Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Kader Kesehatan melalui Inovasi Tulang Ikan Haruan sebagai Peningkatan Status Gizi Kesehatan Balita di Desa Teluk Selong Novalia Widiya Ningrum; Hairiana Kusvitasari; Khairatun Nisa; Noor Arimby; Salwa Auliya Shafa Marwa
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v10i1.27128

Abstract

Prevalensi stunting dalam lima tahun terakhir menunjukkan masalah gizi terbesar pada balita di Indonesia termasuk Provinsi Kalimantan Selatan. Desa Teluk Selong merupakan desa yang memiliki angka kejadian stunting tertinggi di Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan.Mayoritas penduduk Desa Telok Selong adalah bertani dan mmancing ikan. Ikan haruan merupakan ikan air tawar yang banyak ditemukan di Desa Teluk Selong. Permasalahan yang terjadi di Desa Teluk Selong adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan kader dalam pemanfaatan limbah ikan dan sebagai penyuluh kesehatan kepada masyarakat yang dapat menunjang nutrisi pada anak stunting serta belum adanya pelatihan kepada mitra tentang proses pemanfaatan limbah perikanan terutama pada tulang ikan haruan. Upaya yang dilakukan adalah melakukan Program Pengabdian Kepada Masyarakat” terkait “Pemberdayaan Kader Kesehatan Melalui Inovasi Tulang Ikan Haruan sebagai Upaya Peningkatan Status Gizi Kesehatan Balita di Desa Teluk Selong dilaksanakan selama 8 bulan dengan sasaran 11 kader. Pelaksanaan program pendampingan kader kesehatan berinovasi dengan membuat cookies berbahan tulang ikan haruan. Pengolahan hasil ikan haruan ini diharapkan menjadi contoh upaya dalam penanganan permasalahn stunting di Provinsi Kalimantan Selatan. 
Health seeking behavior Masyarakat Dayak Dalam Memilih Ritual Balian Sebagai Pengobatan Tradisional M Fajriannor; Khairatun Nisa; Nadya Novianty; Norul Hikmah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1740

Abstract

Praktik pengobatan tradisional melalui ritual balian masih menjadi pilihan sebagian masyarakat Dayak di Kalimantan Selatan meskipun pelayanan kesehatan modern telah tersedia. Keputusan mencari pengobatan tidak hanya dipengaruhi aspek medis, tetapi juga faktor sosial budaya, kepercayaan, dan pengalaman pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis health seeking behavior masyarakat Dayak dalam memilih ritual balian sebagai pengobatan tradisional di kaki Gunung Haur Bunak, Kalimantan Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Informan dipilih secara purposive sampling, terdiri atas pasien, tokoh balian, dan tokoh masyarakat sebagai informan triangulasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan dua faktor utama, yaitu attitude toward health service dan knowledge about disease. Kemudahan akses, biaya terjangkau, pelayanan cepat, dan prosedur sederhana membentuk persepsi positif terhadap ritual balian. Pengetahuan penyakit dipengaruhi pengalaman, kepercayaan terhadap tokoh balian, dukungan keluarga, dan nilai budaya yang diwariskan. Disimpulkan bahwa pemilihan ritual balian merupakan hasil interaksi faktor pelayanan, budaya, kepercayaan, pengalaman, dan keluarga. Promosi kesehatan masyarakat adat perlu mempertimbangkan nilai budaya lokal.