Raihan
Universitas Islam Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analysis of the Understanding and Implementation of Religious Moderation in Madrasah Teachers: A Mixed Methods Study at MA Sejahtera Pare Kediri Siti Uswatun Khasanah; Raihan; Marhamah; S. Salahudin Suyurno
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 23 No. 3 (2025): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines teachers’ understanding and implementation of religious moderation in Madrasah Aliyah (MA) Sejahtera Pare Kediri. Although previous research has widely discussed intolerance and radical tendencies in Indonesian schools, limited studies have explored how teachers in specific madrasah contexts internalize and apply the principles of religious moderation in daily pedagogical practice. This study addresses that gap by assessing both the conceptual grasp and practical enactment of moderation among teachers. A mixed-methods sequential explanatory design was employed. Quantitative data were collected from 15 teachers using a 20-item Likert scale questionnaire and analyzed through descriptive statistics using SPSS 26. Qualitative data were obtained through semi-structured interviews, observations, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that all teachers demonstrate a very high level of understanding and practice of religious m   ABSTRAK Penelitian ini mengkaji pemahaman dan implementasi moderasi beragama pada guru di Madrasah Aliyah (MA) Sejahtera Pare Kediri. Meskipun berbagai studi sebelumnya telah membahas intoleransi dan kecenderungan radikal di sekolah-sekolah Indonesia, masih sedikit penelitian yang menelaah bagaimana guru dalam konteks madrasah tertentu menginternalisasi dan menerapkan prinsip moderasi beragama dalam praktik pedagogis sehari-hari. Penelitian ini mengisi kesenjangan tersebut dengan menilai pemahaman konseptual dan penerapan praktis moderasi oleh para guru. Desain penelitian yang digunakan adalah mixed methods sequential explanatory. Data kuantitatif dikumpulkan dari 15 guru melalui kuesioner Likert 20 butir dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif melalui SPSS 26. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara semi‑terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh guru memiliki tingkat pemahaman dan praktik moderasi beragama yang sangat tinggi. Terdapat tiga temuan utama. Pertama, guru secara konsisten mengintegrasikan nilai moderasi seperti toleransi, keadilan, dan keseimbangan dalam kegiatan pembelajaran dan interaksi sosial. Kedua, komitmen kebangsaan, kerja sama antaragama, dan sikap anti‑kekerasan tercermin kuat dalam respons mereka. Ketiga, budaya institusi dan dukungan kepemimpinan berperan signifikan dalam memperkuat keberlanjutan praktik moderasi.  
Implementasi Metode Fun Learning Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (Survei Di SMK Negeri 26 Jakarta) Adella Fitri Fawwazah; Raihan
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 6 No 2 (2025): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v6i2.507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi metode fun learning berbasis permainan Qr Code dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMKN 26 Jakarta. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi hambatan serta faktor-faktor yang mendukung implementasi metode tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi, tes, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas X TBKR SMKN 26 Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode fun learning berbasis Qr Code dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, menyenangkan, dan bermakna. Siswa menunjukkan menjadi lebih aktif, antusias, dan termotivasi melalui aktivitas mencari dan memindai Qr Code berisi soal di berbagai lokasi strategis di lingkungan sekolah. Metode belajar ini juga mendorong kerja sama tim, meningkatkan rasa ingin tahu, serta memperdalam pemahaman terhadap materi ajar, terutama dalam pembahasan Syu’abul Iman. Guru menilai bahwa strategi ini sangat efektif karena mampu meningkatkan partisipasi siswa dan memanfaatkan teknologi secara tepat guna. Dengan demikian, metode ini menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang relevan di era digital.
Efektivitas Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) terhadap Kreativitas Mahasiswa (Studi Survei di Universitas Islam Jakarta) Siti Uswatun Hasanah; Raihan
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 6 No 2 (2025): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v6i2.508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) terhadap kreativitas mahasiswa Universitas Islam Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi dan korelasi. Sampel terdiri dari 29 mahasiswa peserta program MSIB, dipilih secara purposive. Instrumen penelitian berupa angket tertutup yang disusun berdasarkan indikator kreativitas dari teori Torrance dan Amabile. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat antara keaktifan mahasiswa dalam program MSIB dan tingkat kreativitasnya, dengan nilai koefisien korelasi Pearson (rₓᵧ) sebesar 0,798. Nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 (< 0,05) mengindikasikan bahwa hubungan tersebut signifikan secara statistik. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,637 menunjukkan bahwa keaktifan mahasiswa dalam program MSIB berkontribusi sebesar 63,7% terhadap variasi tingkat kreativitas mahasiswa, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini.