Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PRESERVING CULTURAL HERITAGE THROUGH CUISINE: SYMBOLIC MEANINGS OF NASI HADAP-HADAPAN IN MALAY WEDDINGS IN TANJUNG BALAI Lubis, Suci Ramadhani; Purwarno, Purwarno; Sahri, Zulfan; Suhendi, Andang
JOURNAL OF LANGUAGE Vol 7, No 2: November 2025
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jol.v7i2.12037

Abstract

Food plays a pivotal role in the construction of cultural identity and the preservation of intangible heritage across societies. This study explores the symbolic meanings embedded in the Nasi Hadap-Hadapan tradition, a central element in Malay wedding rituals in Tanjung Balai, North Sumatra. The practice of Nasi Hadap-Hadapan—a ceremonial meal shared by the bride, groom, and their families—represents not only a social gathering but also a transmission of philosophical values and cultural wisdom. Using a qualitative descriptive method, data were collected through interviews with cultural practitioners, community elders, and government officials, complemented by participant observation. The findings reveal that each component of the food—such as rice, ayam masak bulat (whole chicken), assorted cakes, sweets, and vegetables—carries symbolic meanings that reflect prosperity, harmony, perseverance, and readiness for married life. Despite its deep cultural significance, the tradition is increasingly perceived as a form of entertainment rather than a sacred practice, largely due to modernization and diminishing intergenerational knowledge. This article argues that revitalizing and contextualizing Nasi Hadap-Hadapan is essential for safeguarding Malay intangible heritage while reinforcing social cohesion in multicultural Indonesia.
Implementasi Kurikulum Merdeka Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sekolah Dasar Juliati, Juliati; Prastiwi, Rieke; Lubis, Suci Ramadhani; Khairani, Khairani; Saragih, Nursyadiah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar (SD) serta mengidentifikasi pola hambatan dan solusi yang dilakukan pendidik dalam pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif terhadap 20 artikel jurnal ilmiah dan 3 dokumen kebijakan pendidikan yang terbit dalam rentang tahun 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan dampak positif terhadap transformasi pembelajaran, khususnya dalam meningkatkan kreativitas, partisipasi aktif, dan kemampuan literasi siswa melalui peran guru sebagai fasilitator. Namun, implementasi di lapangan masih terhambat oleh resistensi paradigma pengajar, keterbatasan sarana digital, serta pemahaman konsep kurikulum yang belum merata. Solusi strategis yang dilakukan meliputi penguatan kolaborasi melalui Komunitas Belajar (Kombel) dan pelatihan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara kesiapan pedagogik guru dan dukungan kebijakan sangat menentukan keberlanjutan kualitas literasi di jenjang pendidikan dasar.