This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Subtitusi Tepung MOCAF terhadap Sifat Fisik dan Sensoris Produk Bolu Kukus Raihana, Azzahra Kheiysa; Hidayatullah, Muhammad Ihqbal; Ramadhanti, Yussi; Jumiono, Aji
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.22188

Abstract

Tepung MOCAF (Modified Cassava Flour) merupakan hasil fermentasi singkong yang berpotensi menjadi alternatif pengganti tepung terigu dalam produk pangan. Kajian ini bertujuan untuk menelaah pengaruh substitusi tepung MOCAF terhadap sifat fisik dan sensori produk bolu kukus berdasarkan hasil penelitian pada sebuah literatur. Analisis dilakukan melalui penelusuran dan perbandingan berbagai literatur yang membahas proporsi penggunaan MOCAF serta dampaknya terhadap karakteristik warna, aroma, rasa, tekstur, dan daya kembang. Hasil kajian menunjukkan bahwa substitusi tepung MOCAF hingga 40% tidak menurunkan mutu sensoris bolu kukus dan menghasilkan daya pengembangan yang relatif setara dengan tepung terigu. Beberapa penelitian lain bahkan menunjukkan peningkatan kadar serat dan kapasitas antioksidan seiring bertambahnya proporsi MOCAF. Secara keseluruhan, tepung MOCAF memiliki potensi besar sebagai bahan substitusi lokal untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor gandum tanpa menurunkan kualitas sensori produk.
Analisis Dampak Ketidakstabilan Pasokan Durian Terhadap Kinerja UMKM Pengolah Durian Hidayatullah, Muhammad Ihqbal; Hastuti, Arti
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i1.22107

Abstract

Durian merupakan salah satu komoditas tropis yang memiliki potensi ekonomi tinggi, namun pasokannya sangat bergantung pada musim panen. Kondisi ini menyulitkan pelaku UMKM pengolah durian dalam menjaga keberlangsungan produksi dengan memperhatikan kualitas dan ketersediaan durian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui peninjauan jurnal ilmiah dan wawancara dengan beberapa pelaku UMKM. Data yang diperoleh dianalisis untuk mengidentifikasi strategi yang tepat untuk diterapkan dalam menjaga ketersediaan bahan pangan durian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama UMKM terletak pada aliran pasokan dan kualitas durian. Strategi yang dapat diterapkan antara lain penyimpanan dingin (freezing) untuk memperpanjang umur simpan, menjalin kerja sama dengan petani daerah untuk menjamin suplai berkelanjutan, serta membagi hasil panen antar UMKM guna meminimalkan kerugian saat stok berlebih. Dari penelitian ini menunjukkan pentingnya pengembangan teknologi pengawetan serta kolaborasi antar pelaku usaha dalam menjaga keberlangsungan produksi olahan durian. Kesimpulannya, penerapan strategi pascapanen yang tepat dapat meningkatkan daya saing UMKM pengolah durian, serta memberikan peluang penelitian lanjutan untuk pengembangan teknologi penyimpanan dan model usaha yang lebih maju.
Inovasi Minuman Herbal Teh Berbasis Bunga Kecombrang: Solusi Alternatif untuk Mengurangi Stres Ababil, Fauzanna; Habibi, Janitra Yasmine; Hidayatullah, Muhammad Ihqbal; Farihin, Sulthan Fadhil; Fauzia, Syaharani; Hastuti, Arti
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i1.22117

Abstract

Teh herbal merupakan salah satu jenis minuman fungsional yang semakin diminati karena kandungan senyawa bioaktif serta manfaat kesehatannya. Di tengah meningkatnya tren gaya hidup sehat, 64% masyarakat Indonesia mulai beralih ke minuman sehat. Konsumsi teh herbal menjadi peluang pengembangan produk berbasis bahan lokal yang lebih natural dan menyehatkan. Kecombrang (Etlingera elatior) dan jahe merah (Zingiber officinale) merupakan bahan pangan lokal yang kaya senyawa fenolik, flavonoid, dan terpenoid yang berperan sebagai antioksidan, antimikroba, dan agen antiinflamasi. Namun, pemanfaatan kecombrang sebagai minuman herbal masih terbatas sehingga diperlukan inovasi produk berbasis bahan lokal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan teh herbal kecombrang–jahe dan mengevaluasi karakteristik sensori untuk mengetahui tingkat keberterimaannya. Metode penelitian dilakukan melalui sintesis produk dengan komposisi 7:2:1 (kecombrang:jahe merah:gula jagung) yang dipilih berdasarkan beberapa uji formulasi. Proses produksi meliputi pencucian, pengirisan, pengeringan pada suhu 65°C, penghalusan, dan pengemasan ke dalam kantung teh. Uji organoleptik dilakukan pada 30 panelis tidak terlatih menggunakan parameter warna, aroma, rasa, dan aftertaste. Hasil menunjukkan bahwa teh kecombrang–jahe memiliki tingkat penerimaan yang cukup baik dengan nilai hedonik warna 3,78, aroma 3,66, rasa 3,50, dan aftertaste 3,41. Warna pucat, aroma rempah seimbang, serta rasa yang relatif netral dinilai sesuai karakter minuman herbal, meskipun sebagian panelis merasakan sensasi asam dan getir. Secara keseluruhan, produk ini menunjukkan potensi untuk dikembangkan sebagai minuman herbal fungsional berbasis bahan pangan lokal.