ABSTRACT Mangrove ecosystems provide vital ecological services including coastal protection, carbon sequestration, and biodiversity support. However, land conversion and low conservation awareness have led to degradation, diminishing their ecological and economic functions. This study aims to design an environmental education-based ecotourism development concept for the Pancer Mangrove Ecotourism Area, Kasemen District, Serang City, Banten Province. A descriptive qualitative approach was employed through direct field observation on March 7, 2026, supported by flora and fauna documentation. The results reveal rich mangrove biodiversity consisting of Bruguiera gymnorrhiza, Rhizophora mucronata, and Avicennia marina, alongside characteristic fauna such as Scylla serrata, Periophthalmus argentilineatus, and Egretta garzetta. Based on these findings, two tourism packages were designed: Package A (general ecotourism) and Package B (environmental education ecotourism), the latter integrating mangrove planting activities and QR code-based digital education media. This development has the potential to enhance visitors’ environmental awareness, support mangrove ecosystem conservation, and provide economic benefits for local communities. Future efforts should focus on strengthening local community capacity and improving collaboration among government, communities, and academics to realize sustainable and educational ecotourism. Keywords: biodiversity, conservation, digital media, ecotourism, mangrove ABSTRAK Kesadaran konservasi telah menyebabkan degradasi yang mengurangi fungsi ekologis dan ekonomisnya. Penelitian ini bertujuan merancang konsep pengembangan ekowisata berbasis edukasi lingkungan di Kawasan Ekowisata Mangrove Pancer, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Provinsi Banten. Pendekatan deskriptif kualitatif dilakukan melalui observasi lapangan langsung pada 7 Maret 2026, did ukung dokumentasi flora dan fauna. Hasil penelitian menunjukkan keanekaragaman hayati mangrove yang kaya, meliputi Bruguiera gymnorrhiza, Rhizophora mucronata, dan Avicennia marina, serta fauna khas seperti Scylla serrata, Periophthalmus argentilineatus, dan Egretta garzetta. Berdasarkan temuan tersebut, dirancang dua paket wisata: Paket A (ekowisata umum) dan Paket B (ekowisata edukasi lingkungan), di mana paket kedua mengintegrasikan kegiatan penanaman mangrove dan media edukasi digital berbasis QR code. Pengembangan ini berpotensi meningkatkan kesadaran lingkungan pengunjung, mendukung konservasi ekosistem mangrove, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal. Ke depan, pengembangan perlu memperkuat kapasitas masyarakat lokal dan meningkatkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan akademisi guna mewujudkan ekowisata yang berkelanjutan dan edukatif. Kata kunci: ekowisata, keanekaragaman hayati, konservasi, mangrove, media digital