Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Recognition And Legitimation Of Ill-Wed Children According To Khi And The Civil Code And Law No. 1 Of 1974 Muhammad Firmansyah; Ali Rahmadi Batubara; Ilham Maylandi S Damanik; Meldyana Permata Abdillah
ISNU Nine-Star Multidisciplinary Journal Vol. 2 No. 1 (2025): Vol.2 No.1 2025 ISNU Nine Star Mei
Publisher : ISNU Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70826/ins9mj.v2i1.771

Abstract

This paper discusses the recognition and legitimation of illegitimate children according to the Compilation of Islamic Law (KHI), the Civil Code (KUHPerdata), and Law No. 1 of 1974 concerning Marriage. According to the KHI, illegitimate children can be recognized by their biological father through acknowledgment, but with limitations on inheritance rights. The Civil Code provides broader regulations, where illegitimate children recognized by their father through formal recognition or a court decision are entitled to certain rights, including inheritance rights. Meanwhile, Law No. 1 of 1974 emphasizes the importance of protecting children in legal marriages, although specific regulations regarding illegitimate children are more limited. This study aims to identify differences and similarities in the regulations regarding the recognition and legitimation of illegitimate children, as well as their impact on the rights of these children in the context of Indonesian law.
Mengkategorikan Judi Online dan Pornografi Adiktif sebagai Tindak Pidana Non-Viktimisasi Meldyana Permata Abdillah; Khairunnisa Risnandar Putri
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/r060m198

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong munculnya berbagai bentuk kejahatan baru, termasuk judi online dan pornografi adiktif yang semakin mudah diakses oleh masyarakat. Fenomena ini sering dikaitkan dengan konsep non-victim crime, yaitu tindak pidana yang dianggap tidak memiliki korban langsung selain pelaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis apakah judi online dan pornografi adiktif dapat dikategorikan sebagai tindak pidana non-viktimisasi dalam konteks hukum pidana modern. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach), melalui analisis terhadap peraturan perundang-undangan, literatur ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kedua fenomena tersebut secara teoritis dapat dikategorikan sebagai non-victim crime, dalam praktiknya terdapat dampak sosial, ekonomi, dan psikologis yang meluas, sehingga melibatkan korban tidak langsung seperti keluarga dan lingkungan sosial. Selain itu, adanya unsur adiksi menyebabkan pelaku tidak sepenuhnya bertindak secara rasional, sehingga mengaburkan batas antara pelaku dan korban. Dengan demikian, konsep non-victim crime tidak dapat diterapkan secara kaku terhadap fenomena ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan pendekatan hukum yang lebih komprehensif dan kontekstual yang tidak hanya bersifat represif, tetapi juga mempertimbangkan aspek preventif dan rehabilitatif dalam menangani kejahatan berbasis digital di era modern.