Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS SWOT TERHADAP PENGEMBANGAN POTENSI WISATA AIR TERJUN SITAPIGAGAN DI KECAMATAN SIANJUR MULA-MULA Sahala Fransiskus Marbun; Rely Noviyanti Lumbantobing; Dini Deswina Sagala; Ester Tinor Julianty Siagian
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata merupakan sektor strategis yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia serta berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan identitas budaya lokal. Kabupaten Samosir sebagai bagian dari Destinasi Pariwisata Super Prioritas Danau Toba memiliki berbagai potensi wisata alam, salah satunya Air Terjun Sitapigagan di Kecamatan Sianjur Mula-Mula. Meskipun memiliki keunikan visual, nilai budaya, dan keasrian lingkungan yang tinggi, destinasi ini belum berkembang optimal akibat keterbatasan aksesibilitas, minimnya infrastruktur, dan rendahnya promosi. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi dan tantangan pengembangan Air Terjun Sitapigagan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan analisis data sekunder. Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perkembangan destinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama destinasi terletak pada keindahan alam yang unik, nilai budaya yang kuat, serta lokasinya dalam Geopark Kaldera Toba. Namun, kelemahan signifikan ditemukan pada akses jalan yang buruk, tidak adanya fasilitas dasar, dan ketiadaan pengelolaan profesional. Peluang pengembangan mencakup tren wisata alam yang meningkat, dukungan pemerintah terhadap pengembangan Danau Toba, dan potensi pemasaran digital. Adapun ancaman meliputi persaingan destinasi lain, degradasi lingkungan, dan risiko hilangnya nilai budaya. Berdasarkan matriks SWOT, strategi pengembangan yang direkomendasikan meliputi promosi digital berbasis visual, advokasi perbaikan infrastruktur, penguatan kapasitas masyarakat, serta pengembangan wisata berbasis budaya dan komunitas. Pengembangan yang terencana dan berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata, mendukung perekonomian masyarakat lokal, serta menjaga kelestarian lingkungan dan budaya Air Terjun Sitapigagan
Karakteristik Pupuk Organik Cair Berbasis Limbah Cangkang Telur Ditinjau dari Kandungan Unsur Hara N, P, dan K Dini Deswina Sagala; Nilfais Laia; Mesi Tambunan; Rahel Namisa Br. Ginting; Elfayetti Elfayetti; Elsa Kardiana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cangkang telur merupakan salah satu limbah rumah tangga yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik cair karena mengandung berbagai mineral yang bermanfaat bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pupuk organik cair berbasis limbah cangkang telur ditinjau dari kandungan unsur hara nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Metode penelitian dilakukan melalui proses fermentasi limbah cangkang telur dengan penambahan bahan organik pendukung dan bioaktivator selama periode tertentu. Selanjutnya, pupuk organik cair yang dihasilkan dianalisis kandungan unsur haranya menggunakan metode laboratorium untuk mengetahui kadar N, P, dan K. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik cair berbasis limbah cangkang telur memiliki kandungan unsur hara yang berbeda-beda tergantung pada komposisi bahan dan lama fermentasi. Kandungan nitrogen berperan dalam pertumbuhan vegetatif tanaman, fosfor mendukung perkembangan akar dan pembungaan, sedangkan kalium berfungsi meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit dan memperbaiki kualitas hasil panen. Berdasarkan hasil analisis, pupuk organik cair dari limbah cangkang telur berpotensi dimanfaatkan sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan yang dapat mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus mengurangi pencemaran limbah organik rumah tangga.