Desak Made Yulianti
Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGELOLAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK PRA SEKOLAH Selvi Mohamad; Eka Rati Astuti; Magdalena Martha Tompunuh; Desak Made Yulianti; Silfana Silfana; Anisa Putri Lasulika; Siti Handrika Usman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32572

Abstract

Abstrak: Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada orang tua anak akan mempengaruhi perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada anak, karena orang tua yang menjaga perawatan kesehatan gigi dan mulutnya. Penyebab terjadinya karies pada anak-anak adalah kurangnya pengetahuan tentang waktu menyikat gigi dan cara menyikat yang tepat. Tujuan penyuluhan ini untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang kesehatan gigi dan mulut pada anak-anak Metode pada pengabdian melalui tiga pendekatan utama: observasi, wawancara dan penyuluhan. Observasi untuk mengamati perilaku dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut secara langsung. Hasil kegiatan penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut pada anak prasekolah menunjukkan peningkatan dimana pre-test yang dilakukan menunjukkan 36% anak memiliki pengetahuan yang baik, sedangkan 64% berada dalam kategori kurang baik. Selanjutnya setelah dilakukan penyuluhan, hasil post-test menunjukkan 94% anak berada dalam kategori baik dari 30 responden. Hal ini menunjukkan adanya perubahan yang sangat positif dalam pemahaman mereka mengenai kesehatan gigi dan mulut.Abstract: Oral health is an integral part of overall physical health. Parents' knowledge of oral health influences their children's oral health maintenance behaviors, as parents who maintain their own oral health are more likely to encourage their children to do the same. The primary cause of dental caries in children is a lack of knowledge about the proper timing and technique for brushing teeth. The objective of this health education program is to enhance parents' knowledge about children's oral health. The program employs three primary approaches: observation, interviews, and health education sessions. Observation is used to directly observe behaviors related to maintaining oral health. The results of the educational activity on oral health in preschool children showed an improvement, where the pre-test indicated that 36% of children had good knowledge, while 64% were in the poor category. After the educational activity, the post-test results showed that 94% of the 30 respondents were in the good category. This indicates a very positive change in their understanding of oral health.
Efektivitas edukasi anemia berbasis video animasi terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri tentang tablet tambah darah Desak Made Yulianti; Nancy Olii; Nurhidayah Nurhidayah; Veny Delvia Pombaile; Ni Made Dewi Anggraeni; Rina Sulisthia Arbie
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 1 (2026): Volume 20 Nomor 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i9.2485

Abstract

Background: Iron deficiency anemia remains a prevalent health problem among adolescent girls and has adverse effects on quality of life and productivity. Health education delivered through engaging and easily accessible media, such as animated videos, has the potential to enhance understanding and foster positive attitudes toward the consumption of iron supplementation tablets. Purpose: To determine the effectiveness of animated video education on anemia on the level of knowledge and attitudes of young women about iron tablets. Method: This study employed a quasi-experimental design with a two-group pretest–posttest approach. The sample consisted of 80 adolescent girls, including 40 seventh-grade and 40 eighth-grade students, selected using an exhaustive sampling technique. Knowledge and attitudes were assessed before and after the intervention. Data were subsequently analyzed using the Wilcoxon and chi-square tests, with a significance level set at p < 0.05 Results: The anemia education delivered through animated videos significantly improved the knowledge and attitudes of adolescent girls in both grade groups (p=0.000). In addition, a significant difference was observed between seventh- and eighth-grade students after the intervention (p<0.05), with eighth-grade students exhibiting better outcomes. Conclusion: Animated video based anemia education was proven to be effective in improving the knowledge and attitudes of adolescent girls regarding iron supplementation tablets. Therefore, this medium can be recommended as a health promotion strategy to support anemia prevention efforts among adolescent girls.   Keywords: Anemia; Animated Video; Attitude; Iron Supplementation; Knowledge.   Pendahuluan: Anemia defisiensi besi masih menjadi permasalahan kesehatan yang banyak dijumpai pada remaja putri dan berdampak pada kualitas hidup serta produktivitas. Edukasi kesehatan melalui media yang menarik dan mudah diakses, seperti video animasi, berpotensi meningkatkan pemahaman dan membentuk sikap positif terhadap konsumsi tablet tambah darah. Tujuan: Untuk menganalisis efektivitas edukasi video animasi anemia terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri tentang tablet tambah darah. Metode: Desain penelitian quasi-experimental dengan pendekatan two group pretest–posttest. Sampel berjumlah 80 remaja putri (40 siswi kelas 7 dan 40 siswi kelas 8) dipilih menggunakan teknik exhaustive sampling. Data diperoleh melalui penilaian tingkat pengetahuan dan sikap yang dilakukan sebelum dan setelah pemberian intervensi. Selanjutnya, di analisis menggunakan uji Wilcoxon dan chi-square pada tingkat signifikansi p < 0.05. Hasil: Edukasi video animasi anemia secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri di kedua kelompok kelas (p=0>000). Selain itu, perbedaan signifikan juga ditemukan antara siswa kelas 7 dan 8 setelah intervensi (p<0.05), dengan performa yang lebih baik pada siswa kelas 7. Simpulan: Pemberian edukasi anemia melalui media video animasi terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang tablet tambah darah.   Kata Kunci: Anemia; Pengetahuan; Sikap; Tablet Tambah Darah; Video Animasi.