Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Manajemen Komplikasi Nontrombotik Intradialitik pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis DEWI, SARASWATI LAKSMI
Hang Tuah Medical Journal Vol 23 No 1 (2025): Hang Tuah Medical Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/htmj.v23i1.852

Abstract

Management of intradialytic nonthrombotic complications in patients with chronic kidney disease is an essential aspect of hemodialysis care. These complications, such as hypotension, hypertension, DDS, muscle cramps, nausea and itching, can have a significant effect on the patient's well-being. Effective treatment requires a multidisciplinary approach that involves the medical team, patient education, and close monitoring during dialysis sessions. Effective protocols, including fluid volume regulation and the proper use of medications, play a crucial role in reducing the frequency and severity of complications. With the right management strategy, it is hoped that the quality of life of patients can be improved, and the morbidity rate associated with intradialytic nonthrombotic complications can be minimised. Further research is needed to optimise clinical practice and enhance the understanding of these complications.
Strategi Penurunan Angka Stunting Melalui Peningkatan Ketahanan Pangan di Dusun Pengalusan Desa Ban Karangasem Masyeni, Sri; Permatananda, Pande Ayu Nayakasih; Mangku, I Gede Pasek; Dinar, I Gusti Ayu Agung Gita Pritayanti; Rajistha, I Gusti Ngurah Adi; Dewi, Saraswati Laksmi; Miyazawa, Naori
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i4.723

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan global yang perlu mendapat perhatian serius. Kondisi ini dapat bermula sejak masa kehamilan, berlanjut pada periode pertumbuhan anak, khususnya dalam 1000 hari pertama kehidupan. Penanggulangan stunting memerlukan pendekatan komprehensif yang menyasar berbagai faktor penyebabnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menekan prevalensi stunting di Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali. Metode yang diterapkan meliputi edukasi mengenai pencegahan dan penanganan stunting, praktik penyusunan menu bergizi seimbang melalui konsep “Isi Piringku”, serta penyaluran bantuan pangan berupa ayam buras, telur ayam, dan beras organik. Selain aspek kesehatan, kegiatan ini juga mencakup penyuluhan terkait perlindungan hukum bagi perempuan, pelatihan singkat Bahasa Inggris, serta pelatihan pembuatan pakan ternak ayam. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan ibu dalam menyiapkan makanan bergizi seimbang berbasis “Isi Piringku” sebesar 49,8%. Oleh karena itu, dukungan dan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan sangat diperlukan untuk menurunkan angka kejadian stunting.
Mewujudkan SDGS Ketiga Melalui Bakti Sosial Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan Gratis di Lingkungan Desa Sidan Sukarna, Putu Agus; Priyastana, Agung; Dewi, Saraswati Laksmi; Murtini, Made
Community Service Journal (CSJ) 68-73
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.8.1.2025.68-73

Abstract

Kesehatan merupakan kebutuhan dasar setiap individu. Pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat penting untuk mendeteksi dini berbagai penyakit dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Demam berdarah, japanese ensefalitis, tuberkulosis, diare, COVD-19 masih menjadi masalah kesehatan global. Kementerian Kesehatan Indonesia menunjukkan bahwa penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, peyakit ginjal kronis dan penyakit jantung kini menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Melihat pentingnya hal tersebut, kami berinisiatif untuk mengadakan program pemeriksaan kesehatan gratis sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat dan deteksi dini penyakit. pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis dilakukan di Desa Sidan, Gianyar dengan tujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat dan deteksi dini penyakit. Program ini meluputi pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi masyarakat yang membutuhkan. Dalam program ini juga memberikan penyuluhan mengenai gizi, kesehatan, serta infeksi. Secara keseluruhan, kegiatan bakti sosial ini berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan kegiatan ini diharapkan menjadi model bagi kegiatan serupa di daerah lain, dengan penekanan pada pentingnya deteksi dini, edukasi kesehatan, dan pencegahan penyakit.
CHARACTERISTICS OF HYPERTENSION IN CHRONIC KIDNEY DISEASE PATIENTS UNDERGOING HEMODIALYSIS Danti, Ida Ayu Mahari; Masyeni, Sri; Dewi, Saraswati Laksmi; Lestarini, Asri
JURNAL WIDYA MEDIKA Vol. 12 No. 1 (2026): March
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jwm.v12i1.7871

Abstract

Hypertension in Chronic Kidney Disease (CKD) remains a global health issue, often presenting as resistant hypertension even with multiple antihypertensive medications. This study aims to describe the characteristics of hypertension in CKD patients undergoing hemodialysis at Sanjiwani Regional Hospital. A descriptive observational study with a cross-sectional design was conducted using secondary data from medical records of CKD patients with hypertension who underwent hemodialysis from January 2022 to December 2023, involving 100 patients. The study found that the highest proportion of hypertensive CKD patients were aged 46-65 years (60%), predominantly male (63%), with grade 1 hypertension (69%). The majority had CKD for ≥5 years (60%) and were taking ≤3 antihypertensive medications (72%). The commonly used antihypertensive drug class was calcium channel blockers (68%), with diabetes mellitus identified as the primary etiology (45%). Many CKD patients experience resistant hypertension, primarily affecting males aged 46-65 years.
CHARACTERISTICS OF PATIENTS WITH SNAKEBITES AT SANJIWANI HOSPITAL, BALI Nindyaswari, Raka Dyah; Masyeni, Sri; Dewi, Saraswati Laksmi; Juwita, Dewa Ayu Putu Ratna
JURNAL WIDYA MEDIKA Vol. 12 No. 1 (2026): March
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jwm.v12i1.8235

Abstract

Snakebites are a common occurrence in tropical regions, including Indonesia. This study aims to determine the demographic and clinical characteristics of patients bitten by snakes. It employs a descriptive, cross-sectional approach to analyze cases at Sanjiwani General Hospital. The sample includes all snakebite cases from January 2021 to December 2022, totaling 192 cases. The results indicate that the majority of snakebite incidents occurred in individuals aged 40-49 years (25.0%), predominantly among males (69.3%), and that most cases originated in Gianyar District (26.6%). The most frequently reported clinical symptom was pain (96.9%), with 91.1% of cases graded 2. Most patients did not experience complications (97.9%). Fang marks were the most common type of wound (96.9%), with the upper extremities being the most frequent bite site (51.6%). Laboratory examinations revealed that the average complete blood count was within the normal range, although prothrombin time (PT) and activated partial thromboplastin time (APTT) were prolonged. The treatments administered included antivenom (99.0%), Human Tetanus Immunoglobulin (94.3%), and antibiotics (99.5%). Notably, all patients in the study survived. The findings highlight the urgent need for targeted public health interventions to educate high-risk populations about snakebite prevention and the importance of seeking prompt medical treatment. Additionally, this study emphasizes the need for improved healthcare resources and training for medical personnel to manage snakebite cases effectively, thereby improving outcomes and reducing complications.