Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

STUDI RANCANGAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH TAMBAK INTENSIF UDANG VANNAMEI KOTA PROBOLINGGO Ugroseno, Wahyu; Bisri, Mohammad; Fidari, Jadfan Sidqi; Lufira, Rahma Dara
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan industri tambak di indonesia sejak 1990, diiringi dengan berkurangnya lahan bakau. Hal ini memicu terjadinya kerusakan lingkungan akibat polusi kegiatan tambak. Air limbah buangan tambak terbukti mengandung bahan pencemar sisa pakan, mikroorganisme dan bibit penyakit. Metode yang akan digunakan dalam perencanaan unit pengolahan limbah  tambak udang adalah metode biofilter secara anaerobik dan aerobik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kualitas air limbah tambak sebagai dasar penentuan rancangan instalasi pengolahan air limbah pada Tambak udang, sehingga diharapkan air limbah yang akan dikembalikan menuju badan perairan sesuai dengan baku mutu, dan nantinya akan mengurangi pencemaran di Pantai Mayangan, Kota Probolinggo. Sebelum melewati tahapan proses pengolahan limbah, kandungan BOD, TSS, fosfat, H2S dan amonia pada sampel air tidak memenuhi baku mutu limbah tambak udang. Hasil dari pengolahan limbah ini terbukti sangat efektif. Didapatkan nilai-nilai kandungan polutan air limbah, dapat berkurang secara signifikan. Contohnya parameter BOD pada limbah. Sebelumnya didapati kandungan BOD pada sampel limbah air tambak sebesar 571,72 miligram per liter sampel. Nilai ini melebihi ambang baku mutu yang ditetapkan yaitu kurang atau sama dengan 45 miligram per liter air limbah. Setelah melewati tahapan pengolahan air limbah, dihasilkan nilai BOD yang rendah dan memenuhi kriteria, sebesar 20,582 mg/l. The rapid development of the ponds industry in Indonesia since 1990, accompanied by a reduction in mangrove land. This triggers environmental damage due to pollution of pond activities. Pond wastewater is proven to contain contaminants left over from feed, microorganisms and disease germs. The method to be used in planning the shrimp pond waste treatment unit is an anaerobic and aerobic biofilter method. The purpose of this study is to determine the quality of pond wastewater as a basis for determining the design of wastewater treatment plants in shrimp ponds, so that it is expected that wastewater will be returned to the water body in accordance with quality standards, and will later reduce pollution in Mayangan Beach, Probolinggo City. Before going through the stages of the waste treatment process, the content of BOD, TSS, phosphate, H2S and ammonia in water samples does not meet the quality standards of shrimp pond waste. The results of this waste treatment have proven to be very effective. Obtained values ​​of wastewater pollutant content, can be reduced significantly. For example BOD parameters in waste. Previously found BOD content in pond water waste samples worth 571.72 milligrams per liter of sample. This value exceeds the established quality standard that is less or equal to 45 milligrams per liter of wastewater. After passing through the wastewater treatment stage, a low BOD value is produced and fulfills the criteria, valued at 20,582 mg/l. 
Kajian Dampak Lingkungan Proses Manufaktur Pipeline End Manifold (PLEM) Berbasis Metode Life Cycle Assessment (LCA) Nisa', Syadzadhiya Qothrunada Zakiyayasin; Asih, Ariesta Sulistyo; Ugroseno, Wahyu; Hakim, Cindy Aisyah
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 5, No 2 (2025): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2025.v5i2.8381

Abstract

Permintaan energi global hingga saat ini masih sangat bergantung pada minyak bumi sebagai sumber utama. Meskipun tren dunia menunjukkan pergeseran menuju energi terbarukan, konsumsi minyak tetap tinggi, khususnya untuk sektor transportasi, industri petrokimia, dan pembangkit listrik di negara berkembang. Produksi minyak lepas pantai merupakan solusi teknis yang banyak digunakan untuk memanfaatkan cadangan minyak dan gas di laut dalam yang tidak dapat dijangkau oleh metode konvensional. Salah satu komponen penting dalam sistem bawah laut tersebut adalah Pipeline End Manifold (PLEM), yang berfungsi sebagai penghubung utama antara pipa bawah laut dan sistem penerima di permukaan atau unit pengolahan berikutnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi dampak lingkungan dari proses produksi PLEM menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA) serta memberikan rekomendasi perbaikan yang dapat mengurangi dampak tersebut. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak OpenLCA 11.1.0 dengan basis data Greendelta serta metode CML-IA Baseline. Data masukan yang digunakan mencakup kebutuhan bahan baku dan bahan bakar, sedangkan data keluaran berupa produk, limbah, dan emisi yang dihasilkan selama proses produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi PLEM menghasilkan dampak lingkungan sebesar 0,0360126 kg PO₄ eq untuk kategori eutrofikasi, 0,00080028 kg C₂H₄ eq untuk oksidasi fotokimia, dan 2.573,30034 kg CO₂ eq untuk pemanasan global (GWP100a). Rekomendasi perbaikan yang dapat dilakukan adalah mengurangi limbah padat dengan mendaur ulang sisa baja melalui proses Electric Arc Furnace (EAF) guna meningkatkan efisiensi material dan menurunkan dampak lingkungan.
Evaluasi Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah Farmasi PT. X Kevin Leonardo Sulistiyo; Ugroseno, Wahyu
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i6.6858

