Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengenalan Digitalisasi Marketing (Aplikasi Berbasis Website) untuk Meningkatkan Daya Saing Produk Kakao di Kabupaten Polewali Mandar Hikmah, Aulia Nurul; Astaman, Putra; Darwis, Muhammad; Rosyita, Dita; Maharani, Intan Mega; Basri, Zulkifli
Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi : Agrisevika Vol. 2 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/agrisevika.v2i1.17

Abstract

Pemasaran produk pertanian masih kurang inovatif, disisi lain ketahanannya masih rendah dari serangan bakteri dan pembusukan. Tujuan pelatihan ini untuk mengenalkan kepada petani sarana pemasaran online berbasis web dan media social. Pelaksanaan dilakukan secara terstruktur mulai dari penyuluhan hingga praktik pengenalan media online. Metode yang digunakan meliputi bimbingan teknis peningkatan kapasitas SDM, fermentasi biji kakao, serta yang utama adalah pembuatan aplikasi pemasaran berbasis web. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa digital marketing menjanjikan jangkauan pasar yang lebih luas, biaya yang lebih murah, hasil yang terukur, dan efektif. Channel yang dapat dimanfaatkan meliputi website, media sosial, email marketing, dan marketplace. Pemanfaatan ICT dinilai mampu menjembatani kesenjangan informasi, mengoptimalkan proses bisnis, serta menjadi solusi untuk memasarkan produk pertanian secara lebih efisien dan transparan. Disimpulkan bahwa adopsi digital marketing merupakan strategi penting untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani kakao di Indonesia.
PERAN MEDIASI KAPASITAS ADAPTIF DALAM DAMPAK RISIKO LINGKUNGAN DAN INSTITUSIONAL TERHADAP KETAHANAN MATA PENCAHARIAN PETANI: The Mediating Role of Adaptive Capacity in The Impact of Environmental and Institutional Risks on Livelihood Resilience of Farmers Astaman, Putra; Hikmah, Aulia Nurul; Dassir, Muhammad; Rosyita, Dita; Maharani, Intan Mega
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 25 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa25220255022

Abstract

Petani menghadapi risiko lingkungan, ekonomi, dan institusional yang mengancam penghidupan dan meningkatkan kerentanan terhadap kemiskinan serta kerawanan pangan. Penelitian ini mengkaji risiko-risiko tersebut dan mengevaluasi kapasitas adaptif petani dalam mengelolanya. Studi menggunakan metode kuantitatif dengan survei dan wawancara terhadap 372 responden petani di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, yang dipilih melalui stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Model-Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil menunjukkan bahwa risiko lingkungan (β = –0.632) dan institusional (β = –0.366) secara signifikan mengurangi kapasitas adaptif, sementara risiko ekonomi tidak berpengaruh signifikan. Kapasitas adaptif secara signifikan meningkatkan ketahanan penghidupan (β = 0.921) dan memediasi pengaruh risiko lingkungan dan institusional. Model ini menjelaskan 74,0% varians kapasitas adaptif dan 83,4% varians ketahanan penghidupan. Temuan menyoroti peran kritis kapasitas adaptif dan menekankan pentingnya mengurangi risiko lingkungan serta institusional sambil memperkuat kapasitas adaptif untuk mendukung penghidupan pertanian berkelanjutan. Rekomendasi mencakup pertanian cerdas iklim, pengelolaan lahan berkelanjutan, dan kebijakan yang mendukung. Kata kunci: Keberlanjutan Pertanian, Pertanian Cerdas Iklim, Risiko Ekonomi, Risiko Kelembagaan, Risiko Lingkungan. Farmers face environmental, economic, and institutional risks that threaten their livelihoods and increase vulnerability to poverty and food insecurity. This study examines these risks and evaluates farmers' adaptive capacity in managing them. The study used quantitative methods with surveys and interviews with 372 farmer respondents in Luwu Regency, South Sulawesi, selected through stratified random sampling. Data were analyzed using Structural Equation Model-Partial Least Squares (SEM-PLS). The results show that environmental (β = –0.632) and institutional (β = –0.366) risks significantly reduce adaptive capacity, while economic risks have no significant effect. Adaptive capacity significantly increases livelihood resilience (β = 0.921) and mediates the effects of environmental and institutional risks. The model explains 74.0% of the variance in adaptive capacity and 83.4% of the variance in livelihood resilience. The findings highlight the critical role of adaptive capacity and emphasize the importance of reducing environmental and institutional risks while strengthening adaptive capacity to support sustainable agricultural livelihoods. Recommendations include climate-smart agriculture, sustainable land management, and supportive policies. Keywords: Environmental risk; Economic risk; Institutional risk; Sustainable agriculture; Climate-smart agriculture.
Disrupted Plurality in Agricultural Sustainability Narratives Worldwide Maharani, Intan Mega; Rosyita, Dita; Astaman, Putra; Hikmah, Aulia Nurul; Widayanti, Annisa Vira
Tarjih : Agribusiness Development Journal Vol. 5 No. 2 (2025): VOLUME 05, NOMOR 02, DESEMBER 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/tadj.v5i2.1057

