p-Index From 2021 - 2026
0.778
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ulil Albab PESHUM
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Filsafat Pendidikan Humanis Dalam Proses Pembelajaran di MAN 1 Medan Elya Siska Anggraini; Nurhaini Siregar; Muhammad Annoer Rafiq; Bella Shopia Sihotang
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 12: November 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i12.12232

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana filsafat pendidikan humanis digunakan dalam pendidikan di MAN 1 Medan. Selain itu, penelitian ini mengungkapkan kesulitan yang dihadapi guru dan bagaimana siswa menanganinya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi dilakukan terhadap dua guru dan tiga siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan prinsip pendidikan humanis dengan melibatkan siswa dalam proses pembelajaran, memberikan kebebasan untuk menyuarakan pendapat mereka, dan menciptakan lingkungan kelas yang adil dan menyenangkan. Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan strategi diskusi, kerja kelompok, dan permainan edukatif. Siswa termotivasi, merasa dihargai, dan memiliki kemampuan untuk membangun hubungan sosial yang baik. Perbedaan karakter, keterbatasan waktu, dan sarana prasarana adalah masalah yang muncul. Secara keseluruhan, menerapkan pendidikan humanis memiliki dampak positif, tetapi memerlukan komitmen.
Gaya Kepemimpinan Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Antropologi dalam Membangun Solidaritas Mahasiswa Nurhaini Siregar; Mutia Havits Silaen; Muhammad Fahrurrozi; Jeremy Arif Gonjales Tarigan; Flores Tanjung
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.12307

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menyelidiki cara Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Antropologi mengelola ikatan mahasiswa. Latar belakang penelitian didasarkan pada betapa pentingnya organisasi kemahasiswaan sebagai tempat untuk mengembangkan diri sendiri, memberikan pelatihan kepemimpinan, dan memperkuat ikatan antara anggota. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif, yang mengumpulkan data melalui dokumentasi, wawancara mendalam, dan observasi. Informasi penelitian terdiri dari ketua, pengurus, dan anggota HMJ Pendidikan Antropologi di Universitas Negeri Medan selama tahun 2024–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan seorang ketua adalah transformasional, demokratis, memberi dukungan, fleksibel, dan situasional. Dengan kepemimpinan yang diterapkan, organisasi dapat menjadi tempat yang terbuka, terbuka, dan inklusif, yang meningkatkan rasa solidaritas dan kebersamaan anggota. Tantangan seperti kurangnya partisipasi anggota dapat diatasi dengan komunikasi terbuka, musyawarah, dan kerja sama dengan pembina organisasi. Studi ini menemukan bahwa solidaritas mahasiswa sangat dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan demokratis dan transformasional. Diharapkan temuan ini akan berfungsi sebagai referensi untuk penelitian lebih lanjut dan menjadi masukan untuk membangun model kepemimpinan di organisasi kemahasiswaan.
Kejayaan Kemaritiman Sriwijaya dan Kekuatan Politik Kerajaan Majapahit pada Masa Gajah Mada Nurhaini Siregar; Lutfiah Aila Nada; Mutia Arini; Shindi Nurazizah Mutmainah; Mutia Silaen Flores Tanjung
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16037

Abstract

Masuknya agama Hindu–Buddha ke Nusantara merupakan salah satu proses penting dalam perkembangan sejarah dan kebudayaan Indonesia. Proses ini terjadi melalui jalur perdagangan antara India dan Nusantara yang membawa berbagai pengaruh budaya, agama, dan sistem sosial. Para ahli mengemukakan beberapa teori mengenai proses masuknya Hindu–Buddha, antara lain teori Brahmana, Waisya, Ksatria, Sudra, dan teori Arus Balik. Teori-teori tersebut menjelaskan bahwa penyebaran agama Hindu–Buddha tidak hanya berasal dari pengaruh bangsa India, tetapi juga melibatkan peran aktif masyarakat Nusantara dalam menerima dan mengembangkan ajaran tersebut.Pengaruh Hindu–Buddha kemudian terlihat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti bidang agama, ekonomi, politik, pemerintahan, arsitektur, bahasa, serta sastra. Masuknya pengaruh ini juga mendorong terbentuknya kerajaan-kerajaan bercorak Hindu–Buddha di Nusantara, seperti Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit. Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan maritim yang berkembang pesat karena letaknya yang strategis di jalur perdagangan internasional, khususnya di sekitar Selat Malaka. Selain sebagai pusat perdagangan, Sriwijaya juga menjadi pusat pendidikan agama Buddha di Asia Tenggara.Sementara itu, Majapahit berkembang sebagai kerajaan besar dengan sistem pemerintahan yang terstruktur dan kekuatan politik yang kuat, terutama pada masa pemerintahan Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada. Melalui Sumpah Palapa, Majapahit berupaya mempersatukan wilayah Nusantara. Dengan demikian, perkembangan kerajaan Hindu–Buddha memberikan kontribusi besar terhadap pembentukan peradaban, budaya, dan sistem pemerintahan di Nusantara.
Dari Lada Ke Daun Emas: Transformasi Ekonomi - Kesuksesan Kesultanan Deli Melalui Perkebunan Tembakau Nurhaini Siregar; Shindi Nurazizah Mutmainnah; Deswita Maharani; Muhammad Annoer Rafiq; Pristi Suhendro Lukitoyo
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16218

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi ekonomi Kesultanan Deli dari ekonomi agraris tradisional berbasis perdagangan lada menjadi ekonomi perkebunan tembakau yang berorientasi ekspor pada periode 1863–1942. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai sumber buku, jurnal, dan literatur sejarah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum tahun 1863 perekonomian Kesultanan Deli didominasi oleh kegiatan pertanian ladang serta perdagangan hasil hutan dan lada yang bersifat subsisten. Kedatangan Jacobus Nienhuys pada tahun 1863 menjadi titik awal perubahan besar dengan diperkenalkannya perkebunan tembakau komersial yang kemudian berkembang pesat melalui perusahaan Deli Maatschappij. Perkebunan tembakau tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi dan ekspor ke pasar internasional, tetapi juga memicu pembangunan infrastruktur modern, urbanisasi wilayah Medan, serta perubahan struktur sosial masyarakat. Di sisi lain, transformasi ini turut mengubah posisi politik Kesultanan Deli yang semakin bergantung pada pemerintah kolonial Belanda melalui sistem konsesi tanah dan royalti perkebunan. Dengan demikian, perubahan dari ekonomi lada menuju industri tembakau menunjukkan bagaimana kapitalisme kolonial mampu mengubah struktur ekonomi, sosial, dan kekuasaan lokal di Sumatera Timur.