Forman Halawa
Unknown Affiliation

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Transformasi Digital dalam Praktik HR: Analisis Penerapan Teknologi untuk Meningkatkan Kinerja SDM Arlius Zai; Eliyunus Waruwu; Forman Halawa
Journal of Golden Generation Economic Vol. 1 No. 2 (2025): Desember 2025 : Journal of Golden Generation Economic
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggeconomic.v1i2.114

Abstract

Transformasi digital telah menjadi salah satu agenda strategis utama dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di berbagai organisasi, terutama di tengah dinamika lingkungan bisnis yang semakin kompetitif dan berbasis teknologi. Perkembangan teknologi seperti Human Resource Information System (HRIS), Human Resource Analytics, Artificial Intelligence (AI), dan automasi proses administrasi telah mendorong perubahan signifikan dalam cara fungsi Human Resources (HR) menjalankan perannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teknologi digital dalam praktik HR serta dampaknya terhadap peningkatan kinerja SDM. Pendekatan penelitian yang digunakan bersifat deskriptif-analitis dengan memadukan studi literatur dan temuan empiris dari berbagai organisasi yang telah mengimplementasikan solusi digital dalam manajemen SDM. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan teknologi digital mampu memberikan efisiensi operasional, peningkatan akurasi data, dan percepatan proses kerja dalam fungsi HR, seperti rekrutmen, pelatihan, penilaian kinerja, dan manajemen talenta. HR Analytics berperan penting dalam pengambilan keputusan berbasis data, sehingga organisasi dapat mengidentifikasi kebutuhan kompetensi, memprediksi potensi turnover, serta meningkatkan efektivitas program pengembangan karyawan. Sementara itu, penggunaan AI dalam proses rekrutmen dan manajemen kinerja memberikan nilai tambah berupa objektivitas dan konsistensi dalam evaluasi. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan organisasi, kompetensi SDM, budaya kerja, serta dukungan manajemen puncak. Tantangan seperti resistensi terhadap perubahan, keterbatasan keterampilan digital, dan integrasi sistem masih menjadi hambatan dalam implementasi optimal. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa transformasi digital dalam praktik HR merupakan strategi penting untuk meningkatkan kinerja SDM dan daya saing organisasi. Implementasi teknologi yang tepat, didukung oleh tata kelola perubahan yang efektif, menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan HR yang lebih adaptif, efisien, dan berbasis data.
Strategi Talent Management Development untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan di Era Transformasi Digital Zebua, Melki Setiawan; Eliyunus Waruwu; Forman Halawa
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.468

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan menganalisis strategi Pengembangan Manajemen Talenta yang paling efektif dalam meningkatkan kinerja karyawan di tengah tantangan dan peluang yang ada dalam Era Transformasi Digital. Masalah utama yang dibahas adalah bagaimana perusahaan bisa menjaga dan meningkatkan kualitas talenta inti agar tetap relevan dan tetap produktif meski menghadapi perubahan teknologi yang pesat. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data melalui studi kasus dan wawancara terhadap manager sumber daya manusia serta karyawan berkualitas di beberapa perusahaan yang sudah menerapkan transformasi digital. Pendekatan ini membantu peneliti mendapatkan gambaran yang jelas mengenai praktik manajemen talenta saat ini serta mengenali kekurangan yang ada. Hasil sementara menunjukkan bahwa strategi yang menekankan pada pembelajaran terus menerus (reskilling dan upskilling), penggunaan platform digital untuk pelatihan dan kerja sama, serta sistem insentif yang bisa beradaptasi dengan perubahan digital, berhubungan erat dengan peningkatan produktivitas karyawan sebesar sekitar 15% pada tim yang diteliti. Temuan ini menunjukkan betapa pentingnya mengintegrasikan teknologi dalam setiap bagian pengembangan talenta. Penelitian ini juga memberikan saran nyata bagi organisasi dalam merancang program pengembangan talenta yang cepat bereaksi, bisa diukur, dan mampu mempersiapkan tenaga kerja untuk masa depan digital.
Analisis Lingkungan Kerja terhadap Employee Engagement: Literature Review Zebua, Ardika Immanuel; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.451

