Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI MANAJEMEN KEUANGAN RUMAH TANGGA BAGI IBU-IBU PKK KELURAHAN SIPIROK KABUPATEN TAPANULI SELATAN Parapat, Natalia; Rosyinah Hasibuan, Yenni; Puansah, Irman; Syah Pulungan, Darman; Idayanti, Rahma; Mutiara Ritonga, Khofifah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 7 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i7.2817-2824

Abstract

Edukasi manajemen keuangan rumah tangga merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, khususnya di daerah pedesaan yang rentan terhadap fluktuasi pendapatan seperti Kelurahan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan. Dengan tingkat kemiskinan mencapai 12,5%, ibu-ibu rumah tangga sebagai anggota PKK memerlukan keterampilan untuk mengelola pengeluaran, tabungan, dan utang secara efektif. Penelitian ini mengimplementasikan program edukasi partisipatif bagi 50 ibu-ibu PKK melalui pendekatan campuran kualitatif dan kuantitatif dalam kerangka pengabdian masyarakat. Metode penelitian meliputi survei pra-dan-pasca edukasi menggunakan kuesioner Likert skala 1-5, observasi partisipan selama tiga sesi workshop interaktif yang mencakup pengantar konsep, praktik anggaran, dan strategi tabungan, serta wawancara mendalam dengan 10 responden terpilih. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji t-paired untuk data kuantitatif, serta analisis tematik untuk data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan sebesar 75,1% dan perilaku sebesar 51,9%, dengan partisipasi tinggi selama workshop dan laporan positif dari wawancara mengenai penerapan praktis di rumah tangga. Temuan ini didukung oleh teori experiential learning Kolb (1984) dan andragogi Knowles (1980), serta sejalan dengan studi Marpaung et al. (2022) tentang pencatatan keuangan. Kesimpulan menekankan efektivitas program dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga, dengan rekomendasi untuk pengulangan tahunan, integrasi dengan program pemerintah seperti PKH, dan perluasan ke daerah serupa. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan peran perempuan dalam ekonomi lokal, mengurangi risiko kemiskinan, dan mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah pedesaan Indonesia
BULLYING DI SEKOLAH DASAR: PENGERTIAN, DAMPAK, PENCEGAHAN DAN SOLUSI Harahap, Erlina; Dela, Vitria Larseman; Mulyani, Heni; Fernanda, Yogi; Reza, Ahmad; Idayanti, Rahma; Yanti, Niaramada
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 2 (2026): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2026.v11i2.143-148

Abstract

Bullying adalah masalah serius yang dapat mempengaruhi kehidupan anak dan remaja di sekolah. Bullying tidak hanya soal fisik, tetapi juga bisa berupa kekerasan verbal, sosial, dan maupun digital. Penting bagi kita untuk memahami dampak negatif perundungan dan bagaimana mencegahnya, sehingga lingkungan sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk belajar. Salah satu perilaku siswa yang banyak diperbincangkan adalah perilaku bullying sebagai bentuk penindasan terhadap korban yang lemah dengan melakukan hal-hal yang tidak disukai secara berulang. Perilaku ini tidak dapat diterima dalam kehidupan sosial. Secara fisik, pelaku bullying tidak selalu berasal dari anak yang bertubuh besar dan kuat. Anak dengan postur kecil atau sedang pun dapat menjadi pelaku apabila memiliki pengaruh atau dominasi psikologis yang kuat di antara teman-temannya. Penelitian difokuskan pada upaya mencengah bullying di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menambah pengetahuan anak tentang bullying itu sendiri mulai dari pengertian, bullying, pencegahan dan solusi terhadap tindakan bullying. Pendekatan yang dilakukan dengan metode kualitatif yaitu dengan observasi dan wawancara. Adapun hasil hasil layanan informasi yang didapatkan bahwa masih banyak siswa sekolah dasar yang belum mengenal apa itu bullying. Walaupun sesungguhnya beberapa siswa pernah mengalami dan diperlakukan kasar oleh teman ataupun guru disekolah. Anak- anak yang menjadi korban bullying memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami berbagai masalah mental seperti depresi, kegelisahan, dan masalah tidur yang mungkin berlanjut hingga dewasa. Bertindak tegas terhadap pelaku bullying juga merupakan langkah penting dalam menangani kasus bullying. Tindakan tegas tidak berarti bersikap kasar, namun bertujuan untuk membuat pelaku bullying menyadari kesalahannya dan menanggung konsekuensi atas perbuatannya.