Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI MARKET DAY P5RA UNTUK MENINGKATKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN SISWA MI SULLAM TAUFIQ Azzahra, Hana Syaifa; Nafilatul Khusna; Risna Afiana; Rizkiatul Nadila; Muhamad Khansa Maulana; Ferida Rahmawati
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 4 (2025): Vol. 5 No. 4 Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i4.4207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kegiatan Market Day dalam program Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil ‘Alamin (P5RA) di MI Sullam Taufiq Kajen Pekalongan serta menganalisis kontribusinya terhadap peningkatan jiwa kewirausahaan siswa. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya pendidikan dasar sebagai pondasi pembentukan karakter dan keterampilan hidup, termasuk kemandirian, kreativitas, dan tanggung jawab yang menjadi bagian dari jiwa kewirausahaan. Market Day dipandang sebagai salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang mampu memberikan pengalaman nyata kepada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala madrasah, guru, dan siswa yang terlibat langsung dalam pelaksanaan Market Day. Analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman dengan tahapan reduksi, penyajian, serta penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Market Day efektif dalam melatih siswa merencanakan, memproduksi, memasarkan, hingga menjual produk. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan praktis, tetapi juga menumbuhkan karakter seperti kemandirian, kreativitas, tanggung jawab, kerja sama, dan kejujuran. Selain itu, Market Day sejalan dengan Kurikulum Merdeka serta menanamkan nilai religius dan etika berdagang dalam Islam. Dengan demikian, Market Day terbukti menjadi strategi pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan aspek akademik, sosial, karakter, dan spiritual, sekaligus membentuk jiwa kewirausahaan siswa sejak dini.
RECONSTRUCTING THE HARMONIZATION OF SCIENCE AND RELIGION THROUGH PROBLEM-BASED LEARNING TO DEVELOP HIGHER-ORDER THINKING SKILLS (HOTS) IN ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS: AN SLR Risna Afiana; Finka Putri Shoumi; Nia Ansyafani; Nanang Hasan Susanto
Al - Mujaddid: Jurnal Ilmu-ilmu Agama Vol 8 No 1 (2026): Al - Mujaddid : Jurnal Ilmu-ilmu Agama
Publisher : STAI Sebelas April Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51482/almujaddid.v8i1.139

Abstract

The development of 21st-century education demands that students possess Higher Order Thinking Skills (HOTS) supported by meaningful, character-oriented learning. However, the implementation of learning in elementary schools still shows a dichotomy between science and religion, so that the learning process has not been able to optimally develop higher-order thinking skills and spiritual values. This study aims to reconstruct the harmonization of science and religion through the application of Problem Based Learning (PBL) in the development of HOTS in elementary school students. The study used a qualitative approach with the Systematic Literature Review (SLR) method. Data were obtained from scientific articles published in the period 2019–2025 through the Google Scholar, Garuda, ERIC, and Scopus databases. The review process was carried out through identification, selection, data extraction, synthesis of findings, and content analysis of 30 articles that met the inclusion criteria. The results of the study indicate that PBL is effective in improving higher-order thinking skills, especially in the aspects of analysis, evaluation, and creation, while also improving students' critical thinking, problem-solving, communication, and collaboration skills. The integration of religious values ​​in each stage of PBL provides a more holistic learning experience by connecting scientific phenomena and spiritual values. However, its implementation still faces obstacles such as limited teacher competency, limited learning time, and a lack of integrated learning tools. This research confirms that harmonizing science and religion through PBL is a relevant strategy for developing students' intellectual and spiritual intelligence. Therefore, the development of learning tools and teacher training are necessary for optimal implementation of this model in elementary schools.