Abstract

Lingkungan kerja merupakan faktor penting yang menentukan tingkat kenyamanan, motivasi, dan keterlibatan karyawan dalam organisasi. Banyak organisasi masih menghadapi rendahnya employee engagement akibat kondisi lingkungan kerja yang kurang mendukung, baik dari aspek fisik maupun psikososial. Penelitian ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai pengaruh lingkungan kerja terhadap employee engagement melalui kajian literature review sistematis. Metode yang digunakan mencakup identifikasi topik, pencarian dan seleksi artikel full-text periode 2019–2025, analisis konten, serta sintesis temuan untuk mengungkap pola hubungan antarvariabel. Sebanyak sejumlah artikel nasional yang relevan dianalisis berdasarkan dimensi lingkungan kerja, instrumen pengukuran, dan hasil empirisnya. Hasil sementara menunjukkan bahwa lingkungan kerja fisik, seperti ergonomi, fasilitas, dan kebersihan ruang, berkontribusi meningkatkan fokus dan kenyamanan kerja. Sementara itu, lingkungan kerja non-fisik terbukti menjadi prediktor paling kuat bagi engagement melalui dukungan atasan, komunikasi, hubungan kerja, dan budaya organisasi. Temuan sintesis juga mengindikasikan bahwa kepemimpinan berperan sebagai mediator yang memperkuat pengaruh lingkungan kerja terhadap keterlibatan karyawan. Secara keseluruhan, sekitar 70–80% studi yang ditelaah menunjukkan hubungan positif signifikan antara kualitas lingkungan kerja dan tingkat engagement karyawan. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi organisasi untuk merancang strategi perbaikan lingkungan kerja sebagai upaya meningkatkan keterlibatan dan produktivitas karyawan.
Peran Sustainable Human Resource Management dalam Mewujudkan Kinerja Organisasi Berkelanjutan (Industri Manufaktur Ramah Lingkungan) Yunisa Halawa; Eliyunus Waruwu; Forman Halawa
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi peran strategis Sustainable Human Resource Management (SHRM) dalam mendorong tercapainya kinerja organisasi yang berkelanjutan, terutama di bidang industri manufaktur yang ramah lingkungan. Masalah keberlanjutan semakin menjadi perhatian utama, karena tekanan dari aturan pemerintah, harapan konsumen, serta kelangkaan sumber daya memaksa perusahaan manufaktur untuk mengintegrasikan aspek lingkungan dalam kegiatan operasional mereka. Masalah utama yang dibahas adalah bagaimana praktik SHRM seperti perekrutan yang ramah lingkungan, pelatihan berkelanjutan, penilaian kinerja yang memperhatikan lingkungan, serta sistem pengupahan berdasarkan triple bottom line dapat secara efektif membantu dan meningkatkan kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan perusahaan secara bersamaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menyebar kuesioner kepada 250 orang karyawan dan manajer di berbagai perusahaan manufaktur yang telah memiliki sertifikasi ISO 14001 di wilayah Jawa Barat. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk memeriksa hubungan sebab-akibat antara variabel SHRM dan kinerja berkelanjutan. Hasil awal menunjukkan bahwa penerapan berbagai dimensi SHRM memiliki dampak positif signifikan (p-value < 0.05), terutama terhadap kinerja lingkungan (koefisien jalur 0.48) dan kinerja sosial (koefisien jalur 0.35). Selain itu, kinerja yang baik di bidang lingkungan dan sosial juga berkontribusi secara bersamaan terhadap peningkatan kinerja ekonomi. Kesimpulan sementara menunjukkan bahwa SHRM merupakan hal penting yang harus diterapkan oleh industri manufaktur dalam mencapai keunggulan kompetitif jangka panjang serta berkontribusi pada pembangunan yang berkelanjutan melalui praktik kerja yang lebih tanggung jawab.
Implementasi Kebijakan Well Being Untuk Mengurangi Stres Dan Bornout Karyawan Zamasi, Herman Putra; Eliyunus Waruwu; Forman Halawa
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana kebijakan well-being diterapkan dalam organisasi dan pengaruhnya terhadap penurunan stres serta burnout pada karyawan. Fenomena meningkatnya stres kerja dan burnout di berbagai tempat kerja dipicu oleh beban tugas yang tinggi, dinamika perubahan organisasi, serta kondisi kerja yang tidak stabil. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus, penelitian ini menggali pengalaman langsung karyawan serta efektivitas kebijakan well-being yang dijalankan perusahaan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen kebijakan. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa berbagai program well-being, seperti layanan konseling psikologis, fleksibilitas waktu kerja, kegiatan pendukung kesehatan mental, serta penciptaan lingkungan kerja yang positif, berkontribusi dalam menurunkan tingkat stres dan gejala burnout. Meskipun demikian, keberhasilan implementasi kebijakan sangat bergantung pada dukungan manajemen, konsistensi pelaksanaan, dan bagaimana karyawan memaknai manfaat program tersebut. Studi ini menegaskan pentingnya membangun budaya organisasi yang mendukung well-being serta melakukan evaluasi secara berkelanjutan agar kebijakan dapat berjalan efektif.
Pengaruh Employee Engagement terhadap Kinerja Organisasi dan Kepuasan Pelanggan pada Sektor Jasa David Zebua, David Darmawan Zebua; Eliyunus Waruwu; Forman Halawa
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.517

