Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Dampak Lingkungan Proses Manufaktur Pipeline End Manifold (PLEM) Berbasis Metode Life Cycle Assessment (LCA) Nisa', Syadzadhiya Qothrunada Zakiyayasin; Asih, Ariesta Sulistyo; Ugroseno, Wahyu; Hakim, Cindy Aisyah
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 5, No 2 (2025): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2025.v5i2.8381

Abstract

Permintaan energi global hingga saat ini masih sangat bergantung pada minyak bumi sebagai sumber utama. Meskipun tren dunia menunjukkan pergeseran menuju energi terbarukan, konsumsi minyak tetap tinggi, khususnya untuk sektor transportasi, industri petrokimia, dan pembangkit listrik di negara berkembang. Produksi minyak lepas pantai merupakan solusi teknis yang banyak digunakan untuk memanfaatkan cadangan minyak dan gas di laut dalam yang tidak dapat dijangkau oleh metode konvensional. Salah satu komponen penting dalam sistem bawah laut tersebut adalah Pipeline End Manifold (PLEM), yang berfungsi sebagai penghubung utama antara pipa bawah laut dan sistem penerima di permukaan atau unit pengolahan berikutnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi dampak lingkungan dari proses produksi PLEM menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA) serta memberikan rekomendasi perbaikan yang dapat mengurangi dampak tersebut. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak OpenLCA 11.1.0 dengan basis data Greendelta serta metode CML-IA Baseline. Data masukan yang digunakan mencakup kebutuhan bahan baku dan bahan bakar, sedangkan data keluaran berupa produk, limbah, dan emisi yang dihasilkan selama proses produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi PLEM menghasilkan dampak lingkungan sebesar 0,0360126 kg PO₄ eq untuk kategori eutrofikasi, 0,00080028 kg C₂H₄ eq untuk oksidasi fotokimia, dan 2.573,30034 kg CO₂ eq untuk pemanasan global (GWP100a). Rekomendasi perbaikan yang dapat dilakukan adalah mengurangi limbah padat dengan mendaur ulang sisa baja melalui proses Electric Arc Furnace (EAF) guna meningkatkan efisiensi material dan menurunkan dampak lingkungan.
Waste to Wound Care: Transforming Banana Peels into Burn Cream by the Minasari Farming Community in Jemur Wonosari, Surabaya Kurniawan, Ilham; Sasongko, Purnomo Edi; Maghfiroh, Rahmatun Nisful; Nurhutami, Shofie Rindi; Yusuf, Aulia Islamiati; Hakim, Cindy Aisyah
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 12 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i12.10424

Abstract

The utilization of banana peels as a natural remedy for minor burn wound healing and antimicrobial activity has garnered increasing attention amidst the growing interest in plant-based traditional medicine. This study investigated the bioactive components present in banana peels, including flavonoids, tannins, and polyphenols, which contribute to wound healing and the prevention of infections. Conducted as a community engagement initiative in Jemur Wonosari Sub-district, Surabaya, the activity was designed to be replicable at the household level using simple tools and locally available materials. The preparation process involved cleaning the peels, heating them with virgin coconut oil, and optionally adding natural honey to enhance antibacterial properties. Findings highlight the potential of banana peels as an effective natural burn ointment with antimicrobial and antioxidant properties, while also supporting circular economy principles through the utilization of agricultural waste. Further research is needed to standardize formulations and clinically validate the widespread use of ointments based on banana peels.