Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Strategi Penanganan Stunting di Kota Bandung Wiedy Yang Essa; Nurfindarti, Erti; Nugrahana Fitria Ruhyana
Jurnal Bina Praja Vol 13 No 1 (2021)
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/jbp.13.2021.15-28

Abstract

Despite being one of the metropolitan cities in Indonesia, the prevalence of stunting in Bandung City is more than the World Health Organization (WHO) standard. Stunting is a threat to the quality of human development, also lowering economic productivity. A strategy to reduce and handle stunting is needed so that social and environmental aspects are essential to facilitate the policymaker. This study analyzes the stunting situation in Bandung City and then arranges villages based on the stunting risk index to get an operative recommendation. The quantitative method analysis uses climate change adaptation which includes hazard and vulnerability indicators. At the same time, Focus Group Discussion (FGD) forms the qualitative method with key persons to identify problems and formulate impressive strategies. The results showed that 14 villages have the highest risk of stunting in Bandung City, to be intervention priority. These villages have relatively high poverty, poor access to sanitation, and low adaptive capacity. Recommendations from this study are focused on regional development planning, increasing community participation, and multi-stakeholder cooperation through strengthening innovation, collaboration, and innovation.
Studi Prioritas Lokus Penanganan Stunting Kabupaten Sumedang dengan Pendekatan Kajian Resiko Adaptasi Perubahan Iklim: The Study of Stunting Priority in Sumedang District with A Risk Adaptation of Climate Change Approach Ruhyana, Nugrahana Fitria; Nurfindarti, Erti; Essa, Wiedy Yang
Jurnal Borneo Administrator Vol. 17 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Pusjar SKPP Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24258/jba.v17i1.768

Abstract

Sumedang Regency is one of the 100 national priority areas for handling stunting. The challenges are getting heavier with disasters caused by climate change such as floods and drought which have an impact on food shortages and public health problems. This study aims to find priority villages for handling stunting using a climate change adaptation approach, and to provide more detailed information on socio-economic and environmental conditions so that specific intervention are recommended in each priority area. The quantitative method used as an approach to analyze 277 villages in Sumedang District, it used the concept of climate change adaptation from the Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) AR-5 2014 which includes hazard and vulnerability analysis. The analysis showed that there were 7 villages with the highest risk of stunting in Sumedang District. In general, these villages have a relatively high population, the water is non-potable, no proper sewage treatment, no temporary garbagedump, far from health facilities, lack of health workers, and do not have a development program such assanitation infrastructure and community empowerment facilities for housing environmental management. Kabupaten Sumedang merupakan satu dari 100 wilayah prioritas nasional dalam penanganan stunting. Tantangan semakin berat dengan banyaknya bencana yang disebabkan perubahan iklim, seperti banjir dan kekeringan sehingga berdampak pada kekurangan pangan dan masalah kesehatan masyarakat. Lokasi prioritas penanganan stunting perlu memperhatikan aspek kewilayahan terkait lingkungan agar memudahkan pengambil kebijakan melakukan intervensi yang diperlukan dalam aspek sosial ekonomi dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan desa/kelurahan prioritas penanganan stunting menggunakan pendekatan risiko adaptasi perubahan iklim, dan memberikan informasi lebih detail mengenai kondisi sosial ekonomi dan lingkungan sehingga diperoleh rekomendasi intervensi spesifik di setiap wilayah prioritas. Metode kuantitatif digunakan sebagai pendekatan untuk menganalisis 270 desa dan 7 kelurahan di Kabupaten Sumedang. Penelitian ini menggunakan konsep adaptasi perubahan iklim dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) AR-5 tahun 2014 yang meliputi analisis bahaya dan kerentanan. Hasil analisis menunjukkan terdapat 7 desa yang memiliki risiko kejadian stunting paling tinggi di Kabupaten Sumedang. Pada umumnya di desa-desa tersebut terdapat jumlah penduduk miskin yang relatif tinggi, air tidak layak minum, belum memiliki saluran pembuangan limbah yang baik, belum ada tempat pembuangan sampah sementara, jarak ke fasilitas kesehatan relatif jauh, tenaga kesehatan kurang, serta belum memiliki program pembangunan sarana prasarana sanitasi dan pemberdayaan masyarakat untuk pengelolaan lingkungan perumahan.