Abstract

Dalam industri perbankan yang sangat kompetitif, kualitas layanan yang diberikan oleh karyawan (terutama Teller dan Customer Service) secara langsung menentukan Customer Satisfaction, sehingga Employee Engagement (EE) menjadi variabel strategis. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat turnover karyawan di frontliner dan beberapa laporan keluhan nasabah terkait kecepatan dan keramahan layanan di PT Bank Sentosa. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis dan menguji pengaruh Employee Engagement terhadap peningkatan Kinerja Organisasi dan tingkat Kepuasan Pelanggan di bank tersebut. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei, melibatkan 150 karyawan frontliner dan back office PT Bank Sentosa yang diambil melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Employee Engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Organisasi (dengan kontribusi 62,5%), serta (2) Employee Engagement juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pelanggan (dengan kontribusi 54,8%). Temuan ini menggarisbawahi pentingnya mempertahankan ikatan emosional dan kognitif karyawan, karena hal tersebut mendorong perilaku kerja yang melampaui standar, yang pada akhirnya meningkatkan efisiensi operasional dan loyalitas nasabah. Manajemen PT Bank Sentosa disarankan untuk fokus pada program peningkatan work-life balance dan sistem reward and recognition yang lebih terstruktur.
Dampak Implementasi Teknologi Digital HR Terhadap Efisiensi Operasional dan Pengalaman Karyawan (Employee Experience) Anwardin Batee; Eliyunus Waruwu; Forman Halawa
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.520

Abstract

Implementasi teknologi digital dalam bidang sumber daya manusia (HR) kini menjadi hal yang wajib bagi organisasi modern, agar dapat meningkatkan efisiensi kerja dan memberikan pengalaman lebih baik bagi para karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan serta menganalisis secara mendalam pengaruh penggunaan teknologi digital dalam manajemen sumber daya manusia terhadap proses kerja di dalam organisasi dan tingkat kepuasan para karyawan. Masalah utama yang dibahas adalah sejauh mana adopsi teknologi digital dapat mengatasi tantangan birokrasi, mempercepat proses administrasi, serta membentuk lingkungan kerja yang lebih partisipatif dan fleksibel. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis, dengan fokus pada studi kasus di sebuah organisasi yang telah menerapkan sistem HR digital yang terintegrasi. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara dengan manajer HR, karyawan, dan pengguna sistem, serta analisis dokumen dan observasi langsung. Hasil sementara menunjukkan bahwa penerapan teknologi digital HR secara signifikan meningkatkan efisiensi kerja, terutama pada proses rekrutmen dan pembayaran gaji, di mana waktu yang diperlukan untuk proses administrasi berkurang rata-rata sebesar 25%. Selain itu, penggunaan teknologi ini juga memberikan dampak positif pada pengalaman karyawan, dengan menawarkan akses mandiri untuk informasi pribadi dan proses izin cuti, sehingga meningkatkan tingkat kepuasan karyawan sebesar 30% berdasarkan hasil survei internal. Kesimpulan awal menunjukkan bahwa investasi dalam teknologi digital HR tidak hanya terkait dengan penghematan biaya, tetapi juga merupakan strategi penting dalam membangun budaya kerja yang adaptif serta yang berpusat pada kebutuhan karyawan.
Transformasi Digital dalam Praktik SDM: Peran HR Analytics dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi Gea, Laurensius Elvantius; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital dalam beberapa tahun terakhir telah membawa perubahan mendasar terhadap cara organisasi mengelola sumber daya manusia. Proses-proses yang sebelumnya mengandalkan intuisi dan aktivitas manual kini semakin digantikan oleh teknologi yang memungkinkan pengolahan informasi secara lebih cepat dan akurat. Salah satu perkembangan yang paling menonjol adalah pemanfaatan HR Analytics, yaitu pendekatan analitis berbasis data yang digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan strategis di bidang ketenagakerjaan. Melalui kemampuan analisis yang lebih mendalam, praktik ini memberikan landasan yang lebih kuat bagi organisasi untuk memahami dinamika tenaga kerja dan merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran. Tulisan ini mengulas hubungan antara Digital HR Practices dan HR Analytics dalam mendorong perbaikan kualitas pengelolaan SDM serta peningkatan kinerja organisasi secara keseluruhan. Pendekatan penelitian dilakukan melalui kajian literatur dengan menelaah berbagai publikasi ilmiah mutakhir yang membahas digitalisasi HR, inovasi teknologi analitik, dan pengaruhnya terhadap produktivitas perusahaan. Temuan dari berbagai studi menunjukkan bahwa penerapan HR Analytics tidak hanya mempercepat dan menyederhanakan proses internal HR, tetapi juga meningkatkan objektivitas keputusan, membantu organisasi memprediksi perilaku karyawan, dan mengidentifikasi potensi permasalahan seperti risiko turnover. Dengan demikian, organisasi dituntut untuk memperkuat kapasitas digital SDM, membangun infrastruktur teknologi yang memadai, dan mengembangkan sistem pengelolaan data yang berkualitas agar manfaat transformasi digital dapat diperoleh secara optimal.
Eksplorasi tentang Peran Kepemimpinan dan Komunikasi dalam Memastikan Adopsi Digital HR Practice yang Efektif Ervin Ningsi Gea; Eliyunus Waruwu; Forman Halawa
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat secara mendalam peran kepemimpinan transformasional dan strategi komunikasi yang efektif dalam mendukung keberhasilan adopsi praktik digital HR di lingkungan organisasi. Transformasi digital dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) seringkali menghadapi penolakan dari dalam organisasi dan kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan teknologi baru, yang menjadi masalah utama dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada perusahaan yang sedang menerapkan inisiatif Digital HR, guna memperoleh pemahaman yang lebih dalam. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan para pemimpin, manajer HR, serta karyawan, ditambah analisis dokumen internal. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengidentifikasi model kepemimpinan dan pola komunikasi yang paling efektif dalam mengurangi risiko kegagalan adopsi teknologi HR. Hasil sementara menunjukkan bahwa kepemimpinan yang berfokus pada visi, pemberdayaan karyawan, dan pembangunan budaya inovasi, serta strategi komunikasi dua arah yang transparan dan informasi yang disesuaikan dengan kebutuhan, secara signifikan meningkatkan kesiapan dan komitmen karyawan terhadap platform HR digital. Keberhasilan adopsi terlihat dari peningkatan penggunaan sistem hingga 85% dan penurunan waktu pemrosesan administrasi HR sebesar 30%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran aktif dan teladan dari kepemimpinan, yang didukung oleh saluran komunikasi yang konsisten, menjadi faktor kritis dalam mencapai keberlanjutan praktik Digital HR.
Implikasi Teknologi HR Analytics terhadap Manajemen Sumber Daya Manusia Waruwu, Fikir Aman; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.558

