Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha anggota POKDARWIS Sungai Jawi melalui pendampingan pencatatan keuangan digital dan strategi diversifikasi produk lengkuas. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi belum optimalnya pencatatan keuangan usaha, pencampuran keuangan pribadi dan usaha, keterbatasan dalam menghitung biaya produksi dan menentukan harga jual, serta rendahnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan usaha. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta dan dilaksanakan menggunakan pendekatan pendampingan partisipatif melalui tahapan identifikasi masalah, pelatihan, praktik langsung, dan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta pada berbagai indikator, meliputi pemisahan keuangan usaha dan pribadi dari 45% menjadi 85%, kemampuan pencatatan pemasukan dan pengeluaran dari 40% menjadi 82%, penggunaan pencatatan digital sederhana dari 30% menjadi 78%, kemampuan menghitung harga pokok produksi dari 35% menjadi 80%, serta penetapan harga jual dari 38% menjadi 83%. Secara keseluruhan, terjadi peningkatan rata-rata pemahaman peserta sebesar 44% pada aspek pencatatan keuangan digital, perhitungan biaya produksi, dan strategi pengembangan usaha. Selain itu, peserta mulai mampu mengidentifikasi peluang pengembangan produk lengkuas sebagai produk bernilai tambah berbasis potensi lokal. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, pendampingan akuntansi digital yang terintegrasi dengan strategi pengembangan usaha berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha dan mendukung penguatan kemandirian wirausaha milenial pada komunitas POKDARWIS Sungai Jawi. Enhancing Millennial Entrepreneurial Independence through Digital Financial Management, Record-Keeping Assistance, and Business Development Strategies for Galangal-Based Products: Evidence from POKDARWIS Sungai Jawi Abstract This community service activity aims to increase the capacity of financial management and business development of POKDARWIS Sungai Jawi members through assistance in digital financial recording and galangal product diversification strategies. The main problems faced by partners include the lack of optimal business financial records, the mixing of personal and business finances, limitations in calculating production costs and determining selling prices, and the low use of digital technology in business management. This activity was attended by 20 participants and was carried out using a participatory mentoring approach through the stages of problem identification, training, direct practice, and evaluation using pre-test and post-test. The results of the activity showed an increase in participants' understanding and skills on various indicators, including the separation of business and personal finances from 45% to 85%, the ability to record income and expenses from 40% to 82%, the use of simple digital recording from 30% to 78%, the ability to calculate the cost of production from 35% to 80%, and the determination of selling prices from 38% to 83%. Overall, there was an average increase in participants' understanding of 44% in the aspects of digital financial recording, production cost calculation, and business development strategy. In addition, participants began to be able to identify opportunities for the development of galangal products as value-added products based on local potential. Based on the results of the evaluation of the activity, digital accounting assistance integrated with business development strategies contributes to increasing business management capacity and supporting the strengthening of millennial entrepreneurial independence in the Sungai Jawi POKDARWIS community.