medina Liza Lubis, Humairah; Rahma Aini; Zafira Khairunisa; Saskya Nabila Parinduri; Asya Salsabila; Siti Rahmah Hutabarat
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, yangmemengaruhi sekitar 1 juta orang dan menyebabkan sekitar 134.000 kematian setiap tahun. Indonesiamenjadi negara dengan tingkat TB tertinggi kedua di dunia. Sebagai respons terhadap masalahmendesak ini, pemerintah telah menetapkan tujuan untuk mengeliminasi TB pada tahun 2030. Namun,terdapat beberapa hambatan yang harus diatasi, termasuk stigma sosial, fasilitas kesehatan yang tidakmemadai dan kurangnya kesadaran masyarakat mengenai penyakit ini serta opsi kesehatan yangtersedia. Peran dan kompetensi petugas TB sangat penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan,update kebijakan terbaru dan memanfaatkan sistem pencatatan kasus TB secara efektif. Untuk memperkuat kemampuan, sesi pelatihan tatap muka telah dilaksanakan, dengan efektivitas sesi tersebut melalui pre-posttest. Setelah pelatihan, pemahaman petugas terhadap materi mengalami peningkatan yang signifikan. Hasil pre-posttest menunjukkan kinerja petugas TB secara umum positif, 6% membutuhkan pelatihan tambahan dan 5% membutuhkan dukungan program dan 11% mengalami kesulitan dengan sistem pencatatan kasus. Temuan ini menyoroti pentingnya pelatihan dan dukungan untuk meningkatkan kinerja petugas TB, yang pada akhirnya berkontribusi pada upaya pengendalian TB yang efektif dan berkelanjutan.   Abstract Tuberculosis (TB) remains a significant public health challenge in Indonesia affecting approximately 1million individuals and resulting in around 134,000 death annualy. Indonesia became a country with thesecond-highest TB rates globally. In response to this urgent matter, the government has voiced anambitious objective to eliminate TB by 2030. However, several obstacles must be navigated, includingsocial stigma, insufficient healthcare infrastructure, and a general unawareness regarding the diseaseand available treatment options. The roles and competencies of TB officers are crucial in enchancing thequality of care, staying abreast of new regulatory policies, and effectively utilizing the TB case recordingsystem. To strengthen their capabilities, face-to-face training sessions were implemented, with theeffectiveness of these sessions assessed via pre and pos training tests. After the training, a significantincrease in the officers’ understanding of the material has increased. Pre-posttest result shows agenerally positive performance among TB officers; nonetheless 6% expressed a need for additionaltraining, 5% called for program support, and 11% encountered difficulties with the case recordingsystem. These finding underscore the necessity for training and support for enchancing performance ofTB officers, ultimately contributing to more effective and sustainable TB control efforts.
PROGRAM EDUKASI PARTISIPATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN MALARIA DI DAERAH ENDEMIS Medina Liza Lubis, Humairah; Ilham Jaya Kesuma; Silvy Claresta Febryandani; Nasha Riaulina; Rega Hamdana; Tamara Marwiyah Sitorus; M. Iqbal Prayoga; M. Rafli Karo Karo; Muhammad Rifandi; Raja Firdaus; Salsalina Dwi Arifin; Khofifah Dwi R; Dwi Anriani; M. Nabiel Rijzhega; M. Farhan Azura; Rafi Hanif Hasibuan
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria merupakan salah satu masalah kesehatan utama masyarakat di daerah endemis Indonesia yangberdampak pada tingginya angka kesakitan, kematian dan menurunkan produktivitas masyarakat.Rendahnya pemahaman tentang deteksi dini gejala serta praktik pencegahan menjadi hambatan dalamupaya eliminasi malaria. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitasmasyarakat melalui program edukasi partisipatif yang menekankan pemberdayaan komunitas. Programdilaksanakan di wilayah endemis dengan melibatkan kelompok masyarakat berisiko tinggi. Intervensiberupa penyuluhan terstruktur, diskusi kelompok, serta pelatihan praktis mengenai deteksi dini gejalamalaria dan pencegahan berbasis rumah tangga. Evaluasi dilakukan melalui pre-post test dan observasiperilaku. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat mengenai transmisimalaria, kemampuan mengenali gejala dini, serta praktik pencegahan, seperti penggunaan kelambuberinsektisida dan pencarian pengobatan lebih cepat. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran,tetapi juga menumbuhkan kemandirian masyarakat dalam pengendalian malaria. Program edukasipartisipatif ini berpotensi mendukung keberlanjutan upaya eliminasi malaria nasional melalui penguatanperan serta masyarakat.   Abstract Malaria remains a major public health problem in endemic areas of Indonesia, contributing to highmorbidity, mortality, and reduced community productivity. Limited knowledge of early detection andeffective prevention strategies is a key barrier to malaria control and elimination efforts. This communityengagement program aimed to enhance community capacity through a participatory health educationapproach. The program was conducted in a malaria-endemic region by involving high-risk communitygroups. Interventions included structured health education sessions, participatory group discussions, andhands-on training on early symptom detection and household-based prevention practices. Evaluation wascarried out using pre- and post-intervention questionnaires and behavioral observations. The programdemonstrated significant improvements in community knowledge of malaria transmission, recognition ofearly symptoms, and adoption of preventive practices, such as consistent use of insecticide-treated bed nets and timely healthcare-seeking behavior. Beyond increasing awareness, the program fosteredcommunity empowerment and self-reliance in malaria prevention and control. The findings suggest thatparticipatory education programs are effective and sustainable strategies to support Indonesia’s nationalmalaria elimination agenda through strengthening community involvement.