Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Penilaian Autentik Bahasa Arab (Kurikulum Merdeka) Puji Sumeh Pangestu; Mahdi Ibnu Hamid; Raswan Raswan; Ubaid Ridho
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 1 No 02 (2025): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Merdeka menempatkan asesmen sebagai bagian integral dari proses pembelajaran yang bertujuan memberikan informasi komprehensif tentang perkembangan peserta didik. Salah satu bentuk asesmen yang dipandang paling relevan dalam konteks pembelajaran abad 21 adalah penilaian autentik. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep penilaian autentik dalam pembelajaran Bahasa Arab, urgensinya dalam implementasi Kurikulum Merdeka, serta bentuk penerapannya yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan melalui analisis berbagai referensi yang membahas asesmen autentik, Kurikulum Merdeka, dan pembelajaran bahasa Arab. Hasil kajian menunjukkan bahwa penilaian autentik mampu memberikan gambaran menyeluruh terkait kompetensi peserta didik, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Implementasi asesmen autentik yang mencakup proyek, kinerja, portofolio, observasi, dan penilaian diri terbukti mampu mendukung pembelajaran Bahasa Arab yang lebih aplikatif dan berorientasi pada kemampuan komunikatif. Dengan demikian, penilaian autentik sangat relevan digunakan sebagai strategi asesmen dalam Kurikulum Merdeka guna mendorong peserta didik menguasai Bahasa Arab secara fungsional dan kontekstual.
Penilaian Ranah Kognitif dalam Pembelajaran Bahasa Arab: Konsep, Praktik, dan Tantangannya Keysa Tamami; Maria Andieni Juniyati; Sulaeman Sulaeman; Ubaid Ridlo; Raswan Raswan
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 1 No 02 (2025): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian ranah kognitif merupakan aspek penting dalam pembelajaran bahasa Arab karena berfungsi mengukur kemampuan berpikir peserta didik mulai dari tingkat rendah hingga tinggi sesuai klasifikasi Taksonomi Bloom. Namun, praktik di lapangan menunjukkan dominasi pada pengukuran kemampuan mengingat dan memahami, sedangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi seperti menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta masih kurang mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep, bentuk, serta tantangan pelaksanaan penilaian ranah kognitif dalam pembelajaran bahasa Arab. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui analisis isi terhadap buku, artikel jurnal, dan dokumen akademik terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar instrumen penilaian guru bahasa Arab berupa tes objektif, seperti pilihan ganda dan isian singkat, yang hanya mengukur kemampuan kognitif tingkat rendah, sementara instrumen untuk kemampuan analisis, evaluasi, dan kreasi masih terbatas dan sering tanpa rubrik penilaian yang jelas, sehingga menimbulkan potensi subjektivitas. Temuan ini mengungkap bahwa keterbatasan waktu, kurangnya pelatihan guru, dan minimnya pemanfaatan teknologi menjadi faktor utama yang menghambat penerapan penilaian kognitif secara komprehensif. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini merekomendasikan pengembangan instrumen penilaian berbasis Taksonomi Bloom, penggunaan rubrik analitis, serta integrasi teknologi digital untuk meningkatkan validitas, reliabilitas, dan objektivitas penilaian ranah kognitif dalam pembelajaran bahasa Arab.