Abstract

This article aims to evaluate the performance of the wastewater treatment plant (WWTP) operated by the pharmaceutical industry PT. X. The study assesses the effectiveness of wastewater treatment by testing water quality parameters from both the inlet and outlet, as well as analyzing each treatment unit, such as Oil and Scum Separation, Oil and Scum Collection, Equalization and Neutralization Tank, Aeration Tank, Clarifier, Break Tank, Filtration, Final Tank, and Sludge treatment units, including Sludge Collection and Stabilization Tank and Filter Press. Monitoring results show that PT. X’s wastewater meets the established quality standards. However, operational issues were observed, including overflow in the equalization and neutralization tanks, foam formation in the aeration tank, and sludge bulking in the clarifier unit, all requiring corrective actions. Recommended improvements include installing ultrasonic sensors, increasing dissolved oxygen (DO) concentration and the food-to-microorganism (F/M) ratio, and replacing filter media to optimize the treatment process. This evaluation is essential to ensure optimal wastewater treatment performance and compliance with environmental quality standards.
Analisis Emisi Gas Rumah Kaca Pada IPAL Industri Farmasi PT. X Menggunakan Metode Life Cycle Assessment (LCA) Kartika, Nanda Dwi; Ugroseno, Wahyu
Envirous Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v6i2.404

Abstract

Penelitian ini menganalisis emisi Gas Rumah Kaca (GRK) terutama yang disebabkan oleh gas karbondioksida (CO2) yang dilepaskan ke atmosfer melalui penggunaan listrik yang berperan sebagai sumber energi utama dalam kegiatan operasional Instalasi Pengolahan Air Limbah Industri Farmasi milik PT. X. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang disebabkan oleh penggunaan listrik untuk kegiatan operasional Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada industri farmasi menggunakan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA). Perhitungan emisi CO2 dihitung berdasarkan kebutuhan listrik yang digunakan dengan faktor emisi dari CO2 yang telah ditetapkan oleh Permen ESDM. Hasil menunjukkan bahwa pada pengolahan 1 m3 air limbah berpotensi menimbulkan dampak global warming sebesar 9,726 kg CO2eq dengan kontribusi terbesar berasal dari unit bak aerasi (58,84%) karena penggunaan mesin blower secara kontinu selama 24 jam secara bergantian. Analisis hotspot dilakukan untuk mengidentifikasi persentase kontributor berdasarkan proses yang telah dianalisis dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi pengurangan emisi yang dapat dilakukan melalui pemanfaatan energi terbarukan yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dapat menurunkan emisi hingga 4,58 juta ton CO2eq.
Analisis Efisiensi Kinerja Pengolahan Limbah Cair Industri Farmasi PT. X Sulistiyo, Kevin Leonardo; Ugroseno, Wahyu
Envirous Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v6i2.405

Abstract

Semakin bertambahnya tahun semakin besar pula jumlah produksi pada suatu industri. Dengan begitu limbah yang dihasilkan juga semakin bertambah sehingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Industri Farmasi milik PT. X diperlukan analisis efisiensi pengolahan selama periode Januari hingga Desember Tahun 2024. Metode yang digunakan dilakukan secara kuantitatif dengan analisis deskriptif dilakukan dengan cara membandingkan konsentrasi parameter pencemar sebelum dan sesudah pengolahan untuk menghitung tingkat efisiensi penyisihan parameter pencemar. Unit pada Instalasi Pengolahan Air Limbah PT. X meliputi beberapa unit yaitu unit Oil and Scum Separation and Collection, unit Equalization and Neutralization, Unit Aeration Tank, Unit Clarifier Tank, Unit Break Tank, Unit Filtration, Unit Final Tank, Unit Sludge Collection and Stabilization, dan Unit Filter Press. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan efisiensi pada sebagian besar parameter terutama pada parameter BOD5, COD, NH3-N, dan Total Coliform. Sedangkan pada parameter TSS dan Minyak dan Lemak mengalami penurunan efisiensi akibat masalah operasional seperti sludge bulking dan adanya penyumbatan unit. Namun, secara keseluruhan IPAL PT. X mampu memenuhi baku mutu lingkungan dan menunjukkan nilai efektivitas tinggi dalam meremoval parameter pencemaran air limbah dengan nilai efektivitas yang berbeda pada parameter BOD5 83,9%, COD 80,08%, TSS 94,97%, NH3-N 98,02%, Minyak dan Lemak 57,39% dan Total Coliform 90,87%. Untuk memastikan IPAL dapat beroperasi secara optimal diperlukan adanya peningkatan pengawasan dan perawatan pada seluruh unit untuk selalu memastikan air limbah yang dihasilkan telah memenuhi standar baku mutu yang telah ditetapkan.