Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

The Effect of Breastfeeding Technique Education on the Smoothness of Milk Production in Breastfeeding Mothers of Infants 0-6 Months of Age Refliya Halipah; Novalia Widiya Ningrum; Fadhiyah Noor Anisa; Siti Noor Hasanah
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.4853

Abstract

The correct breastfeeding technique is a way of giving breast milk to the baby with the correct attachment and position of the mother and baby. If the breastfeeding technique is wrong, it can cause nipple blisters, poor milk production and pain that arises when the mother stops breastfeeding with less care. The wrong breastfeeding technique is also one of the factors that cause the milk to come out to be not optimal, thus affecting milk production, causing the baby to not want to suckle. At Puskesmas Sungai Tabuk 2, the exclusive breastfeeding coverage in 2019 was 71.20%, an increase in 2020 to 81.8%, and in 2021 it decreased to 49.6%, one of the causes was due to a lack of knowledge about breastfeeding techniques.Objective: To determine the effect of breastfeeding technique education on the smooth production of breast milk in breastfeeding mothers of infants aged 0-6 months in the Sungai Tabuk 2 Puskesmas working area. Methods: Analytical observational research using case control design with total sampling technique as many as 30 people. The research instrument used leaflets and breast milk fluency questionnaires. The questionnaire has undergone validity testing and obtained a value of reasonable (>0.361) and reliable (0.79). Results: Statistical tests using the chi square test obtained a p value of 0.044 (<0.05) which means that there is an effect on the provision of breastfeeding technique education on the smooth production of breast milk in breastfeeding mothers of infants aged 0-6 months in the working area of Puskesmas Sungai Tabuk 2 Conclusion: The importance of education about breastfeeding techniques from health workers that can be done in posyandu or health services to increase knowledge and understanding of pregnant and lactating women.
Hubungan Pengetahuan Ibu Nifas dengan Penyembuhan Luka Perineum di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura 2 Iswaningsih Iswaningsih; Novalia Widiya Ningrum; Siti Noor Hasanah; Dwi Rahmawati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 3 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i3.1057

Abstract

Pendahuluan: Robekan perineum terjadi hampir pada setiap persalinan pertama dan tidak jarang pada persalinan berikutnya. Ibu nifas yang menjalani episiotomi perlu memiliki pengetahuan yang baik tentang perawatan luka perineum. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Martapura 2, terdapat 91 persalinan pada bulan Maret – April 2023 dan hampir semua persalinan mengalami robekan jalan lahir. Dari 15 orang ibu nifas, terdapat 9 orang ibu yang tidak mengetahui cara melakukan perawatan luka perineum yang baik dan benar, dan pada 5 orang tersebut penyembuhan lukanya kurang memadai. Tujuan: Menganalisis hubungan pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka perineum dengan penyembuhan luka perineum di Wilayah Puskesmas Martapura 2. Metode: Penelitian ini merupakan jenis survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Total sampel sebanyak 30 orang ibu nifas. Hasil: Berdasarkan hasil analisis bivariat menggunakan uji Fisher exact, didapatkan p-value 0,026 yang berarti bahwa pengetahuan ibu nifas berhubungan dengan perawatan luka perineum dan proses penyembuhan luka perineum. Simpulan: terdapat hubungan antara pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka perineum dan proses penyembuhan luka perineum di wilayah kerja Puskesmas Martapura 2. Hal ini karena pengetahuan saat ini memengaruhi perilaku seseorang.
Hubungan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Zat Besi (Fe) Dengan Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Bumi Makmur Heldawati; Frani Mariana; Novalia Widiya Ningrum; Susanti Suhartati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1246

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada ibu hamil sering terjadi akibat kurangnya asupan zat besi dan meningkatnya kebutuhan fisiologis selama kehamilan. Rendahnya kepatuhan dalam mengonsumsi tablet Fe menjadi salah satu penyebab utama anemia pada ibu hamil. Tujuan: Mengetahui hubungan kepatuhan mengonsumsi tablet zat besi (Fe) dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Bumi Makmur. Metode: Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester II–III sebanyak 35 orang dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Ibu yang tidak patuh mengonsumsi tablet Fe dan mengalami anemia sebanyak 14 orang (40%), sedangkan yang tidak anemia sebanyak 5 orang (14,3%). Pada ibu yang patuh mengonsumsi tablet Fe, sebanyak 12 orang (34,3%) tidak mengalami anemia dan 4 orang (11,4%) mengalami anemia. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value 0,004 (<0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan mengonsumsi tablet Fe dan kejadian anemia pada ibu hamil. Simpulan: Terdapat hubungan antara kepatuhan mengonsumsi tablet Fe dan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Bumi Makmur. Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi mengenai pentingnya konsumsi tablet tambah darah secara benar dan teratur.
EFEKTIFITAS SENAM NIFAS TERHADAP KEJADIAN DIASTASIS RECTUS ABDOMINALIS DI WILAYAH PUSKESMAS MARTAPURA 2 Fitra Erlina; Novalia Widiya Ningrum; Muhammad Zulfadhilah; Ika Friscilla
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5480

