Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Digital Technology as a Communication Media in Improving Students' Knowledge Diah Nirmala Dewi; Komang, Trisna Dewi
LUNAR Vol 9 No 2 (2025): Lunar: Language and Art Journal
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/ln.v9i2.5267

Abstract

This study aimed to understand how digital technology, as a communication tool, can help improve students' knowledge. The researcher used a descriptive qualitative approach. To gather information, the study included library research and interviews. The data came from students' opinions about digital technology. There were 5 students being interviewed. The data was processed in four steps: collecting the data, organizing it, analyzing it, and describing it. From the results, the researcher found that when digital technology improves, it gives students many ways to get the knowledge they need.
KOMUNIKASI INTRABUDAYA TRADISI MANTU KUCING MASYARAKAT HINDU DESA GRAJAGAN KECAMATAN PURWOHARJO KABUPATEN BANYUWANGI JAWA TIMUR Weda Dewi Parwati; Anggara Putu Dharma Putra; Diah Nirmala Dewi
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Komunikasi Intrabudaya dalam Tradisi Mantu Kucing pada masyarakat Hindu Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Permasalahan karena kurangnya pemahaman generasi muda terhadap arti dan nilai dari tradisi tersebut. Terdapat tiga rumusan masalah yaitu (1) Bagaimana Pola komunikasi intrabudaya dalam pelaksanaan Tradisi Mantu Kucing pada masyarakat Hindu di Desa Grajagan Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, (2) Bagaimana Hambatan Komunikasi Intrabudaya dalam Tradisi Mantu Kucing di Desa Grajagan Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi?, (3) Bagaimana Implikasi komunikasi intrabudaya melalui pelaksanaan Tradisi Mantu Kucing pada Masyarakat Hindu di Desa Grajagan Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur? Metode yang diterapkan bersifat kualitatif dengan pendekatan yang deskriptif, menggunakan teknik pengumpulan data melalui pengamatan, wawancara, dan pengumpulan dokumen dari narasumber. Data diperoleh dari proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan menggunakan teori komunikasi budaya, teori nilai, teori fungsional struktural. Tujuan penelitian untuk memahami komunikasi intrabudaya dan bagaimana fungsinya dalam menjaga nilai sosial serta religius masyarakat Hindu di Desa Grajagan. Hasil penelitian bahwa komunikasi intrabudaya dalam Tradisi Mantu Kucing berlangsung melalui interaksi verbal, nonverbal, serta simbolik yang melibatkan seluruh masyarakat dalam menyampaikan nilai budaya dan religius. Namun, terdapat hambatan dalam komunikasi seperti (1) Kurangnya pemahaman dikalangan generasi muda, (2) Keterbatasan penyampaian makna dari sesepuh lebih fokus pelaksanaan ritual, (3) Dampak perkembangan zaman modern menyebabkan perubahan nilai budaya. Dampak komunikasi intrabudaya mencakup nilai religius, sosial, dan budaya. Oleh karena itu, komunikasi intrabudaya memiliki peranan penting untuk meningkatkan komunikasi yang efektif dan efisien agar generasi muda lebih paham nilai tradisi ini.
STRATEGI KOMUNIKASI ORANG TUA DALAM MENCEGAH PERILAKU NEGATIF PENGGUNAAN SMARTPHONE PADA ANAK DI SD NEGERI 1 PENATAHAN Dewi Indah Pratiwi, Kadek; Wastawa, I Wayan; Diah Nirmala Dewi
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi orang tua mengenai penggunaan smartphone dengan anak, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi orang tua ketika membahas penggunaan smartphone, dan menguraikan teknik komunikasi yang digunakan untuk menghindari kebiasaan smartphone yang berbahaya pada anak-anak di SD Negeri 1 Penatahan. Metodologi kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Lokasi penelitian adalah SD Negeri 1 Penatahan di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Data dikumpulkan menggunakan observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan tinjauan pustaka. Orang tua berperan sebagai informan utama penelitian, sedangkan guru dan siswa berperan sebagai informan sekunder. Model Miles dan Huberman, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, digunakan untuk mengevaluasi data. Triangulasi sumber dan pendekatan digunakan untuk menilai validitas data. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan pengasuhan otoriter, permisif, dan demokratis termasuk dalam pola komunikasi orang tua dengan anak-anak tentang penggunaan smartphone. Pola demokratis biasanya lebih umum di antara ketiganya karena dibedakan oleh komunikasi terbuka, percakapan, dan upaya untuk membantu anak-anak memahami. Orang tua menghadapi sejumlah kendala, seperti faktor psikologis, emosional, dan lingkungan, serta kurangnya waktu dan pengawasan. Hambatan psikologis, seperti ketergantungan anak pada ponsel pintar dan ketidakmampuan untuk menerima batasan orang tua, merupakan kendala yang paling menonjol. Mediasi restriktif, mediasi penggunaan bersama, dan mediasi aktif termasuk di antara taktik komunikasi yang telah dipraktikkan. Di antara ketiga taktik ini, intervensi proaktif adalah strategi yang paling umum, menawarkan anak-anak bimbingan, nasihat, dan instruksi yang jelas tentang penggunaan ponsel pintar secara bijaksana dan bertanggung jawab.