Fajar situmorang
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Etika Kristen dalam Menangani Plagiarisme dan Ketidakjujuran akdemik di sekolah dan Perguruan Tinggi Kristen Amos Derebi; Riscal Boni Tamaro Sitorus; Fajar situmorang
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 12 (2025): Menulis - Desember
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i12.792

Abstract

Artikel ini mengkaji peran etika Kristen dalam menangani plagiarisme dan ketidakjujuran akademik di sekolah serta perguruan tinggi Kristen pada era digital. Perkembangan teknologi digital, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI), memperluas peluang terjadinya pelanggaran akademik dan menuntut pendekatan pembinaan etika yang lebih komprehensif. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur berdasarkan penelitian terkini di bidang teologi, pendidikan, dan etika. Temuan menunjukkan bahwa nilai etika Kristen seperti kasih, keadilan, dan tanggung jawab berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kesadaran moral peserta didik. Berbagai studi menegaskan bahwa plagiarisme tidak hanya merupakan pelanggaran akademik, tetapi juga pelanggaran moral dan spiritual yang bertentangan dengan prinsip kebenaran dalam Alkitab. Tantangan baru berupa plagiarisme berbasis AI menunjukkan perlunya regulasi institusional yang lebih jelas. Selain itu, pendekatan holistik yang melibatkan lembaga pendidikan, keluarga, dan gereja menjadi kunci dalam memperkuat integritas akademik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Kristen perlu memperkokoh dasar etis dan spiritual guna membentuk peserta didik yang berkarakter Kristus dan mampu menghadapi persoalan etis dunia digital.
Pelatihan Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Melalui Pemanfaatan Artificial Intelligence Di Sma Negeri 1 Sipoholon Nelsa Citrayani Silaban; Jusni Lumbantobing; Fajar Situmorang; Ringhot Simorangkir; Pardomuan Simanullang
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 5 (2026): Menulis - Mei
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i5.1122

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana pengembangan dan pelatihan tenaga pendidik dapat meningkatkan kemampuan guru melalui penggunaan kecerdasan buatan di SMA Negeri 1 Sipoholon. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pengumpulan data yang dilakukan melalui kuesioner. Responden dalam penelitian ini adalah para pendidik di SMA Negeri 1 Sipoholon. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari delapan butir pertanyaan yang meliputi pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pembuatan materi pembelajaran, penyiapan soal evaluasi, perencanaan belajar, analisis hasil belajar peserta didik, inovasi dalam pembuatan materi, efektivitas evaluasi, kemampuan merancang proses belajar, serta kemampuan dalam menganalisis hasil belajar peserta didik. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa para pendidik menggunakan kecerdasan buatan dengan cukup efektif.Hal ini tercermin dalam persentase indikator pembuatan materi pelajaran yang mencapai 78%, pembuatan soal evaluasi sebesar 82%, penyusunan rencana pembelajaran 76%, dan analisis hasil belajar siswa yang mencapai 77%. Selain itu, pada indikator peningkatan keterampilan guru, persentase kreativitas dalam penyusunan materi adalah 81%, efektivitas pembuatan evaluasi 83%, kemampuan meran cang pembelajaran 82%, serta kemampuan dalam menganalisis hasil belajar siswa juga 82%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia dengan memanfaatkan kecerdasan buatan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam proses pengajaran. Penggunaan kecerdasan buatan membantu guru dalam merancang materi, menyusun evaluasi, merencanakan pembelajaran, serta menganalisis hasil belajar siswa dengan cara yang lebih efektif dan efisien.