Pendidikan selalu mengalami kemajuan. Guru pun diarahkan untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan media pembelajaran agar dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Secara umum, media pembelajaran sendiri adalah alat bantu dalam proses belajar mengajar. Penggunaan media secara kreatif akan memperbesar kemungkinan bagi siswa untuk belajar lebih banyak, mengetahui apa yang dipelajarinya dengan baik, dan meningkatkan penampilan dalam melakukan keterampilan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Bahkan dengan adanya media pembelajaran juga bisa membentuk karakter peserta didik. Media pembelajaran memang diakui sebagai salah satu faktor pendukung yang sangat penting dalam proses belajar-mengajar. Pernyataan tersebut didukung dengan banyaknya penelitian yang mendukung penggunaan media pembelajaran. Namun, media pembelajaran hanya efektif ketika digunakan dengan bijaksana dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Guru perlu memilih media yang relevan, menyesuaikan penggunaannya dengan kebutuhan siswa, dan mengintegrasikannya dengan baik dalam rencana pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk mengetahui pengunaan media pembalajaran proyektor dalam Pendidikan karakter Hasil dari penilitian yang dilakukan di Lembaga Pendidikan MI Adda’wah yaitu penggunaan media pembelajaran proyektor (audio visual) tidak begitu mempengaruhi karakter siswa kelas VI karena Sebagian siswa menganggap itu hanya rangkain dari pembelajaran. Dan karakter beberapa siswa tidak sesuai dengan indikator keberhasilan Pendidikan karakter. Adapun kekurangan dari para guru dalam menggunakan media pembelajaran proyektor bisa diperbaiki dengan pemahaman Kembali oleh para guru tentang penggunaan media pembelajaran.