Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terrhadap Minat Belajar IPA Siswa Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) As’Adiyah Kabupaten Wajo Mu'thy, Abdul
AIJER: Algazali International Journal Of Educational Research Vol. 8 No. 1 (2025): OKTOBER (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the effect of implementing the Problem-Based Learning (PBL) model on students’ learning interest at Madrasah Ibtidaiyah Swasta in Belawa Subdistrict, Wajo Regency. The research employed a quantitative approach with an experimental research design, specifically a pre-experimental design using the one-group pretest-posttest model. The study involved two variables: the independent variable, namely the implementation of the PBL learning model, and the dependent variable, namely students’ learning interest. The population of this study consisted of all fourth-grade students at Madrasah Ibtidaiyah Swasta in Belawa Subdistrict, Wajo Regency, totaling 257 students. The research sample comprised 41 fourth-grade students who were selected as the participants. The instruments used in this study were a student learning interest questionnaire and an observation sheet on the implementation of the PBL model, both of which had been validated by experts (validators). The collected data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics to test the research hypothesis. The results revealed that the implementation of the Problem-Based Learning model had a significant effect on students’ interest in learning science at Madrasah Ibtidaiyah Swasta in Belawa Subdistrict, Wajo Regency. Based on the hypothesis testing, a significance value of 0.003 < 0.05 was obtained, indicating that H₀ was rejected and Hₐ was accepted. Therefore, it can be concluded that there was a significant difference in students’ learning interest before and after the implementation of the Problem-Based Learning model.
Melukis Harapan di Atas Pasir Waktu: Sosialisasi dan Pelatihan Softskill Guru Berbasis Microteaching di SDN 01 Saonek, Raja Ampat Andi Maryam; Ainun Mardiah; Yuni Riskita Mangopo; Heriyanti Tahang; Rizky Ekawaty Ahmad; Sulkipli M; Irfandi Idris; Jenro P Sijabat; Abdul Mu’thy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin Vol. 6 No. 1 (2026): Januari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/wrd.v6i1.904

Abstract

Soft skills are essential competencies that teachers must possess to create an effective, communicative, and student-centered learning process. However, the geographical conditions of SD Negeri 01 Saonek, which is located in an island area, present unique challenges, particularly related to limited access to travel outside the island and unstable communication networks. These limitations have resulted in teachers at the school not receiving adequate training in soft skill development, including communication, classroom management, and self-reflection abilities. To address this need, a socialization and training program based on microteaching was implemented as an effort to enhance teachers’ professional competencies. The microteaching method was chosen because it provides opportunities for direct practice, structured feedback, and simplified yet effective teaching simulations. The training was designed to help teachers understand good teaching techniques, build confidence, and strengthen interpersonal skills in instructional interactions. In addition, the collective feedback sessions offered participants chances to learn from one another and improve their teaching strategies based on peer observations. The results of the activity indicated an improvement in teachers’ ability to design lesson scenarios, manage classrooms, deliver material more clearly, and communicate more effectively with students. Teachers also reported increased motivation and a deeper understanding of the importance of soft skills in supporting their professionalism. Thus, the microteaching training provided new insights into the capacity-building process for teachers at SD Negeri 01 Saonek and served as a relevant solution for island schools facing limited access to conventional training. This program is expected to continue and become a model for empowering teachers in 3T regions to sustainably improve education quality.
Pendampingan Program Magang Pendidikan Sebagai Upaya Pengembangan Dan Optimalisasi Keterampilan Mengajar Mahasiswa Jumriati Jumriati; Erniati Erniati; Dwi Syukriady; Supriadi Supriadi; Herawati Arief S; Erwin Nurdiansyah; Musbaing Musbaing; Muhammad Chairil Imran; Abdul Mu’thy; Risma Anisa; Jumrita Jumrita
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i1.3038

