Lenni Indriani
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Quality of Health Services in Influencing Patient Satisfaction and Loyalty in Dental Clinics Andi Muhammad Irfan M. Amir; Thahir, Hasanuddin; Lenni Indriani; Fuad Husain Akbar; Eddy Heriyanto Habar; Irene Edith Rieuwpassa
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 8 No. 12 (2025): December 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v8i12.8660

Abstract

Introduction: Quality of healthcare services plays a crucial role in determining the overall success of dental clinic operations. It influences not only treatment outcomes but also patients’ overall experiences and perceptions. Key elements such as staff friendliness, facility cleanliness, responsiveness to patient needs, and professional competence are essential factors that shape patient satisfaction and encourage long-term loyalty. These factors collectively determine how patients perceive service quality and whether they choose to return for future dental care. Methods: This study utilized a systematic review approach to explore the relationship between healthcare service quality and its influence on patient satisfaction and loyalty. Data were obtained from major academic databases, including PubMed, Google Scholar, and ScienceDirect. The PICO framework was applied to establish clear inclusion and exclusion criteria. Only articles published from 2019 onward that examined the influence of service quality on patient satisfaction and loyalty were selected. Each study was assessed for methodological quality and relevance. A total of five eligible studies were analyzed using the SERVQUAL model, which consists of five dimensions: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. Results: Findings revealed that all five SERVQUAL dimensions influenced patient satisfaction and loyalty, although to different extents. Tangibles, such as modern equipment and clean facilities, were important for creating comfort and a positive perception of care. However, reliability, responsiveness, assurance, and empathy demonstrated stronger and more consistent effects in enhancing both satisfaction and loyalty. Key factors such as personalized attention, professional staff behavior, timely service, and emotional support significantly contributed to positive patient experiences. Conclusion: The quality of dental healthcare services, particularly when addressing both technical and interpersonal aspects through the SERVQUAL framework, plays a crucial role in building patient satisfaction and loyalty. Clinics that invest in comprehensive quality strategies are better positioned to maintain long-term relationships with patients and improve service competitiveness.
Potential of marine algae polysaccharides as bioactive agents in dental polymers: Potensi polisakarida alga laut sebagai agen bioaktif dalam polimer kedokteran gigi Erika Ramadhani; Yusnita Damayanti; Shohwah Zakiyah; Lenni Indriani
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam beberapa dekade terakhir, penggunaan biomaterial alami dalam kedokteran gigi meningkat pesat karena tingginya permintaan akan bahan yang bioaktif, biokompatibel, dan ramah lingkungan. Salah satu sumber menjanjikan adalah polisakarida dari alga laut. Polisakarida seperti alginat, fucoidan, karagenan, ulvan, dan agarosa memiliki aktivitas biologis seperti antibakteri, anti-inflamasi, antioksidan, dan sifat bioadesif, sehingga relevan untuk aplikasi kedokteran gigi. Artikel ini meninjau potensi polisakarida alga sebagai bahan dasar polimer bioaktif. Aplikasinya mencakup scaffold regeneratif, bahan pengisi saluran akar, dan membran guided tissue regeneration. Polisakarida alga menunjukkan biokompatibilitas serta mendukung regenerasi jaringan dan efektivitas terapeutik dalam perawatan oral. Untuk memastikan kualitas dan efektivitas klinis yang konsisten, dibutuhkan studi in vivo dan klinis lebih lanjut, serta pengembangan metode ekstraksi dan modifikasi kimia yang terstandarisasi.
