Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Badan Pembentukan Peraturan Daerah Dalam Implementasi Fungsi Legislasi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Cilegon Muhamad Aldi; Robby Nurtresna; Mabsuti Ibnu Marhas
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 5 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i5.2457

Abstract

Bapemperda sebagai Alat Kelengkapan Dewan memiliki peran vital dalam memfasilitasi fungsi legislasi DPRD untuk membentuk perda yang dibutuhkan masyarakat berdasarkan UU 23/2014, UU 12/2011, PP 12/2018, Peraturan DPRD Kota Cilegon No. 2/2019, dan ketentuan perundang-undangan terkait lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran badan pembentukan peraturan daerah dalam implementasi fungsi legislasi DPRD Kota Cilegon dan bagaimana peran badan pembentukan peraturan daerah dalam proses pembentukan perda kepemudaan di Kota Cilegon. Metode penelitian ini menggunakan kualitiatif bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan data primer dan sekunder melaui hasil observasi, wawancara Berdasarkan hasil wawancara dengan para informan menyatakan bahwa peran bapemperda dalam pengawasan pelaksanaan perda kepemudaan nomor 10 tahun 2022 yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Cilegon cenderung belum optimal dan faktor apa saja yang mempengaruhi dan menjadi hambatan dalam proses hingga pembentukan perda kepemudaan
Penerapan Hukum Pidana Adat dalam Kehidupan Masyarakat Baduy di Tengah Sistem Hukum Nasional Indonesia Sigit Kamseno; Saifun Nufus; Robby Nurtresna; Mabsuti Ibnu Marhas; Yayatul Mu’awanah; Deandra Ramadhan; Nilam Cahya Listyani; Eka Yulia Nengsih; Musa Bahri; Tryola Nadia
ALKHIDMAH: Jurnal Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat (ALKHIDMAH)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nurul Qarnain Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alkhidmah.v4i1.53

Abstract

Customary criminal law is an integral part of the living legal system within indigenous communities in Indonesia. One of the indigenous groups that consistently maintains and applies customary criminal law is the Baduy community in Lebak Regency, Banten Province. This study aims to analyze the implementation of Baduy customary criminal law, forms of customary violations and imposed sanctions, the role of customary institutions in resolving customary criminal cases, and its relevance within the Indonesian national legal system. This research employs a qualitative method with a juridical-empirical approach, using literature review and observation techniques. The findings indicate that Baduy customary criminal law is applied based on the principles of pikukuh karuhun, emphasizing the restoration of social and cosmic balance rather than retributive punishment. The resolution of customary violations is conducted through customary deliberation, with customary leaders playing a central role. Baduy customary criminal law has proven effective in maintaining social harmony within the indigenous community and aligns with the concept of restorative justice adopted in modern criminal law. This study concludes that Baduy customary criminal law remains relevant within Indonesia’s legal pluralism and can serve as a valuable reference for developing a more contextual and justice-oriented national legal system grounded in local wisdom.