An Nisa Alya
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INTEGRASI ISLAM DAN SAINS DALAM PEMBELAJARAN FIQIH An Nisa Alya; Kadar M. Yusuf
Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijis.v2i1.1805

Abstract

Dalam proses pembelajaran, kualitas atau mutu menjadi suatu hal yang mutlak harus ada. Oleh karenanya, dalam perkembangan banyak model yang ditawarkan oleh beberapa pakar pendidikan, salah satunya adalah integrasi sains dan agama dalam proses pendidikan. Pembelajaran pendidikan agama Islam harus mampu mengubah sesuatu yang masih bersifat kognitif menjadi makna dan nilai serta harus di internalisasikan dalam diri perserta didik. Sains dan agama dalam perspektif Islam yaitu memiliki dasar metafisik yang sama, dengan tujuan pengetahuan yang diwahyukan maupun diupayakan adalah mengungkapkan ayat-ayat Tuhan, motivasi dibalik pencarian kealaman matematis-upaya mengetahui ayat-ayat Tuhan di alam semesta. Dengan integrasi pendidikan agama Islam dengan sains dan teknologi diharapkan pembelajaran yang dilaksanakan menjadi lebih bermakna dan mudah dipahami. Sehingga tujuan pendidikan agama Islam dalam mengarahkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani, bertaqwa, dan berakhlak mulia dalam mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utamanya yaitu kitab suci Al- Quran dan Al- Hadits, melalui kegiatan bimbingan pengajaran, latihan, serta penggunaan pengalaman dapat terlaksana. Integrasi sains dan Islam dalam pembelajaran fikih bertujuan untuk menyatukan ilmu agama dan sains secara harmonis untuk menghasilkan pemahaman yang holistik, tidak memisahkan keduanya secara dikotomi. Pendekatan ini mengaitkan materi fikih dengan prinsip-prinsip sains untuk membekali siswa dengan pengetahuan yang ilmiah dan keimanan yang kuat, membentuk pribadi berakhlak mulia, dan mampu menerapkan ilmunya secara bertanggung jawab untuk kebaikan manusia dan alam.
KINERJA EPISTEMOLOGI ISLAM DALAM PENDEKATAN MULTIDISIPLINER, INTERDISIPLINER DAN TRANSDISIPLINER An Nisa Alya; Sri Murhayati
Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijis.v2i1.1899

Abstract

Epistemologi islam yang bersumber pada integrasi wahyu (naqliyah) dan rasio (aqliyah), kini tidak lagi berdiri sendiri dalam koridor ilmu agama murni, melainkan berperan sebagai basis nilai dalam dialog lintas ilmu. Seiring dengan meningkatnya kompleksitas tantangan global di era 2025, integrasi ilmu pengetahuan melalui berbagai model pendekatan lintas disiplin menjadi kebutuhan mendesak dalam dunia akademik dan riset. Penelitian ini membahas tentang Pendekatan Multidisipliner, Interdisipliner dan Transdisipliner yang dikembangkan oleh PTKI di Indonesia.
Kebutuhan Dan Karakteristik Model Desain Pembelajaran Di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) Dasmarni; An Nisa Alya; Anusirwan Hamidi Harahap; Habibul Hakim; Missy Mairista; Nurhasnawati
Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Vol. 13 No. 1 (2026): ELEMENTARY SCHOOL (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ke-SD-an)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/esjurnal.v13i1.4667

Abstract

Analisis kebutuhan serta pemilihan model desain pembelajaran merupakan langkah krusial untuk meraih tujuan pendidikan di MI/SD. Artikel ini mengkaji peran analisis kebutuhan, ciri-ciri siswa MI/SD, serta model desain pembelajaran yang tepat. Melalui penelitian literatur, ditemukan bahwa model ASSURE, ADDIE, Dick & Carey, dan Kemp memiliki ciri-ciri yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan di sekolah dasar. Pemilihan model perlu memperhatikan ciri-ciri perkembangan kognitif, sosial, dan emosional siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model yang luwes, interaktif, dan berfokus pada siswa lebih berhasil dalam menciptakan pengalaman pembelajaran yang signifikan.