Abstract

Kemajuan teknologi digital dalam beberapa tahun terakhir telah membawa perubahan mendasar dalam cara organisasi mengelola sumber daya manusia. Berbagai inovasi dalam praktik manajemen SDM berbasis digital seperti penggunaan HR Analytics, pemrosesan data secara real-time, dan beragam perangkat teknologi pendukung telah memungkinkan organisasi meningkatkan efektivitas proses internal secara lebih sistematis. Penerapan teknologi tersebut tidak hanya mempermudah tugas administratif, tetapi juga memperluas kapasitas organisasi dalam melakukan analisis yang lebih akurat, sehingga proses pengambilan keputusan dapat didasarkan pada informasi yang objektif dan terukur. Melalui pendekatan ini, pengalaman kerja karyawan dapat dibentuk menjadi lebih responsif, fleksibel, dan sesuai dengan tuntutan lingkungan kerja modern. Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji kontribusi praktik HR digital dalam meningkatkan kualitas manajemen sumber daya manusia, terutama melalui pemanfaatan HR Analytics, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), dan sistem informasi SDM yang terintegrasi. Kajian dilakukan melalui telaah literatur yang bersumber dari publikasi ilmiah dan referensi otoritatif lainnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa teknologi digital tidak hanya berperan sebagai pendukung operasional, melainkan telah berkembang menjadi instrumen strategis yang membantu organisasi mengantisipasi kebutuhan tenaga kerja, menilai tingkat kinerja secara lebih presisi, serta mempercepat proses transformasi struktural. Lebih jauh, integrasi teknologi dalam fungsi HR terbukti mendorong peningkatan transparansi proses, akurasi perencanaan SDM, dan produktivitas karyawan secara keseluruhan. Temuan ini menegaskan bahwa organisasi yang mampu memanfaatkan praktik Digital HR secara visioner dan terarah berpotensi memperoleh keunggulan bersaing yang signifikan dalam lanskap ekonomi digital yang terus berkembang.