Anastasya, Miftha
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Diversifikasi Produk Lengkuas Untuk Mewujudkan Kemandirian Berwirausaha di Era Milenial Pada POKDARWIS Sungai Jawi Pebriani, Reny Aziatul; NI Wayan Priscila Yuni Praditya; Aprillia, Ina; Anastasya, Miftha; Putri, Wina Nadia
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 9 No. 3
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v9i3.6000

Abstract

Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Sungai Jawi merupakan kelompok yang tidak produktif secara ekonomi yang beralamat di Desa Sei Selincah Kecamatan Kalidoni Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan. POKDARWIS merupakan sebuah agrowisata edukasi yang memiliki banyak keanekaragaman hayati, seperti budidaya lebah madu, tambak ikan, penangkaran burung dan ayam hias dari berbagai wilayah di Indonesia, serta memiliki berbagai jenis tanaman mulai dari tumbuhan herbal, pohon buah-buahan seperti mangga, manggis, jeruk, peach, delima, tanaman padi hingga rempah lengkuas. Tanaman rempah lengkuas merupakan rempah yang mengandung khasiat bermanfaat untuk tubuh yaitu antioksidan, galangin, asam felonik, polifenol dan flavonoid sehingga dapat dipercaya manfaat kesehatannya untuk meminimalisir radikal bebas, meningkatkan kesuburan pria, melindungi dari infeksi, mengatasi radang sendi, meningkatkan imunitas tubuh, membantu mengobati luka bakar, meringankan gejala asma, mengatasi gangguan menstruasi, dan membantu mencegah diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Kelompok Sadar Wisata sendiri memiliki perkebunan lengkuas selebar 15 hektar dengan periode panen sekitar 3 bulan sekali sebanyak 1 ton sehingga hasil panen sangat melimpah. Dengan demikian tim pengabdian mengusulkan untuk mendiversifikasi olahan berbahan lengkuas menjadi serundeng dan tepung lengkuas sehingga produksi dan pemasaran menjadi meningkat. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu tahap pelatihan dimana tim pengabdian memberikan pelatihan penggunaan alat dan kebutuhan yang telah difasilitasi tim pengabdian, tahap sosialisasi tim pengabdian memberikan sosialisasi pemasaran dengan memanfaatkan digital marketing, selanjutnya yaitu tahapan pendampingan, monitoring dan evaluasi. Berdasarkan dari kegiatan pengabdian ini peningkatan pemberdayaan mitra untuk produksi olahan berbahan lengkuas sebelum dan sesudah adanya kegiatan meningkat menjadi 100% baik untuk produksi maupun pemasaran.
Pendampingan Pengelolaan dan Pencatatan Keuangan Digital serta Strategi Pengembangan Usaha Produk Lengkuas untuk Mendukung Kemandirian Wirausaha Milenial padaPOKDARWIS Sungai Jawi Pebriani, Reny Aziatul; Praditya, Ni Wayan Priscila Yuni; Aprillia, Ina; Ramadhani, Suci; Anastasya, Miftha
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5042

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha anggota POKDARWIS Sungai Jawi melalui pendampingan pencatatan keuangan digital dan strategi diversifikasi produk lengkuas. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi belum optimalnya pencatatan keuangan usaha, pencampuran keuangan pribadi dan usaha, keterbatasan dalam menghitung biaya produksi dan menentukan harga jual, serta rendahnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan usaha. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta dan dilaksanakan menggunakan pendekatan pendampingan partisipatif melalui tahapan identifikasi masalah, pelatihan, praktik langsung, dan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta pada berbagai indikator, meliputi pemisahan keuangan usaha dan pribadi dari 45% menjadi 85%, kemampuan pencatatan pemasukan dan pengeluaran dari 40% menjadi 82%, penggunaan pencatatan digital sederhana dari 30% menjadi 78%, kemampuan menghitung harga pokok produksi dari 35% menjadi 80%, serta penetapan harga jual dari 38% menjadi 83%. Secara keseluruhan, terjadi peningkatan rata-rata pemahaman peserta sebesar 44% pada aspek pencatatan keuangan digital, perhitungan biaya produksi, dan strategi pengembangan usaha. Selain itu, peserta mulai mampu mengidentifikasi peluang pengembangan produk lengkuas sebagai produk bernilai tambah berbasis potensi lokal. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, pendampingan akuntansi digital yang terintegrasi dengan strategi pengembangan usaha berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha dan mendukung penguatan kemandirian wirausaha milenial pada komunitas POKDARWIS Sungai Jawi. Enhancing Millennial Entrepreneurial Independence through Digital Financial Management, Record-Keeping Assistance, and Business Development Strategies for Galangal-Based Products: Evidence from POKDARWIS Sungai Jawi Abstract This community service activity aims to increase the capacity of financial management and business development of POKDARWIS Sungai Jawi members through assistance in digital financial recording and galangal product diversification strategies. The main problems faced by partners include the lack of optimal business financial records, the mixing of personal and business finances, limitations in calculating production costs and determining selling prices, and the low use of digital technology in business management. This activity was attended by 20 participants and was carried out using a participatory mentoring approach through the stages of problem identification, training, direct practice, and evaluation using pre-test and post-test. The results of the activity showed an increase in participants' understanding and skills on various indicators, including the separation of business and personal finances from 45% to 85%, the ability to record income and expenses from 40% to 82%, the use of simple digital recording from 30% to 78%, the ability to calculate the cost of production from 35% to 80%, and the determination of selling prices from 38% to 83%. Overall, there was an average increase in participants' understanding of 44% in the aspects of digital financial recording, production cost calculation, and business development strategy. In addition, participants began to be able to identify opportunities for the development of galangal products as value-added products based on local potential. Based on the results of the evaluation of the activity, digital accounting assistance integrated with business development strategies contributes to increasing business management capacity and supporting the strengthening of millennial entrepreneurial independence in the Sungai Jawi POKDARWIS community.