Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS IMPLIKASI KEBIJAKAN UU POKOK AGRARIA NO.5 TAHUN 1960 TERHADAP KONFLIK TANAH ADAT DI IBU KOTA NUSANTARA Azka Alycia Yahya; Amalia Pratiwi; Santi Mulyady; Dr. Nurdin; Fullah Jumaynah, M.I.P
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/cj2yx458

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi kebijakan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA). No. 5 Tahun 1960 terhadap konflik tanah adat di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN). Secara khusus studi ini mengkasi sejauh mana prinsip keadilan agraria UUPA mampu melindungi hak masyarakat adat di tengah pembangunan strategis nasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus dimana data dikumpulkan melalui studi literatur yang bersumber dari berbagai tulisan ilmiah terdahulu yang relevan. Dengan menggunakan teori konflik milik Karl Marx peneliti berusaha untuk memahami pertentangan kepentingan dan relasi kekuasaan struktural antara negara, investor dan masyarakat adat. Hasilnya adalah implementasi UUPA di IKN bersifat kontradiktif. Meskipun UUPA mengakui Hak Ulayat, namun pengakuan tersebut bersifat kondisional dan mudah dibantah dengan doktrin Hak Menguasai dari Negara (HMN) atas nama kepentingan nasional. Lambatnya pendaftaran hak Ulayat membuat masyarakat adat membuat komunitas masyarakat adat rentan atas klaim tanah negara. Hal ini kemudian diperburuk oleh pendekatan top-down dimana pemerintah minim melibatkan masyarakat adat. Konflik ini merupakan manifestasi pertarungan struktural antara kelas yang menguasai sumber daya dan masyarakat rentan, memperlihatkan bahwa UUPA memiliki celah hukum yang melegitimasi pengambilalihan lahan.
ANALISIS KESENJANGAN UPAH ANTAR GENDER DALAM PANDANGAN WOLLSTONECRAFT Azka Alycia Yahya; Santy Mulyady; Amalia Pratiwi; Rahma Apasha
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/14h9er16

Abstract

Isu kesenjangan upah antar gender di Indonesia masih menjadi masalah struktural dan kultural  bahkan dalam dunia kerja modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab ketimpangan upah antar gender dan melihatnya melalui pemikiran feminis mary Wollstonecraft. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk menunjukan bahwa kesetaraan upah tidak hanya memerlukan regulasi melainkan juga perubahan perspektif sosial terhadap perempuan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis dan sumber data berupa studi literatur, wawancara, dan observasi. Studi ini menggunakan kerangka teori Feminisme Liberal dari Wollstonecraft dan konsep keadilan gender untuk menganalisis akar permasalahan. Hasil analisis menunjukan bahwa kesenjanan upah di Indonesia disebabkan oleh segregasi pekerjaan di mana perempuan fokus di sektor yang memiliki upah rendah serta pengupahan yang bias produktivitas menjadikan beban domestik mengurangi nilai kerja perempuan. Menurut perspektif Wollstonecraft, hal ini mencerminkan kegagalan sistem sosial untuk mengakui perempuan sebagai seorang individu rasional dan adanya sistem patriarki menganggap bahwa perempuan dapat menghambat kesempatan yang setara dalam pendidikan maupun pekerjaan strategis. Dengan demikian, perjuangan kesetaraan upah harus disertai dengan peningkatan kesadaran dan reformasi budaya kerja.