Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Patriarchal Power in Abidah El Khalieqy’s Novel Kartini: A Feminist Literary Criticism Nelly Usja; Andi Srimularahmah; Muhammad Asdar; Andi Tenri Sua
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2025): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk kuasa patriarki yang direpresentasikan dalam novel Kartini karya Abidah El Khalieqy dengan menggunakan perspektif kritik sastra feminis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kritik sastra feminis. Data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, dialog, dan narasi yang menunjukkan adanya praktik, relasi, serta bentuk-bentuk kuasa patriarki terhadap perempuan dalam novel. Sumber data utama penelitian adalah novel Kartini karya Abidah El Khalieqy, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai literatur yang relevan dengan kajian feminisme, patriarki, gender, dan kritik sastra feminis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pembacaan intensif, pencatatan, dan pengklasifikasian data. Analisis data dilakukan melalui tahap identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuasa patriarki dalam novel direpresentasikan melalui beberapa bentuk, yaitu subordinasi perempuan, pembatasan kebebasan, dominasi laki-laki dalam pengambilan keputusan, stereotip terhadap perempuan, serta kontrol terhadap pendidikan dan kehidupan sosial perempuan. Novel Kartini tidak hanya menggambarkan perempuan sebagai pihak yang mengalami ketidakadilan, tetapi juga menghadirkan perjuangan perempuan dalam memperoleh pendidikan, kebebasan berpikir, dan kesempatan menentukan kehidupannya sendiri. Melalui tokoh Kartini, Abidah El Khalieqy memperlihatkan bahwa pendidikan dan kesadaran kritis menjadi instrumen penting dalam melawan struktur patriarki. Dengan demikian, novel Kartini dapat dipahami sebagai karya sastra yang mengkritisi ketimpangan relasi gender sekaligus menegaskan pentingnya emansipasi dan pemberdayaan perempuan.
A Genetic Structuralism Analysis of the Short Story Peradilan Rakyat by Putu Wijaya Mardina; Muhammad Asdar; Idris; Andi Srimularahmah; Andi Tenri Sua
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2025): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze Putu Wijaya's short story Peradilan Rakyat using a genetic structuralism approach. This approach is employed to examine the relationship between the intrinsic structure of the literary work and the social structure underlying its creation. The study uses a descriptive qualitative method, with Putu Wijaya's Peradilan Rakyat as the primary data source. The research data consist of words, phrases, sentences, dialogues, narratives, and textual passages that reveal the intrinsic structure and the author's worldview. Data were collected through intensive reading, note-taking, identification, and classification. The analysis applies the concepts of genetic structuralism, including intrinsic structure, human facts, collective subject, worldview, and the relationship between literary works and social conditions. The findings indicate that Peradilan Rakyat is constructed around the themes of justice, law, power, and social criticism. The characterization reveals conflicts between individual interests, authority, and the pursuit of justice. The setting strengthens the representation of a social environment characterized by legal problems and injustice. From the perspective of genetic structuralism, the short story is not merely an imaginative work but also represents a critical worldview concerning the practices of power and problems of justice in society. Therefore, Peradilan Rakyat can be understood as a literary work that connects individual experiences with broader social realities.