Abstract

Kegiatan Pendampingan Program Magang Pendidikan bertujuan mengembangkan dan mengoptimalkan keterampilan mengajar mahasiswa calon guru melalui pengalaman praktik langsung di sekolah. Program ini dilandasi kebutuhan mahasiswa untuk mengintegrasikan teori pembelajaran dengan praktik nyata serta menguatkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Metode kegiatan dilaksanakan secara kolaboratif dengan pendekatan praktik reflektif melalui beberapa tahap, yaitu: (1) persiapan dan pembekalan materi pedagogik, (2) observasi pembelajaran di kelas, (3) praktik mengajar terbimbing, serta (4) evaluasi dan refleksi. Selama kegiatan, mahasiswa mendapatkan bimbingan intensif dari dosen pembimbing dan guru pamong, meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, serta penilaian hasil belajar. Data diperoleh melalui observasi, catatan refleksi, dan umpan balik dari pembimbing. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang nyata pada keterampilan mengajar mahasiswa, terutama dalam menyusun perangkat pembelajaran, mengelola kelas, menerapkan metode dan media yang variatif, serta berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik. Mahasiswa juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sekolah, serta keterampilan merefleksikan kelebihan dan kelemahan praktik mengajarnya. Sekolah mitra merasakan manfaat melalui bantuan tenaga pengajar, variasi strategi pembelajaran, dan meningkatnya interaksi akademik di kelas. Simpulannya, pendampingan program magang pendidikan efektif dalam meningkatkan kompetensi mengajar mahasiswa calon guru secara komprehensif. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman profesional yang bermakna bagi mahasiswa, tetapi juga memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan sekolah dalam upaya peningkatan mutu pembelajaran.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Think Pair Share terhadap Kemampuan Berkomunikasi Siswa Sekolah Dasar Ahmad, Rizky Ekawaty; Maryam, Andi; Idris, Irfandi; Mu’thy, Abdul
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.2.2026.8310

Abstract

Agar siswa sekolah dasar berhasil secara akademis, mereka harus memiliki keterampilan komunikasi yang kuat, yang sangat penting untuk pembelajaran yang efisien. Namun, banyak siswa kesulitan dengan hal-hal seperti ekspresi verbal dan tertulis dari ide, serta berinteraksi secara efektif dengan orang lain. Karena masalah ini, perlu dikembangkan cara pengajaran baru agar kemampuan komunikasi siswa dapat ditingkatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana siswa kelas empat di SDN Anasappu di Kabupaten Gowa menggunakan pendekatan pembelajaran kooperatif Think Pair Share dan untuk menilai apakah pendekatan tersebut berpengaruh baik terhadap kemampuan komunikasi mereka. Penelitian ini menggunakan desain pre- dan post-test satu kelompok, yang umum dalam penelitian pra-eksperimen. Kemampuan siswa untuk berkomunikasi adalah variabel dependen, sedangkan penggunaan paradigma pembelajaran kooperatif seperti Think Pair Share adalah variabel independen. Siswa dari SDN Anasappu di Kabupaten Gowa merupakan keseluruhan populasi, sedangkan 25 siswa dari kelas IV merupakan sampel. Kami menggunakan strategi pengambilan sampel purposive untuk mendapatkan data kami. Peneliti menggunakan alat survei dan lembar observasi untuk mengumpulkan data. Hasil dari tes pra dan pasca menunjukkan bahwa siswa kelas empat di SDN Anasappu Kabupaten Gowa meningkatkan kemampuan komunikasi mereka melalui penggunaan paradigma pembelajaran kooperatif Think-Pair-Share. Kemampuan komunikasi siswa kelas empat secara signifikan dan positif dipengaruhi oleh penerapan model pembelajaran kooperatif Think-Pair-Share di SDN Anasappu, Kabupaten Gowa.
Eksplorasi Potensi dan Implementasi Media Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Raja Ampat di Sekolah Dasar Maryam, Andi; Idris, Irfandi; Mardiah, Ainun; Mu’thy, Abdul; Ahmad, Rizky Ekawaty
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.2.2026.8359

Abstract

Urgensi ini didasari oleh belum optimalnya pemanfaatan potensi lingkungan pesisir sebagai sumber belajar, padahal kearifan lokal memiliki relevansi tinggi dalam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dan menegaskan urgensi pengembangan media pembelajaran berbasis kearifan lokal di SDN 01 Saonek, Raja Ampat.. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan triangulasi data melalui observasi kelas, wawancara mendalam dengan guru, dan analisis dokumen pembelajaran. Data dianalisis menggunakan reduksi tematik dan penyajian naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh guru mengakui potensi kearifan lokal seperti cangkang kerang, rumput laut, dan tradisi nelayan sebagai sumber belajar kontekstual. Namun, implementasinya masih bersifat insidental dan belum terintegrasi dalam perencanaan pembelajaran. Observasi menunjukkan peningkatan antusiasme siswa ketika pembelajaran dikaitkan dengan konteks pesisir, tetapi tidak didukung oleh media pembelajaran yang sistematis. Selain itu, tidak ditemukan integrasi kearifan lokal dalam dokumen rencana pembelajaran. Temuan ini menegaskan adanya kesenjangan antara potensi dan praktik, sehingga diperlukan pengembangan panduan praktis dan prototipe media pembelajaran berbasis kearifan lokal. Pengembangan tersebut diharapkan dapat mendukung pembelajaran yang lebih relevan, kontekstual, dan berkelanjutan di sekolah dasar wilayah pesisir.