Penilaian Ranah Afektif Dalam Pendidikan Bahasa Arab Sulaeman Sulaeman; Suwandi Suwandi; Ubaid Ridho; Raswan Raswan
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 1 No 02 (2025): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran bahasa Arab di lembaga pendidikan Islam tidak hanya bertujuan mengembangkan kemampuan kognitif dan keterampilan berbahasa, tetapi juga membentuk sikap, minat, dan motivasi peserta didik. Ranah afektif memiliki peran strategis dalam menentukan keberhasilan pembelajaran bahasa Arab karena berhubungan langsung dengan keterlibatan emosional siswa terhadap proses belajar. Namun, dalam praktiknya, penilaian ranah afektif sering kali kurang mendapatkan perhatian dibandingkan ranah kognitif dan psikomotorik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep ranah afektif, bentuk-bentuk penilaian yang dapat diterapkan dalam pembelajaran bahasa Arab, serta manfaatnya bagi siswa, guru, dan lembaga pendidikan. Pembahasan didasarkan pada kajian teoretis taksonomi ranah afektif menurut Krathwohl yang meliputi receiving, responding, valuing, organization, dan characterization. Hasil kajian menunjukkan bahwa penilaian ranah afektif dapat dilakukan melalui berbagai teknik, seperti observasi, angket sikap, penilaian diri, penilaian teman sebaya, dan catatan anekdot. Penilaian yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan mampu memberikan gambaran utuh tentang sikap siswa serta menjadi dasar perbaikan strategi pembelajaran. Dengan demikian, penilaian ranah afektif merupakan bagian integral dalam pembelajaran bahasa Arab yang berkontribusi terhadap peningkatan motivasi belajar, pembentukan karakter, dan pencapaian tujuan pendidikan Islam secara holistik.
Integrasi Epistemologi Islam dan Ilmu Linguistik dalam Kajian Bahasa Arab Modern Vivi Miftahul Jannah; Raswan Raswan
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 2 No 01 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian bahasa Arab modern sering kali memanfaatkan pendekatan linguistik kontemporer tanpa mempertimbangkan kerangka epistemologi Islam yang menjadi fondasi historis dan konseptualnya. Pemisahan ini menyebabkan analisis bahasa Arab terutama terhadap teks keagamaan kehilangan orientasi nilai, makna spiritual, serta tujuan komunikatif yang menjadi inti epistemologi Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana epistemologi Islam yang mencakup konsep bayān, dalālah, maqāṣid al-kalām, serta struktur sumber pengetahuan Islam (wahyu, akal, dan pengalaman) dapat diintegrasikan dengan teori dan metode linguistik modern seperti semantik struktural, pragmatik, analisis wacana, dan sintaksis kontemporer. Dengan metode studi kepustakaan, penelitian ini menemukan bahwa epistemologi Islam dapat menjadi kerangka nilai dan orientasi makna, sedangkan linguistik modern berfungsi sebagai perangkat analisis ilmiah untuk memahami struktur dan penggunaan bahasa Arab. Integrasi keduanya menghasilkan pendekatan kajian yang lebih komprehensif, kontekstual, dan relevan untuk memahami teks Arab klasik maupun modern. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi epistemologi Islam dan linguistik modern tidak hanya memperkaya metodologi kajian bahasa Arab, tetapi juga membuka kemungkinan lahirnya paradigma linguistik Islam yang lebih sistematis dan menyeluruh.
Dwibahasa Dan Diglosia Dalam Bahasa Arab: Tinjauan Psikososial Dan Pedagogis Zaki Muhammad Fathullah; Raswan Raswan; Achmad Fudhaili
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 2 No 01 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Pembelajaran bahasa Arab di Indonesia berlangsung dalam konteks sosiolinguistik yang kompleks, ditandai oleh realitas dwibahasa dan fenomena diglosia. Pembelajar bahasa Arab umumnya hidup dalam lingkungan multibahasa yang melibatkan bahasa daerah, Bahasa Indonesia, dan bahasa Arab sebagai bahasa asing yang memiliki fungsi religius, akademik, dan simbolik. Di sisi lain, adanya perbedaan antara bahasa Arab standar (al-‘Arabiyyah al-fuṣḥā) yang diajarkan di ruang kelas dan bahasa Arab dialek (al-‘ammiyyah) yang digunakan dalam praktik sosial menimbulkan jarak linguistik dan psikologis bagi pembelajar. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis realitas dwibahasa dan diglosia dalam pembelajaran bahasa Arab di Indonesia, serta mengkaji dampak psikososial dan implikasi pedagogisnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka, dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan dokumen relevan yang berkaitan dengan sosiolinguistik bahasa Arab, bilingualisme, diglosia, dan pedagogi bahasa. Hasil kajian menunjukkan bahwa dwibahasa dan diglosia berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar, sikap bahasa, kepercayaan diri, serta pembentukan identitas linguistik pembelajar bahasa Arab. Selain itu, pembelajaran yang terlalu berorientasi pada aspek gramatikal tanpa mempertimbangkan konteks sosial dan komunikatif cenderung memperlebar kesenjangan antara bahasa yang dipelajari dan bahasa yang digunakan dalam realitas. Oleh karena itu, artikel ini merekomendasikan penerapan pendekatan pembelajaran yang komunikatif, kontekstual, dan sensitif terhadap realitas diglosia, serta pentingnya peran lingkungan sosial dan lembaga pendidikan Islam dalam menciptakan ekosistem pembelajaran bahasa Arab yang hidup dan bermakna.
