This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Literatur Klasifikasi Komponen dan Faktor Kerusakan Pasca Panen pada Buah Tomat (Solanum lycopersicum L.) Hastuti, Arti; Ababil, Fauzanna
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.22108

Abstract

Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura penting yang banyak dikonsumsi masyarakat, baik dalam bentuk segar maupun olahan. Kandungan nutrisinya yang kaya akan vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif seperti likopen menjadikan tomat bernilai tinggi secara gizi maupun ekonomi. Namun demikian, buah tomat termasuk bahan pangan yang mudah rusak sehingga memerlukan penanganan pascapanen yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen nutrisi, mengklasifikasikan jenis kerusakan yang umum terjadi pada tomat, serta menganalisis faktor-faktor penyebab kerusakan berdasarkan studi literatur dan observasi lapangan. Hasil studi menunjukkan bahwa kerusakan pada tomat dapat dikelompokkan menjadi lima jenis, yaitu kerusakan mikrobiologis, mekanis, fisik, kimiawi, dan biologis. Studi kasus di Madiun memperlihatkan bahwa kondisi cuaca ekstrem dan serangan hama menyebabkan penurunan hasil panen hingga 80%, sementara penggunaan karung sebagai wadah penyimpanan pascapanen meningkatkan risiko kerusakan fisik akibat tekanan dan gesekan antarbuah. Diperlukan strategi pengelolaan yang lebih baik, termasuk penggunaan peti atau kemasan pelindung serta pengaturan kelembapan penyimpanan untuk meminimalkan kerusakan dan kerugian hasil panen.
Potensi Tepung Sorgum sebagai Bahan Komposit dalam Formulasi Kukis Bebas Gluten dan Bernilai Serat Tinggi Ababil, Fauzanna; Rizki, Mikail; Fauzia, Syaharani; Jumiono, Aji
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.22183

Abstract

Permintaan terhadap pangan bebas gluten dan tinggi serat terus meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran terhadap pola makan sehat dan kebutuhan diet khusus. Kajian ini bertujuan menganalisis potensi tepung sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) sebagai bahan komposit dalam formulasi kukis bebas gluten dan tinggi serat. Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematis terhadap publikasi ilmiah terbitan 2015–2025. Hasil menunjukkan bahwa tepung sorgum mengandung serat pangan sebesar 6,23% dan senyawa bioaktif seperti tanin dan fenolik. Dalam formulasi kukis, penggunaan tepung sorgum dalam konsentrasi 30–70% mampu meningkatkan kadar serat pangan hingga 12,94%, dibandingkan kukis kontrol yang hanya mengandung 4,3–5,59%. Meskipun demikian, konsentrasi tinggi tepung sorgum berdampak pada warna yang lebih gelap dan tekstur yang lebih keras. Formulasi komposit dengan tambahan tepung pisang, ubi ungu, atau biji wijen terbukti mampu memperbaiki karakteristik fisikokimia dan penerimaan sensoris produk. Dengan demikian, tepung sorgum memiliki potensi sebagai bahan fungsional lokal dalam pengembangan kukis bebas gluten yang bernilai serat tinggi dan layak diterima secara sensoris.
Inovasi Minuman Herbal Teh Berbasis Bunga Kecombrang: Solusi Alternatif untuk Mengurangi Stres Ababil, Fauzanna; Habibi, Janitra Yasmine; Hidayatullah, Muhammad Ihqbal; Farihin, Sulthan Fadhil; Fauzia, Syaharani; Hastuti, Arti
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i1.22117

Abstract

Teh herbal merupakan salah satu jenis minuman fungsional yang semakin diminati karena kandungan senyawa bioaktif serta manfaat kesehatannya. Di tengah meningkatnya tren gaya hidup sehat, 64% masyarakat Indonesia mulai beralih ke minuman sehat. Konsumsi teh herbal menjadi peluang pengembangan produk berbasis bahan lokal yang lebih natural dan menyehatkan. Kecombrang (Etlingera elatior) dan jahe merah (Zingiber officinale) merupakan bahan pangan lokal yang kaya senyawa fenolik, flavonoid, dan terpenoid yang berperan sebagai antioksidan, antimikroba, dan agen antiinflamasi. Namun, pemanfaatan kecombrang sebagai minuman herbal masih terbatas sehingga diperlukan inovasi produk berbasis bahan lokal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan teh herbal kecombrang–jahe dan mengevaluasi karakteristik sensori untuk mengetahui tingkat keberterimaannya. Metode penelitian dilakukan melalui sintesis produk dengan komposisi 7:2:1 (kecombrang:jahe merah:gula jagung) yang dipilih berdasarkan beberapa uji formulasi. Proses produksi meliputi pencucian, pengirisan, pengeringan pada suhu 65°C, penghalusan, dan pengemasan ke dalam kantung teh. Uji organoleptik dilakukan pada 30 panelis tidak terlatih menggunakan parameter warna, aroma, rasa, dan aftertaste. Hasil menunjukkan bahwa teh kecombrang–jahe memiliki tingkat penerimaan yang cukup baik dengan nilai hedonik warna 3,78, aroma 3,66, rasa 3,50, dan aftertaste 3,41. Warna pucat, aroma rempah seimbang, serta rasa yang relatif netral dinilai sesuai karakter minuman herbal, meskipun sebagian panelis merasakan sensasi asam dan getir. Secara keseluruhan, produk ini menunjukkan potensi untuk dikembangkan sebagai minuman herbal fungsional berbasis bahan pangan lokal.