Abstract

Sustainability has become central in global agricultural research, especially since the SDGs’ adoption in 2015. However, technocratic and market-based narratives still dominate, sidelining equity-based and community-rooted knowledge, particularly from developing countries. This study analyzes 411 Scopus-indexed articles (1990–2025) using bibliometric methods. Focusing on co-authorship, corresponding authorship, and citation networks, the analysis compares the pre-SDG (1990–2014) and SDG (2015–2025) periods. The findings show that, despite expanded international collaboration and increased participation from the Global South in the SDG era, epistemic leadership and citation visibility remain highly concentrated within Global North institutions. While Global South contributions have grown, their largely peripheral positioning limits their influence over dominant sustainability framings. These results indicate that sustainability framing in agricultural research is not conceptually neutral but structurally conditioned by unequal knowledge systems. Addressing such epistemic asymmetries is therefore essential for enabling more plural and context-sensitive sustainability discourses.
Assessing the Impact of RED II and EUDR on Indonesia’s Palm Oil Export Market Share and Market Concentration in the European Union Rosyita, Dita; Maharani, Intan Mega; Astaman, Putra; Hikmah, Aulia; Rachmadhan, Aditya Arief
Tarjih : Agribusiness Development Journal Vol. 5 No. 2 (2025): VOLUME 05, NOMOR 02, DESEMBER 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/tadj.v5i2.1063

Abstract

The Renewable Energy Directive II (RED II) and the European Union Deforestation Regulation (EUDR) are the European Union’s primary policy instruments for achieving energy transition targets, sustainability standards, and emission-reductions. These regulations restrict the use of palm oil as a feedstock for biodiesel and tighten traceability requirements for deforestation-free products, thereby potentially affecting Indonesia’s export performance. This study aims to analyze changes in share and market concentration of Indonesia’s palm oil exports (HS 151100) in four major EU destination countries, the Netherlands, Italy, Spain, and Germany, following the implementation of RED II and the early phase of EUDR implementation. This research employed time series data from 2011 to 2024, divided into two periods: seven years before the policy implementation and seven years representing the early phase of RED II (2019-2024). However, the data remain limited for comprehensively assessing the impact of the EUDR, as they only cover the 2023-2024 period. The methods used include the Market Share Index (MSI), the Herfindahl-Hirschman Index (HHI), and a two-mean difference test using a paired sample t-test. The results show a significant decline in Indonesia’s market share in three main countries, Netherlands, Italy, and Spain following the implementation of the policies, while Germany remains relatively stable. The HHI value decreased from 0.016 to 0.06, indicating a shift in market structure from a moderately concentrated market to a more differentiated oligopoly market. This change indicates that Indonesia has undertaken market diversification in response to increasing non-tariff barriers and policy risks imposed by the European Union. 
Pelatihan Data Makro Strategi Peningkatan Kualitas Riset dan Kompetensi Praktis Mahasiswa Rosyita, Dita; Maharani, Intan Mega; Astaman, Putra; Hikmah, Aulia Nurul; Atasa, Dita; Ningsih, Yesi Mustika
Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi : Agrisevika Vol. 2 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/agrisevika.v2i2.29

Abstract

Salah satu hal krusial yang perlu dikuasai mahasiswa dalam pelaksanaan penelitian adalah penguasaan beragam jenis data seperti data makro. data ini penting dikuasai untuk mendukung pengembangan kebaharuan dalam penyusunan karya ilmiah, penelitian, maupun tugas akhir. Namun masih banyak mahasiswa yang belum menguasai konsep dan teknik pengumpulan data makro. Oleh sebab itu, diadakan pelatihan pengenalan data makro yang dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2025 di Laboratorium Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Peserta adalah 40 mahasiswa Agribisnis. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan skill mahasiswa dalam memanfaatkan data sekunder makro. Metode yang digunakan yaitu perumusan materi dan metode pembelajaran, pemilihan narasumber, pelaksanaan sesi diskusi, dan evaluasi dengan pre-test dan post-test. Hasil evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan bahwa, pemahaman peserta terkait data makro meningkat  11,1%-3,8% dari 88,9%-96,2% menjadi 100%. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan  data makro benar-benar memberikan dampak yang signifikan dan positif bagi peserta.