Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Kasus UMKM Saung Madu Widodo: Pengembangan Inovasi Jenis Produk Madu Murni Dengan Metode Quality Function Deployment (QFD) Rengganis, Dewi; Nabila, Azra; Sari, I Rahmallya; Hummairoh, Siti Hanifah; Zahira, Haniifa; Raisya, Nabila Shofia; Paskha, Veronika Githa; Simanullang, Seventina; Wahyudi, Rizqi; Mardiono, Intan
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 6 (2025): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i6.625

Abstract

Di era globalisasi, pelaku usaha dituntut untuk berinovasi, dimana kemasan produk berperan penting sebagai identitas visual dan pembeda di pasar yang kompetitif. Meskipun Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki kontribusi besar bagi perekonomian, banyak yang masih menghadapi tantangan dalam menyesuaikan inovasi produk dengan preferensi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Quality Function Deployment (QFD) sebagai strategi inovasi produk madu murni pada UMKM Saung Madu Widodo yang berorientasi pada kebutuhan konsumen, guna meningkatkan daya saing. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif deskriptif. Proses QFD digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, yang kemudian diterjemahkan menjadi spesifikasi teknis untuk perancangan dan pengembangan. Hasil analisis House of Quality (HOQ) menunjukkan bahwa kebutuhan utama pelanggan adalah informasi mengenai madu di kemasan, yang memiliki bobot kepentingan tertinggi (25%). Berdasarkan perhitungan relative importance, prioritas pengembangan teknis tertinggi adalah ketersediaan di marketplace (19%), diikuti ukuran kemasan saset (17%) dan label kemasan menarik (17%). Pengembangan produk Madu Murni Widodo selanjutnya perlu difokuskan pada penyempurnaan informasi dan tampilan kemasan, variasi ukuran saset yang praktis, serta peningkatan ketersediaan produk di marketplace agar lebih mudah dijangkau konsumen.
Analisis Kesiapan Organisasi (Organizational Readiness) dalam Transformasi Digital Perusahaan Manufaktur Arang Lampung Sari, I Rahmallya; Tobing, Rahel Maulitua; Hummairoh, Siti Hanifah
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 8 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i8.699

Abstract

Transformasi digital menjadi tantangan strategis bagi perusahaan manufaktur, termasuk industri arang skala kecil dan menengah di Lampung, yang masih didominasi oleh proses konvensional dan keterbatasan sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan organisasi dalam mendukung transformasi digital dengan meninjau peran keinovatifan, perumusan strategi pemasaran, dan implementasi strategi pemasaran terhadap kinerja organisasi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner berskala Likert kepada karyawan dan manajemen perusahaan manufaktur arang di Lampung. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keinovatifan berpengaruh positif terhadap kinerja organisasi. Selain itu, strategi pemasaran terbukti memediasi pengaruh keinovatifan terhadap kinerja organisasi, dengan perumusan strategi pemasaran memiliki peran yang lebih kuat dibandingkan implementasinya. Temuan ini mengindikasikan bahwa kesiapan organisasi lebih dominan pada aspek sikap inovatif dan perencanaan strategis, sementara tahap implementasi masih menghadapi kendala, terutama terkait keterbatasan sumber daya dan pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesiapan organisasi perusahaan manufaktur arang di Lampung berada pada tingkat menengah, sehingga diperlukan penguatan pada aspek implementasi strategi dan pengembangan kapabilitas digital agar transformasi digital dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.