Utilization of fucoidan extract from brown algaes as antibacteria on tooth: Pemanfaatan ekstrak fucoidan dari alga cokelat sebagai antibakteri pada gigi Andi Nirmala Sari; Ahmad Rafiesa Guna; Rezky Pangestu Aji; Lenni Indriani; Asmawati
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fucoidans adalah polisakarida sulfat yang ditemukan di alga laut dan memiliki banyak manfaat, termasuk efek antitumor, promosi apoptosis sel kanker, antivirus, anti-inflamasi, dan santialergi. Dalam beberapa perawatan rongga mulut, ditunjukkan bahwa krim dan tablet yang mengandung fucoidan terbukti dapat mengobati stomatitis aftosa rekuren, dan oral rekuren herpes labialis. Kajian ini dibuat untuk mengeksplorasi sifat-sifat fucoidans yang dimanfaatkan dalam perawatan kesehatan mulut seperti antimikroba dan antibakteri. Data sekunder dan studi pustaka, dianalisis secara deskriptif dengan cara memaparkan dan membandingkan hasil penelitian mengenai pemanfaatan ekstrak fucoidan dari alga cokelat sebagai antibakteri pada gigi. Ekstrak fucoidan dari alga coklat mampu menghambat bakteri penyebab kerusakan di rongga mulut yaitu Streptococcus mutans, Porphyromonas gingivalis dan Fusobacterium. Empat hasil utama adalah fucoidans menunjukkan aktivitas antimikroba yang kuat terhadap Candida albicans, S.mutans, dan P.gingivalis; perlekatannya terhambat, S.mutans pada gigi sapi dan porselen; menunjukkan aktivitas penghambatan COX-1 dan/atau COX-2. Disimpulkan bahwa ekstrak fucoidan dari alga coklat dapat mengurangi patogen oral dan memiliki aktivitas antibakteri.
Effectiveness of peppermint-based mouthwash as antibacteria in the mouth: Efektivitas mouthwash berbahan dasar peppermint sebagai antibakteri rongga mulut Widi Aspiah Azhary; Nurul Husna; Nugraha Putri Mahendra; Lenni Indriani
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki aneka ragam tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat, salah satunya peppermint sebagai antibakteri dan antialergenik. Kajian pustaka ini membahasa efektivitas peppermint sebagai antibakteri, yaitu data sekunder dan studi pustaka, dianalisis secara deskriptif dengan cara memaparkan dan membandingkan hasil penelitian mengenai kandungan peppermint dalam bentuk obat kumur dapat menjadi antibakteri dalam rongga mulut. Disimpulkan bahwa obat kumur yang berbahan dasar peppermint mengandung mentol sehingga menciptakan efek sinergis dalam meningkatkan aktivitas antibakteri.
Utilisation of moringa seed extract (Moringa oleifera) in inhibiting the growth of Porphyromonas gingivalis: Pemanfaatan ekstrak biji kelor (Moringa oleifera) dalam menghambat pertumbuhan Porphyromonas gingivalis Ulfa Mutiatul H; Nur Laily; Ramayani Ramly; Lenni Indriani
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Periodontitis adalah inflamasi yang terjadi pada jaringan penyangga gigi yang disebabkan oleh organisme mikro spesifik. Bakteri plak dan kalkulus dianggap sebagai penyebab utama penyakit periodontal. Salah satu bakteri utama penyebab penyakit periodontal yang banyak ditemukan pada plak subgingiva penderita periodontitis kronis adalah Porphyromonas gingivalis, Treponema denticola dan Bacteroides forsythus. Antimikroba konvensional (antibiotik), terutama tetrasiklin sering digunakan untuk menunjang terapi penyakit periodontal, akan tetapi antibiotik dapat menimbulkan efek samping yaitu terjadi resisten, reaksi alergi, dan reaksi toksik. Oleh karena itu, diperlukan terapi alternatif untuk mengobati penyakit periodontal tanpa efek samping. Secara khusus, Moringa oleifera diketahui mengandung lebih dari 90 jenis nutrisi berupa vitamin esensial, mineral, asam amino, antiaging, antibakteri, anti-inflamasi, antikanker, hipotensif, penghambat aktivitas bakteri dan jamur. Banyaknya efek farmakologis yang dimiliki oleh M.oleifera menjadikan tanaman herbal ini banyak digunakan untuk mengobati berbagai penyakit terutama penyakit periodontal. Terdapat penelitian yang berkembang menunjukkan kemampuan antimikroba dari M.oleifera.