Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Upskilling Pemulung Perempuan Menjadi Tenaga Kerja Terlatih di Sektor Pengelolaan Sampah Berbasis Wirausaha Sosial Indirwan, Dicky; Nurul Ilmi; Yuli Rahayu; Ani Asram; Isnam Junais
KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2025): KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Candela Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63288/jipm.v1i3.13

Abstract

TPA Tamangapa di Kota Makassar telah mengalami kelebihan kapasitas sejak tahun 2019, dengan timbulan sampah harian mencapai lebih dari 900 ton. Praktik open dumping menyebabkan pencemaran air tanah melalui lindi dan pelepasan gas beracun yang berdampak pada kesehatan masyarakat sekitar. Padahal, sekitar 21,62% sampah yang ditimbun merupakan material bernilai yang masih dapat dipulihkan. Kondisi ini mendorong kebutuhan akan model pengelolaan sampah yang tidak hanya mengurangi beban TPA, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat rentan yang selama ini bergantung pada pengumpulan sampah secara informal. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui program upskilling berbasis wirausaha sosial di Rumah Pemulihan Lestari (RPL), yang menyasar tujuh perempuan pemulung di sekitar TPA Antang. Program dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelatihan teori dan praktik, pelatihan di tempat kerja, serta pendampingan berkelanjutan. Evaluasi keberhasilan menggunakan Model Kirkpatrick yang diadaptasi secara kualitatif untuk memahami perubahan pada tingkat reaksi, pembelajaran, perilaku, dan hasil secara komprehensif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi teknis peserta dalam pemilahan dan kontrol kualitas sampah serta penerapan standar K3. Selain itu, terjadi peningkatan status sosial ekonomi, ditandai dengan peralihan dari sektor informal ke pekerjaan formal dengan peningkatan pendapatan lebih dari 150% per bulan. Program ini juga memberikan dampak lingkungan yang positif melalui pengalihan lebih dari 1 ton/minggu sampah plastik bernilai rendah dari TPA ke proses pengolahan. Dengan demikian, model pemberdayaan ini berpotensi menjadi pendekatan berkelanjutan untuk solusi persampahan perkotaan.
Potret Perilaku Hidup Sehat Mahasiswa Baru: Studi Deskriptif pada Program Studi D4 Promosi Kesehatan Rahayu, Yuli; Nurul Ilmi; Ani Asram
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/ea7hqh23

Abstract

Mahasiswa baru berada pada masa transisi yang rentan mengalami perubahan pola perilaku hidup sehat, terutama terkait kualitas tidur, stres akademik, dan aktivitas fisik. Penelitian menunjukkan bahwa perilaku tersebut berhubungan dengan performa akademik dan kesehatan mental mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas tidur, tingkat stres akademik, dan aktivitas fisik mahasiswa baru Program Studi D4 Promosi Kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan potong lintang pada 60 mahasiswa baru. Data diperoleh melalui kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index  (PSQI), kuesioner stres akademik, serta kuesioner aktivitas fisik berdasarkan pedoman GPAQ. Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas mahasiswa tidur pada pukul 22.00–23.59 dengan durasi 5–8 jam meskipun 55% menilai kualitas tidur mereka sangat buruk. Gangguan tidur yang paling umum adalah mimpi buruk, mendengkur, dan insomnia. Stres akademik tergolong tinggi, ditandai kekhawatiran terhadap IPK (82,7% selalu/sering), kecemasan menghadapi ujian (76,7%), serta kesulitan memahami materi. Aktivitas fisik cukup baik, di mana 58,3% melakukan aktivitas fisik berat dan 81,7% aktivitas fisik ringan. Mahasiswa baru menunjukkan kualitas tidur yang buruk, tingkat stres akademik yang tinggi, dan aktivitas fisik yang cukup tetapi tidak merata.
Dampak Nyeri Ortodonti terhadap Aspek Psikososial dan Dukungan Sosial pada Partisipan Pengguna Peranti Ortodonti Cekat di Makassar: Tinjauan Promosi Kesehatan Ilmi, Nurul; Ani Asram; Yuli Rahayu; Nasyrah Hidayati; Sisilia Bobolangi
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/9a45gg25

Abstract

Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa nyeri hampir selalu menyertai perawatan ortodonti cekat dan tidak hanya berdampak pada aspek fisik, tetapi juga pada kesejahteraan psikososial dan dukungan sosial pasien. Penelitian ini bertujuan menggambarkan dampak nyeri ortodonti terhadap aspek psikososial dan dukungan sosial pada pasien pengguna peranti ortodonti cekat di Makassar dalam perspektif promosi kesehatan. Pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional digunakan pada 43 pasien yang dipilih secara purposive di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Hasanuddin. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Multidimensional Pain Inventory–Orthodontic (MPI‑Orthodontic) versi Bahasa Indonesia dan dianalisis secara deskriptif serta dengan regresi linier sederhana. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar pasien mengalami dampak psikososial nyeri pada kategori sedang, tercermin dari gangguan aktivitas sehari‑hari, munculnya afek negatif, dan keterbatasan dalam interaksi sosial. Pada aspek dukungan sosial, mayoritas melaporkan frekuensi respons lingkungan yang jarang hingga sedang, dengan variasi respons suportif, mengabaikan, maupun negatif. Analisis regresi menunjukkan hubungan yang bermakna antara intensitas nyeri dengan skor aspek psikososial dan perilaku terkait dukungan sosial, yang mengindikasikan bahwa peningkatan nyeri sejalan dengan memburuknya kondisi psikososial dan dinamika dukungan sosial pasien. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi promosi kesehatan dalam praktik ortodonti, melalui edukasi pra‑perawatan, komunikasi dua arah, konseling psikologis singkat, pelatihan strategi koping, serta pemanfaatan dukungan sosial dan media digital untuk membantu adaptasi pasien, meningkatkan kepatuhan, dan memperbaiki kualitas hidup selama perawatan ortodonti.