Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Peran Kampus Dalam Membangun Budaya Iman Dan Akhlak Yang Positif di Kalangan Mahasiswa Ahmad Zulfan; Nining Suniarti
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1718

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan globalisasi membawa tantangan pada pembentukan nilai iman dan akhlak mahasiswa. Sebagai lembaga pendidikan tinggi, kampus memiliki tanggung jawab membentuk karakter beriman dan berakhlak mulia selain pengembangan kompetensi akademik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran dan strategi kampus dalam membangun budaya iman dan akhlak positif, dengan fokus pada konteks Riau dan Dumai. Metode kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif digunakan, dengan data dari buku referensi, jurnal ilmiah, dan dokumen resmi. Hasil menunjukkan peran kampus meliputi empat dimensi: fasilitator pembelajaran nilai, teladan praktis, pengembang ruang dan kegiatan, serta agen pembimbing. Strategi efektif meliputi penguatan kurikulum terintegrasi, pengembangan budaya organisasi, kolaborasi dengan masyarakat dan keluarga, serta pemanfaatan teknologi. Implementasi di perguruan tinggi Riau dan Dumai menunjukkan keberhasilan bergantung pada kerja sama sinergis seluruh komponen. Disarankan kampus melakukan evaluasi berkelanjutan dan mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan nilai baik.
Pendekatan Integratif Pendidikan Agama Islam Dalam Mewujudkan Peserta Didik Beriman dan Berakhlak Ahmad Luthfi Fauzan; Nining Suniarti
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1719

Abstract

Pendekatan integratif dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan strategi pembelajaran yang menghubungkan nilai-nilai keislaman dengan berbagai disiplin ilmu, pengalaman sehari-hari, dan konteks sosial peserta didik. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep, implementasi, dan kontribusi pendekatan integratif PAI dalam membentuk peserta didik yang beriman dan berakhlak mulia. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan, dengan menganalisis berbagai sumber relevan berupa buku, jurnal ilmiah, dan dokumen pendidikan yang terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan integratif mampu menginternalisasikan nilai iman dan akhlak secara menyeluruh melalui sinergi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, sehingga peserta didik tidak hanya memahami ajaran Islam secara normatif, tetapi juga mampu menerapkannya dalam perilaku sehari-hari. Strategi ini mencakup integrasi lintas mata pelajaran, pembiasaan akhlak, pembelajaran berbasis proyek, serta peran guru sebagai teladan dan fasilitator. Pendekatan ini terbukti efektif dalam menanamkan nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan refleksi spiritual, sekaligus membekali peserta didik dengan karakter yang kuat dan keterampilan sosial yang relevan. Dengan demikian, pendekatan integratif PAI berperan penting dalam menghadapi tantangan degradasi moral di era globalisasi dan digital, serta mendukung terciptanya peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, adaptif, dan siap menghadapi dinamika kehidupan secara kontekstual.
Integrasi Pendidikan Agama Berbasis Karakter Dalam Membentuk Iman dan Akhlak Peserta Didik Naylah Khalila Rosza; Nining Suniarti
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1730

Abstract

Integrasi pendidikan agama berbasis karakter merupakan pendekatan strategis dalam membentuk iman dan akhlak peserta didik di tengah tantangan degradasi moral serta pesatnya perkembangan zaman. Pendidikan agama tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter yang tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, implementasi, serta implikasi integrasi pendidikan agama berbasis karakter dalam membentuk iman dan akhlak peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai jurnal ilmiah, buku, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi pendidikan agama berbasis karakter yang dilaksanakan secara holistik melalui penguatan kurikulum, proses pembelajaran, budaya sekolah, serta keteladanan guru mampu memperkuat iman dan membentuk akhlak mulia peserta didik. Oleh karena itu, pendidikan agama berbasis karakter perlu diimplementasikan secara sistematis, konsisten, dan berkelanjutan dalam satuan pendidikan guna menciptakan generasi yang beriman, berakhlak, dan berkepribadian unggul.
Penguatan Iman dan Akhlak Siswa Sekolah Dasar Melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Fitri Rhamadani; Nining Suniarti
Catha : Jurnal Penelitian Kreatif dan Inovatif Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/catha.v3i1.182

Abstract

Pendidikan karakter merupakan fondasi utama dalam sistem pendidikan nasional, terutama pada jenjang sekolah dasar yang menjadi fase golden age perkembangan moral. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi penguatan iman dan akhlak siswa sekolah dasar melalui mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Akidah Akhlak. Dengan menggunakan metode studi literatur, penelitian ini mengeksplorasi hubungan teologis antara iman sebagai akar dan akhlak sebagai buah dalam kepribadian Muslim. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai rukun iman, pemanfaatan teknologi di era industri 4.0 dan disrupsi, serta keteladanan guru menjadi faktor kunci keberhasilan pembentukan karakter. Penguatan profil pelajar Pancasila melalui pembelajaran reflektif dan tadabbur Al-Qur’an terbukti efektif dalam memitigasi krisis moral dan spiritualitas siswa. Kesimpulannya, sinergi antara pemahaman akidah yang kuat dan praktik akhlak mahmudah menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki integritas spiritual.
Pemisahan Harta dalam Perjanjian Perkawinan (Marriage Agreement) Studi Kasus di Kota Pekanbaru: Penelitian Syahrial; Maya Intan Pratiwi; Nining Suniarti
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2025): Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 3 Nom
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v3i3.186

Abstract

The main problem in this study is how the separation of assets in a marriage agreement in Pekanbaru City and what are the obstacles to the separation of assets in a marriage agreement. The research method is Empirical Juridical Legal Research by means of a survey. This research is descriptive analytical, namely providing a clear and detailed description of an event that occurred. From the results of the study it can be concluded, First, Separation of assets in a marriage agreement in Pekanbaru City must be made with a notarial deed carried out before a notary, made by the parties, namely the prospective husband and wife or husband and wife before a notary, while the contents of the marriage agreement must state that the separation of assets must not be contrary to Islamic law and the provisions of applicable laws and regulations, while regarding the marriage agreement including the separation of assets of husband and wife at this time is officially recorded at the Office of Religious Affairs (KUA). Therefore, a notary has very important authority in making a marriage agreement because a notary is authorized to make an authentic deed as stated in Article 15 Paragraph 1 of the UUJN. Second, Obstacles in the separation of assets in a marriage agreement are the husband and wife acting in bad faith in terms of debts to third parties, the prospective husband or wife violating the contents of the marriage agreement, during the marriage the husband or wife violating the contents of the marriage agreement, a civil dispute occurs regarding the contents of the marriage agreement, the agreement can only be changed with the consent of both husband and wife, and does not harm the interests of third parties, and is authorized by a marriage registrar. Not many people are willing to sign a marriage/prenuptial agreement. So far, a prenuptial agreement is considered only to separate or mix the assets of husband and wife. As a result, the party who proposes it is considered by society as a 'stingy' person.