Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Pencegahan Stunting bagi Perempuan dalam Mewujudkan Hak Anak atas Gizi Sehat di Desa Bukit, Bengkulu Tengah Meilisa; Rendra Edwar Fransisko; Uswatun Hasanah; Fitri Anita; Maria Yana Lestari Daeli; Dhita Viona Felisya; Naufal Budi Putra Athallah
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pakdemas.v5i1.526

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi isu serius di pedesaan Indonesia, termasuk Desa Bukit, Kecamatan Semidang Lagan, Kabupaten Bengkulu Tengah. Rendahnya pemahaman masyarakat, khususnya perempuan, tentang pentingnya pemenuhan gizi sejak masa remaja hingga menyusui menjadi faktor utama penyebab tingginya angka stunting. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman perempuan mengenai stunting melalui metode sosialisasi, presentasi, serta diskusi kelompok terarah (FGD). Edukasi dilakukan dengan penyampaian materi interaktif tentang stunting, faktor risiko, dampak jangka panjang, serta kaitannya dengan pemenuhan hak anak atas gizi sehat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, yang terlihat dari partisipasi aktif remaja putri, ibu hamil, dan ibu menyusui selama diskusi. Peserta lebih memahami pentingnya gizi seimbang, risiko pernikahan dini, dan peran keluarga dalam pencegahan stunting. Secara saintifik, kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukasi berbasis komunitas efektif dalam menjembatani kesenjangan pengetahuan dan mendorong perubahan perilaku. Meskipun demikian, diperlukan pendampingan berkelanjutan dari bidan desa dan puskesmas untuk menjaga implementasi hasil edukasi secara konsisten. Dengan demikian, program ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan hak anak atas perlindungan gizi sehat di Desa Bukit.
Urgensi dan Kecukupan Pengaturan Deepfake dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik di Indonesia Naufal Budi Putra Athallah; Addy Candra; Himawan Ahmed Sanusi
Judge : Jurnal Hukum Vol. 6 No. 09 (2026): Judge : Jurnal Hukum
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/judge.v6i09.2279

Abstract

erkembangan Generative Artificial Intelligence (AI) telah melahirkan fenomena deepfake, yaitu konten audiovisual sintetis yang dihasilkan oleh model kecerdasan buatan sehingga sulit dibedakan dari konten asli. Di Indonesia, penyalahgunaan teknologi ini meningkat tajam PT Indonesia Digital Identity (VIDA) mencatat lonjakan 1.550% kasus penipuan berbasis deepfake antara 2022 dan 2023. Penelitian ini mengkaji kecukupan Pasal 35 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dalam menjerat tindak pidana manipulasi data deepfake dan merumuskan konsep regulasi yang tepat. Dengan pendekatan yuridis normatif melalui statute approach dan conceptual approach, hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasal 35 UU ITE mengandung dua lompatan penafsiran yang berpotensi bertentangan dengan asas legalitas khususnya tuntutan lex certa. Empat celah regulasi struktural ditemukan: ketiadaan definisi teknis-yuridis, kesulitan atribusi subjek hukum, lemahnya kapasitas forensik digital, dan sifat perlindungan korban yang masih reaktif. Kajian komparatif terhadap sepuluh yurisdiksi termasuk Uni Eropa (EU AI Act 2024), Korea Selatan, Australia, dan Amerika Serikat menunjukkan bahwa Indonesia memerlukan dua jalur pembaruan regulasi secara paralel: jangka pendek melalui Peraturan Pemerintah (PP) sebagai bridging regulation dengan empat muatan minimum, dan jangka menengah melalui revisi terbatas UU ITE disertai percepatan pembentukan Rancangan Undang-Undang Kecerdasan Buatan.