Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Ketahanan Electronic Nose Berbasis MOS terhadap Kontaminasi Silang Senyawa Volatil dalam Identifikasi Kualitas Daging Sapi Amalia, Aslikha; Rahayu, Anisa Esti; Putra, Ekananda Sulistyo; Ni’matuzzahroh, Ludia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4307

Abstract

Keamanan pangan dan kualitas daging adalah faktor penting yang memengaruhi kesehatan pelanggan. Degradasi biologis yang terjadi pada daging sapi selama penyimpanan menghasilkan senyawa volatil organik seperti amonia (NH3), hidrogen sulfida (H2S), dan berbagai jenis VOC lainnya, yang dapat digunakan sebagai pengukur tingkat pembusukan. Metode inspeksi konvensional, seperti uji organoleptik, kimiawi, dan mikrobiologi, masih memiliki kekurangan karena bersifat subjektif, destruktif, membutuhkan waktu lama, dan memerlukan fasilitas laboratorium khusus. Elektronik Nose (E-nose) berbasis sensor MOS telah menjadi solusi yang lebih cepat dan non-destruktif. Namun, belum banyak penelitian yang melakukan uji ketahanan E-nose terhadap kontaminasi silang yang berubah-ubah dalam kondisi penyimpanan nyata. Penelitian ini mengevaluasi ketahanan E-nose berbasis sensor MQ-137, MQ-136, dan TGS2602 untuk mengidentifikasi kualitas daging sapi dengan menggunakan algoritma Probabilistic Neural Network (PNN). Pengujian dilakukan pada kondisi terkontrol dan skenario interferensi volatil, dengan jarak antara sampel segar dan busuk 25-100 cm. Model PNN menunjukkan akurasi 100% pada kondisi tanpa gangguan. Namun, pengujian pada kondisi prediksi sampel daging segar dengan jarak interferensi sampel daging busuk ≤50 cm, menyebabkan false positive dan penurunan akurasi menjadi 66,7%, artinya pola aroma sampel segar berubah karena difusi volatil pembusukan. Sebaliknya, prediksi sampel busuk tetap stabil di seluruh jarak pengujian. Hasil ini menunjukkan bahwa distribusi volatil di lingkungan sekitar memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keandalan E-nose dan jarak lebih dari 50 cm dapat dijadikan batas operasional untuk menghindari interferensi silang. Temuan ini dapat membantu dalam pengembangan sistem inspeksi mutu daging yang portable, cepat, dan andal untuk aplikasi keamanan pangan.
Tomato Mutants SlIAA9 Exhibit Thermo-Morphophysiological Characters and Enhanced SIDREBA4 Gene Expression Rafsyanyani, Cory; Anjalani, Titah Rigel; Rahayu, Anisa Esti; Mubarok, Syariful; Widiastuti, Ani; Matra, Deden Derajat; Ezura, Hiroshi; Jadid, Nurul
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Vol 41, No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/carakatani.v41i1.108173

Abstract

Rising temperatures associated with climate change threaten tomato productivity, yet the contribution of auxin signaling components to heat-stress adaptation remains incompletely understood. The IAA9 gene, encoding an Aux/IAA transcriptional repressor, is well known for its role in auxin-regulated development, but its role in heat responses is still unclear. This study aims to elucidate the function of IAA9 in modulating tomato responses under heat stress conditions. Researchers utilized tomato iaa9-3 and iaa9-5 mutants and exposed them to prolonged elevated temperatures of 40 to 45 °C for 6 weeks to assess morphophysiological traits, and to 38 to 40 °C for 6 days to evaluate molecular responses through SlDREBA4 gene expression analysis. Under prolonged heat stress, all genotypes exhibited reduced leaf area, leaf number, and total chlorophyll content, accompanied by increased plant height compared to plants grown under normal conditions. Specifically, wild-type Micro-Tom (WT-MT) showed the lowest values in leaf area (165.89 cm²), leaf number (23 leaves), and total chlorophyll content (115.7 µg g-1). In contrast, the iaa9-3 and iaa9-5 mutants recorded the highest plant heights at 11.98 and 12.13 cm, respectively, indicating a differential growth response under stress. Gene expression analysis revealed that SlDREBA4 expression was upregulated in both iaa9-3 and iaa9-5 mutants compared to normal temperature conditions, with increases of 0.45-fold and 1.78-fold, respectively. These results indicate that IAA9 mutations confer enhanced thermotolerance in tomato, as reflected by altered morphology and increased heat-responsive gene expression. This study highlights IAA9 as a potential genetic target for improving heat stress resilience in tomato breeding programs.