Peran Teknologi Dalam Mendukung Aspek Psikologis Dan Sosial Pembelajaran Bahasa Arab Ismalia Ismalia; Raswan Raswan; Achmad Fudhaili
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 2 No 01 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran bahasa Arab. Bahasa Arab tidak hanya diposisikan sebagai alat komunikasi linguistik, tetapi juga sebagai sarana penguatan nilai religius, psikologis, dan sosial peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran teknologi dalam mendukung aspek psikologis dan sosial pembelajaran bahasa Arab di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan dan analisis konseptual terhadap teori psikologi pendidikan, sosiolinguistik, dan teknologi pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi berkontribusi positif terhadap aspek psikologis peserta didik, seperti peningkatan motivasi belajar, minat, kepercayaan diri, serta penurunan kecemasan berbahasa (language anxiety). Pemanfaatan media digital, aplikasi pembelajaran, dan sistem berbasis kecerdasan buatan menciptakan lingkungan belajar yang lebih fleksibel, aman, dan adaptif terhadap kebutuhan individu. Dari aspek sosial, teknologi memperluas ruang interaksi dan kolaborasi melalui pembelajaran daring, komunitas belajar digital, serta paparan terhadap konteks autentik penggunaan bahasa Arab. Hal ini memperkuat kompetensi komunikatif, kesadaran sosial-budaya, dan kemampuan bekerja sama peserta didik. Namun demikian, implementasi teknologi dalam pembelajaran bahasa Arab juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti kesenjangan infrastruktur, literasi digital guru, serta keterbatasan konten kontekstual berbasis budaya lokal. Oleh karena itu, integrasi teknologi perlu dilakukan secara terencana, humanistik, dan berorientasi pada pengembangan peserta didik secara utuh. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan pembelajaran bahasa Arab yang efektif, inklusif, dan relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.
Revolusi Kognitif Noam Chomsky Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Bahasa Arab Daly Auliya Rahayu; Raswan Raswan; Achmad Fudhaili
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 2 No 01 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pertengahan abad ke-20, studi linguistik didominasi oleh pendekatan behaviorisme yang menekankan bahasa sebagai perilaku hasil stimulus dan respons. Noam Chomsky melalui revolusi kognitif mengkritisi pendekatan tersebut dan memperkenalkan paradigma bahwa bahasa adalah kemampuan mental bawaan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memperdalam pemahaman tentang hakikat revolusi kognitif Chomsky, prinsip utama teori kebahasaannya, serta relevansi aplikasinya dalam pendidikan bahasa Arab modern. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa prinsip-prinsip teori Chomsky, seperti konsep Language Acquisition Device (LAD), struktur dalam dan struktur luar, transformasi generatif, kaidah universal, serta kompetensi dan performansi merevolusi pemahaman tentang pemerolehan dan pembelajaran bahasa. Kesimpulan menunjukkan bahwa secara keseluruhan, paradigma kognitif Chomsky relevan diterapkan pada pendidikan bahasa Arab modern, terutama dalam menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pemahaman mendalam tentang bahasa. Paradigma ini mendukung pembelajaran bahasa Arab yang lebih sistematis dan individual, dengan fokus pada analisis struktur gramatikal dan sintaksis serta pengembangan kreativitas berbahasa pada peserta didik.