Abstract

Selama masa nifas, ibu melahirkan dapat banyak mengalami perubahan, perubahan yang terjadi pada ibu salah satunya adalah Diastasis Rectus Abdominalis (DRA). Diastatis Rekti adalah pemisahan otot rektus abominalis lebih dari 2,5 cm pada umbilicus. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengembalikan keadaan normal dan meningkatkan kekuatan otot adalah dengan melakukan senam nifas. Senam nifas merupakan suatu Latihan otot dasar panggul, otot-otot vagina, perut dan Rahim yang mengalami peregangan dan kerusakan saat kehamilan dan persalinan, dengan melakukan senam nifas ini otot-otot akan Kembali pulih seperti semula. Tujuan untuk menganalisis efektifitas senam nifas terhadap Kejadian Diastasis Rectus Abdominalis pada ibu post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura 2. Penelitian ini menggunakan rancangan Quasy Experimental Design (eksperimen Semu), Non Equaivalent Control Group. Sampel dibagi menjadi 2 Kelompok, yakni kelompok eksperiment dan kelompok Control. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu nifas hari 1 sampai ke 7 dengan jumlah 10 kelompok intervensi dan 10 kelompok control. Dengan menggunakan uji MC Nemar Test didapatkan bahwa p-value 0,006 yaitu adanya efektifitas senam nifas ibu post partum terhadap kejadian diastasis rectus abdominalis di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura 2. Senam Nifas efektif untuk mencegah terjadinya Diastasis Rectus Abdominalis.
HUBUNGAN KELELAHAN DENGAN TINGKAT DEPRESI POSTPARTUM PADA IBU NIFAS Natasya Putri Suryadi; Putri Yuliantie; Siti Noor Hasanah; Novalia Widiya Ningrum
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v16i2.460

Abstract

Postpartum depression is a psychological condition often experienced by mothers after childbirth, characterized by feelings of sadness, anxiety, and fatigue. This condition is closely related to physical and mental exhaustion during the postpartum period. To determine the relationship between fatigue and the level of postpartum depression in postnatal mothers at the Pekauman Health Center, Banjarmasin. This study used a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach. The population included 56 postpartum mothers, and 30 were selected using quota sampling. Data were collected using the Postpartum Fatigue Scale (PFS) and the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), then analyzed using the Chi-Square test. Most respondents were 20–35 years old (87.9%), unemployed (63.6%), had secondary education (50.0%), and were multiparous (63.3%). The majority experienced moderate fatigue (63.3%) and were at risk for postpartum depression (63.6%). Chi-Square test results showed a significant relationship between fatigue and postpartum depression levels (p = 0.000 < 0.05). There is a significant relationship between the level of fatigue and postpartum depression. The higher the level of maternal fatigue, the greater the likelihood of postpartum depression. Abstrak: Depresi postpartum merupakan kondisi psikologis yang sering dialami oleh ibu setelah melahirkan, ditandai dengan perasaan sedih, cemas, dan kelelahan. Kondisi ini erat kaitannya dengan kelelahan fisik dan mental selama masa nifas. Mengetahui hubungan antara kelelahan dengan tingkat depresi postpartum pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 56 ibu nifas, dengan sampel 30 responden yang diambil menggunakan teknik quota sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner Postpartum Fatigue Scale (PFS) dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Sebagian besar responden berusia 20–35 tahun (87,9%), tidak bekerja (63,6%), berpendidikan SMA (50,0%), dan multipara (63,3%). Mayoritas ibu mengalami kelelahan sedang (63,3%) serta berisiko depresi postpartum (63,6%). Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kelelahan dan depresi postpartum (p = 0,000 < 0,05). Terdapat hubungan bermakna antara tingkat kelelahan dengan tingkat depresi postpartum. Semakin tinggi tingkat kelelahan, semakin besar risiko mengalami depresi postpartum.
Early Detection of Postpartum Blues with a Technological Approach Method Novalia Widiya Ningrum; Muhammad Zulfadhilah
An Idea Health Journal Vol 5 No 04 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v5i04.847

Abstract

Background: Baby blues, also referred to as postpartum blues or postpartum distress syndrome, is an emotional state experienced by mothers following the birth of their first child. This condition can adversely affect both the mother and the infant. Multiple factors, such as insufficient family support, are believed to contribute to the rising incidence of baby blues. Given the prevalence of these cases, disseminating information through expert systems is essential. The Certainty Factor (CF) method is commonly employed in expert systems to address the uncertainty inherent in expert assessments. This study seeks to facilitate early diagnosis of psychological disorders in postpartum mothers by calculating a weighted symptom score, which produces a CF score to guide diagnosis and intervention. Data were collected through interviews, observations, and a review of relevant literature on postpartum blues. The research methodology follows the waterfall model, encompassing needs analysis, system design, system implementation, and system testing. The expert system application utilizes the Certainty Factor method. This system is anticipated to support the community by enabling early detection of psychological disorders in postpartum mothers.