Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penyusunan Laporan Keuangan Masjid Agung Kota Kediri Berdasarkan ISAK 35 Nadya Putri Agustina; Dion Yanuarmawan; Wiwik Mukholafatul Farida
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Syariah Vol 2 No 2 (2025): Edisi 3
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/hasina.v2i2.2052

Abstract

Laporan keuangan yang kurang komprehensif dan tidak sesuai standar dapat menghambat kemampuan pihak manajemen untuk mengambil keputusan strategis. Hal tersebut menyebabkan laporan keuangan menjadi tidak tepat guna dan tidak bisa digunakan sebagai bahan acuan untuk memajukan keberlanjutan dan efisiensi operasional sebuah lembaga. Berdasarkan observasi yang dilakukan, penyusunan laporan keuangan Masjid Agung Kota Kediri masih bersifat sederhana dan belum memenuhi standar yang diatur dalam Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan 35 (ISAK 35). Hal ini mengindikasikan adanya kebutuhan untuk meningkatkan kompleksitas dan kecanggihan laporan keuangan agar lebih sesuai dengan standar yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, menyimpulkan, dan memberikan solusi pada Masjid Agung Kota Kediri. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan tujuan terapan. Data yang digunakan adalah data sekunder dan didukung oleh data primer. Hasil dari penelitian ini adalah berupa penyusunan laporan keuangan Masjid Agung Kota Kediri sesuai dengan standar akuntansi keuangan organisasi nirlaba, yaitu ISAK 35. Dengan demikian, diharapkan bahwa hasil dari penelitian ini dapat membantu pengelola Masjid Agung Kota Kediri dalam melakukan proses penyusunan laporan keuangan berdasarkan ISAK 35, sehingga laporan keuangan Masjid Agung Kota Kediri menjadi lebih informatif.
CSR sebagai Variabel Moderasi dalam Kinerja Keuangan Guna Mengukur Nilai Perusahaan : (Studi PT Vale Indonesia Periode 2019-2023) Dion Yanuarmawan; Mutia Tsalitsa Alawia; Wiwik Mukholafatul Farida
Jurnal Akuntansi Bisnis dan Humaniora Vol. 13 No. 2 (2026): Jurnal Akuntansi Bisnis dan Humaniora
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jabh.v13i2.9927

Abstract

Corporate Social Responsibility diyakini akan memiliki citra positif di mata investor maupun masyarakat, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan nilai perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kinerja keuangan secara langsung dan signifikan terhadap nilai perusahaan serta pengaruh kinerja keuangan secara langsung dan signifikan terhadap nilai perusahaan yang dimoderasi oleh CSR. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif. Sumber data menggunakan data sekunder yang diakses melalui website resmi PT. Vale Indonesia. Populasi dalam penelitian adalah laporan keuangan dan laporan keberlanjutan PT. Vale Indonesia Tahun 2019-2025. Sampel penelitian adalah Return On Equity (ROE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROE berpengaruh berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan serta Corporate Social Responsibility berpengaruh positif dan memperkuat kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan. PT Vale Indonesia perlu secara aktif dan transparan meningkatkan kinerja keuangan berikut CSR yang akan memperkuat citra perusahaan serta mendorong pertumbuhan nilai perusahaan secara berkelanjutan.
Analisis Value For Money untuk Mengukur Kinerja Keuangan Jatibanggi Kabupaten Tulungagung Tahun Anggaran 2022-2024 Mutia Tsalitsa Alawia; Wiwik Mukholafatul Farida
JAD : Jurnal Riset Akuntansi & Keuangan Dewantara Vol. 8 No. 1 (2025): Januari (2025) - Juni (2025)
Publisher : STIE PGRI Dewantara Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26533/jad.v8i1.1477

Abstract

The study aims to analyze, conclude, and provide solutions on Value for Money to measure financial performance in the Karangwaru Village, Tulungagung Regency, for the 2022-2024 fiscal years. This research uses descriptive quantitative methods with an applied objective, and data collection techniques include observation, documentation, and unstructured interviews. Secondary data is utilized. In terms of effectiveness, revenue realization consistently reached or exceeded the target with an average ratio of 98%, indicating a less effective performance. For the economic aspect, the same average ratio of 92.79% was achieved, which is categorized as economical. Generally, the financial performance of Karangwaru Village is considered less effective, necessitating improved accuracy in expenditure planning to prevent wastage. The Value for Money approach proved beneficial as a reference before preparing the Village Revenue and Expenditure Budget Plan (RAPBDes) for the following year.
Pelatihan Pembuatan Lilin Aromateraphy Dari Limbah Minyak Jelantah di Desa Jabung Mutia Tsalitsa Alawia; Wiwik Mukholafatul Farida
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 10 No 1 (2025): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v10i1.11608

Abstract

The participants of this training are members of the Family Welfare Empowerment (PKK) group and Micro, Small, and Medium Enterprise (UMKM) entrepreneurs in Jabung Village, Talun, Blitar. The issue faced by the people of Jabung is the waste cooking oil produced from household leftovers and UMKM production. This community service aims to provide training to the community on how to utilize waste cooking oil to make aromatherapy candles, as an effort to reduce waste cooking oil produced from household and UMKM waste by enhancing the creativity of the PKK members and UMKM entrepreneurs. The community service is carried out using the Asset-Based Community Development (ABCD) method by leveraging the potential owned by the community. The stages of the training consist of observation and analysis of community needs, activity preparation, training implementation, and activity evaluation. As a result of this community service, the participants are enthusiastic and have successfully learned how to process waste cooking oil into aromatherapy candles with high utility and market value, which can also become a business idea and a potential opportunity to help improve household economies.