Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementation of Biopore Infiltration Holes in Increasing Soil Permeability in Sungai Langka Village Meysha Azhara; Irhamni Irhamni; Fajriharish Nur Awan; Aulia Annas Mufti; Yuni Lisafitri; Bambang Prasetio; Sillak Hasiany; Tastaptyani K. Nufutomo; Alfian Zurfi; Dian Neli Pratiwi
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Sains Vol 6 No 3 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jips.v6i3.2665

Abstract

This study aims to improve low soil absorption capacity by implementing biopore infiltration hole technology to reduce waterlogging and increase groundwater availability, especially during the dry season. This biopore infiltration hole technology can create additional pores, allowing rainwater to infiltrate more rapidly. The method used was a field experiment with five soil samples taken from Dusun II, Sungai Langka Village. The biopore infiltration holes were constructed to a depth of 100 cm and a diameter of 10 cm, and soil permeability was measured using the falling head method before and after installation. This method was selected because it is suitable for fine-grained soils with low absorption capacity. Observations were conducted for 14 days to monitor changes in the soil permeability coefficient driven by variations in moisture, microbial activity, and the decomposition of organic materials within the hole. The study found a significant increase in the soil permeability coefficient after the application of biopore infiltration holes. The highest increase occurred at sample point 5, where the permeability coefficient rose from 11.9 cm per hour to 45.7 cm per hour. In conclusion, the application of biopore infiltration holes effectively improves soil pore structure and enhances soil water-absorption capacity, providing an alternative solution for water management and reducing waterlogging in residential areas
Mitochondrial 16S rRNA Characterization of Heterotrigona itama Colonies from Central Lampung, Indonesia Priyambodo Priyambodo; Aditya Fahrezi; Elly Lestari Rustiati; Enny Saswiyanti; Eko Agus Srihanto; Aulia Imtitsal; Dian Neli Pratiwi; Nindy Permatasari
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2026.151.1301-1307

Abstract

Stingless bees play important ecological and economic roles in tropical ecosystems, yet molecular baseline data for many regions in Sumatra remain limited. This study aimed to characterize mitochondrial genetic variation of Heterotrigona itama colonies from Punggur Subdistrict, Central Lampung, Indonesia, using partial 16S rRNA sequences. Three managed colonies were analyzed through PCR amplification and Sanger sequencing, followed by sequence alignment, BLAST comparison, genetic distance estimation using the Kimura-2-Parameter model, and phylogenetic reconstruction. All samples produced consistent amplicons of approximately 500 bp and showed complete nucleotide identity, indicating a single mitochondrial haplotype among the analyzed colonies. BLAST results revealed high similarity (96.91–98.38%) with reference sequences of H. itama. Genetic distance analysis showed zero divergence among the sampled colonies and low divergence (0.0069–0.0182) relative to other H. itama sequences, while higher divergence was observed with related taxa. Phylogenetic analysis placed all samples within a well-supported H. itama clade. These findings indicate mitochondrial uniformity among the sampled colonies and provide a preliminary genetic baseline for H. itama in Central Lampung. However, broader conclusions on population structure require further studies with larger sample sizes and additional molecular markers.
Integrasi Edukasi Limbah Makanan dan Berbagi Takjil dalam Mewujudkan Kampus Berkelanjutan Dian Neli Pratiwi; Nurul Mawaddah; Novi Kartika Sari; Alfian Zurfi; Raden Putra; Nabila Putriyandri Alifa; Bambang Prasetio; Moehammad Budhicahyanto; Indah Yusliga Sari Purba; Wanda Gustina Utami; Desi Puspita Sari; Andika Munandar; Ahmad Daudsyah Imami; Tastaptyani Kurnia Nufutomo
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 1 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v10i1.7204

Abstract

Limbah makanan merupakan salah satu permasalahan lingkungan global yang berkontribusi terhadap peningkatan timbulan sampah organik dan emisi gas rumah kaca yang berdampak pada perubahan iklim. Upaya pengurangan limbah makananmemerlukan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pengelolaan limbah, tetapi juga pada peningkatan kesadaran dan perubahan perilaku melalui kegiatan edukasi. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku konsumsi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan melalui berbagai kegiatan edukatif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang dampak limbah makanan serta menumbuhkan kepedulian sosial melalui kegiatan berbagi takjil di lingkungan kampus. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan dan edukasi terhadap konsep, dampak lingkungan, serta strategi pengurangan limbah makanan. Edukasi disampaikan melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, evaluasi (pre-test dan post-test) dan praktik penerapan perilaku konsumsi pangan yang bijaksana dan berkelanjutan. Kegiatan dilanjutkan dengan aksi berbagi takjil kepada mahasiswa sebagai implementasi dalam minimalisasi limbah makanan serta penerapan nilai kepedulian. Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan sebagai bentuk kolaborasi dalam penguatan literasi lingkungan dan nilai-nilai sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya pengurangan limbah makanan, pemahaman terhadap dampak lingkungan akibat pemborosan makananserta penerapan prinsip konsumsi yang lebih bertanggung jawab. Selain itu, kegiatan berbagi takjil dapat meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam aktivitas sosial dan memperkuat interaksi antara dosen dan mahasiswa dalam suasana yang edukatif, kolaboratif, dan inklusif. Integrasi edukasi lingkungan dan kegiatan sosial keagamaan dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam menanamkan nilai keberlanjutan serta mendorong terbentuknya budaya kampus yang peduli terhadap pengurangan limbah makanan dan pembangunan berkelanjutan.
Edukasi Bank Sampah Sebagai Implementasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Di Dusun Pal Putih Dian Neli Pratiwi; Irhamni Irhamni; Nabila Putriyandri Alifa; Sela Diyah Maulani; Olyvia Salsabila; Dina Selvia Sinambela; Irvina Prameswary; Pasha Apriyanti Manalu; Muhammad Zhafir Estungkara; Andre Ananda Fajri
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/c58eyt39

Abstract

Sampah rumah tangga masih menjadi tantangan utama dalam upaya meningkatkan kesehatan lingkungan, khususnya di Provinsi Lampung. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui integrasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan konsep bank sampah di Dusun Pal Putih-1, Desa Karanganyar, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan dilaksanakan di rumah Kepala Dusun dengan melibatkan 20 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, anggota Karang Taruna, serta aparatur desa. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan dan diskusi interaktif mengenai pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), praktik pemilahan sampah, edukasi mengenai bank sampah, serta evaluasi kegiatan melalui pemberian pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata nilai peserta mengalami peningkatan sebesar 10–20 poin setelah mengikuti program edukasi, yang mengindikasikan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai pengelolaan sampah, PHBS, dan kesehatan lingkungan. Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah, yang ditandai dengan mulai diterapkannya pemilahan sampah organik, anorganik, dan bahan berbahaya dan beracun (B3), berkurangnya kebiasaan membakar sampah, serta munculnya inisiatif pembentukan bank sampah Dusun Pal Putih-1 yang dikelola oleh Karang Taruna. Program ini memberikan dampak positif dalam memperkuat kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya lingkungan yang bersih, sehat, dan memiliki nilai ekonomi. Oleh karena itu, sosialisasi dan edukasi pengelolaan sampah melalui program bank sampah dapat menjadi strategi yang memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mendukung penerapan PHBS serta pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berkelanjutan