Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri merupakan wilayah agraris dengan potensi hortikultura dan tanaman obat yang cukup besar, namun belum didukung oleh teknologi produksi yang memadai. Dua mitra utama dalam program ini, yaitu Kelompok Tani Barro Tani Manunggal dan UKM Jamu Tanaman Obat Fit (Tanofit), menghadapi kendala produktivitas dan efisiensi usaha. Petani melon masih menggunakan sistem budidaya terbuka yang rentan terhadap iklim, hama, serta boros air. Sementara itu, UKM jamu masih mengandalkan pengeringan tradisional yang tidak higienis, belum memiliki legalitas PIRT, dan minim pemasaran digital. Program ini menawarkan solusi berupa penerapan teknologi screen house berbasis Internet of Things (IoT), sistem irigasi tetes otomatis, dan panel surya untuk mendukung pertanian hemat energi. Bagi UKM, diperkenalkan mini plant jamu skala rumah tangga dengan mesin pengering otomatis berbasis thermostat digital, alat pencuci dan perajang rempah, serta sistem pengemasan higienis. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan, instalasi teknologi, pendampingan intensif, serta monitoring dan evaluasi. Hasil program menunjukkan peningkatan produktivitas, efisiensi air, percepatan proses produksi jamu, serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam manajemen usaha dan pemasaran digital. Program ini diharapkan menjadi model teknologi tepat guna berbasis energi terbarukan dalam pemberdayaan masyarakat desa.panjang