p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal PESHUM
Shindi Nurazizah Mutmainah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kepemimpinan Komisaris Tingkat (Komting) Kelas A Angkatan 2024 Jurusan Pendidikan Sejarah FIS Unimed Shindi Nurazizah Mutmainah; Mutia Arini; Imanuel Suranta Sembiring; Masdiana Silvia Sinaga; Flores Tanjung
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.12315

Abstract

Studi ini menyelidiki peran Komisaris Tingkat (Komting) dalam manajemen dan pengawasan Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Medan Kelas A Angkatan 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian Deskriptif Kualitatif, yang berarti pengumpulan data pada latar ilmiah untuk menafsirkan fenomena yang terjadi. Penelitian deskriptif kualitatif bertujuan untuk memberikan gambaran yang mendalam mengenai suatu fenomena yang diteliti, dengan fokus pada pemahaman terhadap makna yang dikonstruksi oleh individu atau kelompok dalam konteks sosial yang mereka alami. Komting tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi kepada siswa tetapi juga memainkan peran penting dalam mengatur jadwal, mendorong siswa untuk berpartisipasi, dan menyelesaikan perselisihan di kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan melakukan wawancara dengan komting dan siswa di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komting Kelas A 2024 memiliki peran strategis dalam menjaga komunikasi, menciptakan lingkungan belajar yang baik, dan mendorong persaudaraan siswa. Perbedaan pendapat, kurangnya partisipasi sebagian anggota, dan kesulitan untuk berkolaborasi dalam tugas kelompok adalah beberapa masalah yang dihadapi. Namun, komting dapat mengurangi perselisihan dan menjaga kekompakan kelas dengan gaya kepemimpinan yang partisipatif dan komunikatif.
Kejayaan Kemaritiman Sriwijaya dan Kekuatan Politik Kerajaan Majapahit pada Masa Gajah Mada Nurhaini Siregar; Lutfiah Aila Nada; Mutia Arini; Shindi Nurazizah Mutmainah; Mutia Silaen Flores Tanjung
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16037

Abstract

Masuknya agama Hindu–Buddha ke Nusantara merupakan salah satu proses penting dalam perkembangan sejarah dan kebudayaan Indonesia. Proses ini terjadi melalui jalur perdagangan antara India dan Nusantara yang membawa berbagai pengaruh budaya, agama, dan sistem sosial. Para ahli mengemukakan beberapa teori mengenai proses masuknya Hindu–Buddha, antara lain teori Brahmana, Waisya, Ksatria, Sudra, dan teori Arus Balik. Teori-teori tersebut menjelaskan bahwa penyebaran agama Hindu–Buddha tidak hanya berasal dari pengaruh bangsa India, tetapi juga melibatkan peran aktif masyarakat Nusantara dalam menerima dan mengembangkan ajaran tersebut.Pengaruh Hindu–Buddha kemudian terlihat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti bidang agama, ekonomi, politik, pemerintahan, arsitektur, bahasa, serta sastra. Masuknya pengaruh ini juga mendorong terbentuknya kerajaan-kerajaan bercorak Hindu–Buddha di Nusantara, seperti Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit. Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan maritim yang berkembang pesat karena letaknya yang strategis di jalur perdagangan internasional, khususnya di sekitar Selat Malaka. Selain sebagai pusat perdagangan, Sriwijaya juga menjadi pusat pendidikan agama Buddha di Asia Tenggara.Sementara itu, Majapahit berkembang sebagai kerajaan besar dengan sistem pemerintahan yang terstruktur dan kekuatan politik yang kuat, terutama pada masa pemerintahan Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada. Melalui Sumpah Palapa, Majapahit berupaya mempersatukan wilayah Nusantara. Dengan demikian, perkembangan kerajaan Hindu–Buddha memberikan kontribusi besar terhadap pembentukan peradaban, budaya, dan sistem pemerintahan di Nusantara.