Background: Kabupaten Majalengka memiliki potensi besar di sektor pertanian, khususnya jagung (Zea mays L.), yang menghasilkan limbah rambut jagung dalam jumlah melimpah dengan produksi jagung di wilayah ini mencapai 125.395 ton per tahun. Rambut jagung diketahui mengandung senyawa bioaktif berpotensi sebagai antidiabetes, namun pemanfaatannya belum optimal. Tujuan program pengabdian ini adalah mentransformasi limbah menjadi produk yang bermanfaat serta memberdayakan masyarakat melalui pelatihan pengolahan rambut jagung menjadi teh herbal antidiabetes dengan tambahan jahe (Zingiber officinale Roscoe) dan lemon (Citrus limon (L.) Osbeck). Metode: Metode kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan dan sosialisasi, pelatihan produksi teh herbal, edukasi kesehatan, pendampingan, dan evaluasi. Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta yang merupakan Ibu-ibu Rumah Keluarga Indonesia (RKI). Pelatihan berlangsung selama 1 hari. Hasil: Hasil menunjukkan peserta antusias dan memperoleh pengetahuan baru mengenai potensinya sebagai agen antidiabetes, pemanfaatan rambut jagung sebagai bahan baku, serta pengolahannya menjadi teh herbal bernilai kesehatan. Dari hasil tanya jawab dan wawancara singkat dengan peserta, menunjukan bahwa sebagian besar peserta tertarik untuk mempraktekan sendiri dan mengimbaskan ilmu yang diperoleh kepada rekan-rekan di komunitas mereka. Kesimpulan: program ini berpotensi meningkatkan keterampilan masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, serta mendorong pengelolaan limbah pertanian yang berkelanjutan. Program juga dapat direplikasi di wilayah lain serta diperluas melalui kolaborasi pemangku kepentingan guna menciptakan dampak berkesinambungan.