Tujuan penelitian ini yaitu: mendeskripsikan praktik Tarekat Naqsabandiyah Khalidiyah waQadiriyah dalam kehidupan santri serta menganalisis perannya dalam penguatan nilai-nilaiPendidikan Islam multikultural di Pesantren Darut Taqwa Mojokerto. Penelitian inimenggunakan pendekatan kualitatif, Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitianetnografi. Sumber data primer diperoleh dari pengasuh pesantren sekaligus mursyid tarekatNaqsabandiyah Khalidiyah wa Qadiriyah KH. M. Manshur Bahruddin, ustadz, jamaah dan santriyang mengikuti praktik Tarekat Naqsabandiyah Khalidiyah wa Qadiriyah. sedangkan sumberdata sekunder diperoleh dari kitab-kitab ulama, kitab Tarekat pesantren Darut Taqwa, buku,dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Pada penelitian ini, Teknik pengumpulan datamenggunakan Teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis data dalam penelitian inimenggunakan model etnografi Spradley yang meliputi analisis domain, analisis taksonomi,analisis komponensial, dan analisis tema kultural untuk mengungkap secara mendalamkonstruksi nilai-nilai multikultural yang terbentuk melalui praktik Tarekat NaqsabandiyahKhalidiyah wa Qadiriyah. Kebaruan penelitian ini terletak pada kajian mengenai peran praktiktarekat sebagai media internalisasi Pendidikan Islam multikultural di lingkungan pesantren,yang selama ini lebih banyak dipahami sebatas praktik spiritual individual. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa praktik Tarekat Naqsabandiya Khalidiyah Wa Qadiriyahberperan dalammemperkuat nilai-nilai Pendidikan Islam multikultural di Pesantren Darut Taqwa Mojokertomelalui pembentukan sikap toleransi, penanaman nilai keadilan, pengembangan rasa empati,penguatan persaudaraan (ukhuwah), serta penerapan nilai kesetaraan dalam kehidupan santrisehari-hari. Implikasi dari praktik tarekat tersebut berkontribusi terhadap terciptanyalingkungan pesantren yang harmonis, inklusif, dan mampu membangun sikap salingmenghargai di tengah keberagaman latar belakang sosial dan budaya santri.