Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENERAPAN ANBK  DI MIS DAARUSSA’ADAH Yulia Sanica Popy; Ana Khoerul fadillah; Kun Nurachadihat
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 1 No. 02 (2024): JULI 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANBK merupakan suatu sistem penilaian yang menggunakan teknologi komputer untuk menilai kemampuan belajar siswa dalam berbagai mata pelajaran. Hal ini memungkinkan siswa untuk mengakses dan meninjau materi pembelajaran mereka secara efektif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode ini memungkinkan untuk memahami dan menjelaskan kompleksitas yang mendalam melalui pengumpulan dan analisis penjelasan dan interpretasi. Proses pengumpulan data penelitian ini menggunakan observasi kualitatif, wawancara mendalam dan tinjauan pustaka. Observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap guru dilakukan. Dengan pendekatan positif tersebut, diharapkan penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai penerapan ANBK di sekolah MI dan dampaknya terhadap penelitian pendidikan. Pemanfaatan teknologi dalam ANBK juga membantu guru untuk beradaptasi dan meningkatkan lingkungan pengajarannya. Ini meningkatkan motivasi siswa, motivasi, dan pengalaman belajar secara keseluruhan. Pemanfaatan teknologi di ANBK juga meningkatkan lingkungan belajar, mendorong diskusi dan lingkungan belajar yang menyenangkan. Hal ini juga membantu menjaga konsistensi antara penggunaan teknologi dan interaksi kelas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk memahami dan menjelaskan fenomena kompleks melalui pengumpulan dan analisis data. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang Pendidikan Komputerisasi Nasional (ANBK) di sekolah dan dampaknya terhadap penilaian pendidikan. Penelitian menunjukkan bahwa terlepas dari sistem pendidikan tradisional, penggunaan komputer di sekolah memberikan pengalaman belajar yang penting dan sosial, memotivasi guru dan meningkatkan kinerja siswa. lain itu, survei nasional juga berupaya menilai kinerja sekolah/madarasah. Tidak hanya itu, Asesmen Nasional juga untuk mengevaluasi kinerja suatu sekolah/madrasah yang nantinya akan menghasilkan informasi terkait dengan kualitas pembelajaran. Hasil tersebut menjadi bahan untuk perbaikan terhadap kompetensi dan karakter yang dimiliki oleh peserta didik
Analysis of Reading Errors in the Application of the Law of Nun Sukun and Mim Sukun in Grade 6 Students of MI Daarussa'adah in Parungkuda Sukabumi Yulia Sanica Popy; Mahwa Dalimi; Siti Nurherlina; Sherly Selvianawati; Muhamad Ibnu Malik
Al-Hukumah: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Konsultan Jurnal Ilmiah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63738/al-hukumah.v2i1.29

Abstract

Tajwid instruction at the Madrasah Ibtidaiyah level continues to face challenges related to students’ low accuracy in Qur’anic recitation, particularly in the application of the rules of nun sukun and mim sukun. Recitation errors that are not corrected promptly tend to become persistent habits and negatively affect the overall quality of Qur’anic reading. This study aims to analyze the forms of recitation errors in the application of nun sukun and mim sukun rules, identify the recitation rules that are most frequently misapplied, and examine the factors contributing to these errors among sixth-grade students at MI Daarussa’adah Parungkuda Sukabumi. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation of students’ recitation during Qur’an learning activities and daily tahfidz sessions, interviews with teachers and students, and supporting documentation. The findings indicate that recitation errors are systematic and recurrent, particularly in the application of ikhfa’, ikhfa’ shafawi, and idgham bighunnah, influenced by limited phonetic mastery, habitual recitation without continuous correction, and learning orientations that prioritize fluency over accuracy. The conclusion emphasizes the importance of balanced integration between tajwid instruction and tahfidz activities. The implications of this study provide a practical foundation for developing more applicable tajwid learning strategies oriented toward improving the quality of students’ Qur’anic recitation.