Bagas Aryaseta
Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisa Perbandingan Daya Dukung Pondasi Borepile dengan Perbesaran Dimensi Ujung Pondasi Berdasarkan Data N-Spt pada Proyek Jembatan Naufal Angger Wasesa; Dian Purnamawati Solin; Bagas Aryaseta
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 10 No. 3 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v10i3.186

Abstract

Pondasi bored pile, yang sering digunakan dalam konstruksi jembatan, memiliki daya dukung yang dipengaruhi oleh gesekan selimut dan tahanan ujung tiang, di mana peningkatan dimensi ujung pondasi dapat secara signifikan meningkatkan kapasitas dukung ujung (end bearing capacity) dan kapasitas dukung total. Penelitian ini mengadopsi pendekatan deskriptif dengan memanfaatkan data proyek, membandingkan kinerja pondasi bored pile berdiameter 1 meter dan 1,85 meter (dengan ujung berbentuk bel) pada kedalaman 20 meter. Data N-SPT dikoreksi terhadap prosedur lapangan, tekanan overburden, dan muka air tanah sebelum digunakan dalam analisis. Perhitungan daya dukung dilakukan menggunakan dua metode analitis yaitu Nakazawa dan Luciano Decourt, serta dengan pendekatan program bantu untuk pengolahan data yang lebih akurat. Hasil analisis menunjukkan bahwa pondasi tanpa perbesaran ujung tiang memiliki daya dukung ultimate sebesar 1398,94 Ton dibandingkan dengan pondasi yang diperbesar pada ujung tiang sebesar 2717,72 Ton mengindikasikan peningkatan daya dukung sebesar 92% dengan perbesaran menurut metode Nakazawa. Perbandingan antara metode analitis dan program bantu menunjukkan variasi hasil, namun metode Nakazawa dinilai memberikan hasil yang lebih akurat dan mendekati perhitungan program bantu.
Analisis Stabilitas Lereng Jalan Tol Dengan Variasi Kemiringan Menggunakan Program GeoSlope Ifthar Ramadhana Wahyudi; Yerry Kahaditu Firmansyah; Bagas Aryaseta
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 10 No. 3 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v10i3.187

Abstract

Desain geometri lereng merupakan aspek penting dalam pembangunan infrastruktur di wilayah berkontur, karena berpengaruh langsung terhadap efisiensi lahan dan stabilitas lereng. Sudut kemiringan menjadi parameter utama dalam perencanaan lereng, di mana sudut yang lebih curam menghemat lahan namun meningkatkan risiko longsor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi sudut kemiringan terhadap kestabilan lereng dengan memanfaatkan data uji Standard Penetration Test (SPT) dan perangkat lunak GeoSlope (Slope/W). Tahapan analisis dimulai dari koreksi nilai N-SPT terhadap tekanan overburden, dilanjutkan dengan korelasi parameter tanah seperti kohesi (c), sudut geser dalam (ϕ), dan berat volume (γ). Analisis dilakukan dalam kondisi statis menggunakan metode Bishop Simplified. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lereng eksisting dengan sudut 45° memiliki nilai faktor keamanan (FoS) sebesar 2,093 yang sangat stabil. Pada variasi sudut 55° dan 65°, nilai FoS masing-masing sebesar 1,772 dan 1,549, masih dalam batas aman (FoS > 1,5). Namun, pada sudut 75°, nilai FoS turun menjadi 1,340, di bawah ambang batas kestabilan. Dengan demikian, peningkatan sudut kemiringan hingga 65° masih dapat diterima untuk mengurangi kebutuhan lahan, selama tidak terdapat gangguan eksternal yang signifikan.
Analisis Daya Dukung dan Penurunan Tiang Pancang dengan Pre Boring pada Proyek Jembatan JLS LOT 3 Blitar, Jawa Timur Muhammad Ainun Nashrul Majid; Yerry Kahaditu Firmansyah; Bagas Aryaseta
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 10 No. 3 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v10i3.192

Abstract

Pada pembangunan JLS Lot 3 segmen Pantai Serang – Sumbersih di STA 2+400, dibangun jembatan dengan kondisi tanah berupa batu kapur dan terdapat lapisan tanah lensa yang berpotensi membahayakan konstruksi. Awalnya digunakan fondasi tiang bor, namun karena kendala waktu dan cuaca dilakukan redesain menggunakan fondasi tiang pancang dengan metode pre-boring pada tanah keras (SPT > 50). Analisis daya dukung tiang dilakukan dengan metode Luciano Decourt, sedangkan penurunan menggunakan Plaxis. Hasil perhitungan menunjukkan daya dukung tiang tunggal aman karena nilai Qu selalu lebih besar dari Qijin, misalnya pada Abutment 1 Qu = 1214,6 ton dan Qijin = 404,9 ton, serta pada Pilar 2 Qu = 1254,1 ton dan Qijin = 418,0 ton. Pada analisis kelompok, daya dukung izin (P izin) juga lebih besar dari Pu, seperti pada Abutment 1 Pu = 2000 ton dan P izin = 6040,29 ton. Penurunan fondasi sangat kecil, antara 0,1406 mm hingga 0,7588 mm, jauh di bawah batas izin 18,5 mm.Dengan demikian, fondasi tiang pancang pada abutment maupun pilar dinyatakan aman dari segi daya dukung tunggal, kelompok, maupun penurunan, sehingga layak digunakan untuk mendukung beban jembatan.