Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Melukis Harapan di Atas Pasir Waktu: Sosialisasi dan Pelatihan Softskill Guru Berbasis Microteaching di SDN 01 Saonek, Raja Ampat Andi Maryam; Ainun Mardiah; Yuni Riskita Mangopo; Heriyanti Tahang; Rizky Ekawaty Ahmad; Sulkipli M; Irfandi Idris; Jenro P Sijabat; Abdul Mu’thy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin Vol. 6 No. 1 (2026): Januari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/wrd.v6i1.904

Abstract

Soft skills are essential competencies that teachers must possess to create an effective, communicative, and student-centered learning process. However, the geographical conditions of SD Negeri 01 Saonek, which is located in an island area, present unique challenges, particularly related to limited access to travel outside the island and unstable communication networks. These limitations have resulted in teachers at the school not receiving adequate training in soft skill development, including communication, classroom management, and self-reflection abilities. To address this need, a socialization and training program based on microteaching was implemented as an effort to enhance teachers’ professional competencies. The microteaching method was chosen because it provides opportunities for direct practice, structured feedback, and simplified yet effective teaching simulations. The training was designed to help teachers understand good teaching techniques, build confidence, and strengthen interpersonal skills in instructional interactions. In addition, the collective feedback sessions offered participants chances to learn from one another and improve their teaching strategies based on peer observations. The results of the activity indicated an improvement in teachers’ ability to design lesson scenarios, manage classrooms, deliver material more clearly, and communicate more effectively with students. Teachers also reported increased motivation and a deeper understanding of the importance of soft skills in supporting their professionalism. Thus, the microteaching training provided new insights into the capacity-building process for teachers at SD Negeri 01 Saonek and served as a relevant solution for island schools facing limited access to conventional training. This program is expected to continue and become a model for empowering teachers in 3T regions to sustainably improve education quality.
Peningkatan Literasi Keuangan Digital Masyarakat Dalam Menghadapi Maraknya Investasi Ilegal: Penelitian Clara Neltje Meini Rotinsulu; Pemy Christiaan; Qonita Karima; Yuni Riskita Mangopo; Ngurah Pandji Mertha Agung Durya
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5397

Abstract

Kegiatan peningkatan literasi keuangan digital masyarakat dilaksanakan sebagai upaya untuk memperkuat pemahaman, sikap, dan perilaku finansial masyarakat dalam menghadapi maraknya investasi ilegal di era digital. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi tahap identifikasi kebutuhan dan analisis kondisi awal, penyusunan materi edukasi, sosialisasi, simulasi dan studi kasus, pendampingan, edukasi, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang nyata terhadap konsep keuangan digital, termasuk jenis layanan, mekanisme transaksi, serta manfaat dan risiko yang menyertainya. Selain itu, masyarakat mengalami peningkatan kesadaran kritis terhadap berbagai bentuk investasi ilegal, ditandai dengan kemampuan mengenali ciri-ciri penawaran bermasalah dan meningkatnya kehati-hatian dalam menyikapi informasi investasi. Kegiatan ini juga mendorong perubahan pola pikir masyarakat menuju pengambilan keputusan finansial yang lebih rasional, terukur, dan bertanggung jawab, serta meningkatkan kemampuan dalam membedakan investasi legal dan ilegal. Dampak lain yang terlihat adalah tumbuhnya kepercayaan diri masyarakat dalam mengelola keuangan digital secara aman dan produktif, serta terbentuknya budaya diskusi dan berbagi informasi keuangan yang sehat di lingkungan sosial. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kesiapan dan ketahanan masyarakat menghadapi perkembangan investasi digital yang semakin kompleks, sekaligus mendukung terwujudnya ekosistem keuangan digital yang lebih aman dan berkelanjutan.