Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN DALAM PENDIDIKAN KARAKTER SISWA-SISWI KELAS VI DI LEMBAGA PENDIDIKAN MADRASAH IBTIDAIYAH ADDA’WAH PARUNGKUDA Riana Setiani; Siti Nurherlina; Mahwa Dalimi; Kun Nurachadijat
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 1 No. 02 (2024): JULI 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan selalu mengalami kemajuan. Guru pun diarahkan  untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan media pembelajaran agar dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Secara umum, media pembelajaran sendiri adalah alat bantu dalam proses belajar mengajar. Penggunaan media secara kreatif akan memperbesar kemungkinan bagi siswa untuk belajar lebih banyak, mengetahui apa yang dipelajarinya dengan baik, dan meningkatkan penampilan dalam melakukan keterampilan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Bahkan dengan adanya media pembelajaran juga bisa membentuk karakter peserta didik. Media pembelajaran memang diakui sebagai salah satu faktor pendukung yang sangat penting dalam proses belajar-mengajar. Pernyataan tersebut didukung dengan banyaknya penelitian yang mendukung penggunaan media pembelajaran.  Namun, media pembelajaran hanya efektif ketika digunakan dengan bijaksana dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Guru perlu memilih media yang relevan, menyesuaikan penggunaannya dengan kebutuhan siswa, dan mengintegrasikannya dengan baik dalam rencana pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk mengetahui pengunaan media pembalajaran proyektor dalam Pendidikan karakter Hasil dari penilitian yang dilakukan di Lembaga Pendidikan MI Adda’wah yaitu penggunaan media pembelajaran proyektor (audio visual) tidak begitu mempengaruhi karakter siswa kelas VI karena Sebagian siswa menganggap itu hanya rangkain dari pembelajaran. Dan karakter beberapa siswa tidak sesuai dengan indikator keberhasilan Pendidikan karakter.   Adapun kekurangan dari para guru dalam menggunakan media pembelajaran proyektor bisa diperbaiki dengan pemahaman Kembali oleh para guru tentang penggunaan media pembelajaran.
Analysis of Reading Errors in the Application of the Law of Nun Sukun and Mim Sukun in Grade 6 Students of MI Daarussa'adah in Parungkuda Sukabumi Yulia Sanica Popy; Mahwa Dalimi; Siti Nurherlina; Sherly Selvianawati; Muhamad Ibnu Malik
Al-Hukumah: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Konsultan Jurnal Ilmiah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63738/al-hukumah.v2i1.29

Abstract

Tajwid instruction at the Madrasah Ibtidaiyah level continues to face challenges related to students’ low accuracy in Qur’anic recitation, particularly in the application of the rules of nun sukun and mim sukun. Recitation errors that are not corrected promptly tend to become persistent habits and negatively affect the overall quality of Qur’anic reading. This study aims to analyze the forms of recitation errors in the application of nun sukun and mim sukun rules, identify the recitation rules that are most frequently misapplied, and examine the factors contributing to these errors among sixth-grade students at MI Daarussa’adah Parungkuda Sukabumi. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation of students’ recitation during Qur’an learning activities and daily tahfidz sessions, interviews with teachers and students, and supporting documentation. The findings indicate that recitation errors are systematic and recurrent, particularly in the application of ikhfa’, ikhfa’ shafawi, and idgham bighunnah, influenced by limited phonetic mastery, habitual recitation without continuous correction, and learning orientations that prioritize fluency over accuracy. The conclusion emphasizes the importance of balanced integration between tajwid instruction and tahfidz activities. The implications of this study provide a practical foundation for developing more applicable tajwid learning strategies oriented toward improving the quality of students’ Qur’anic recitation.